Tiga Gereja Temanggung Dibakar

Kembali tiga gereja dibakar oleh kalangan mengatasnamakan agama tertentu yang dinistakan di temanggung.

Berikut berita yang diperoleh dari Republika, Selasa, 08 Februari 2011.

Sidang pengadilan penistaan agama dengan terdakwa Anthonius Richmord Bawengan (ARB), Selasa (8/2) berakhir rusuh. Sejumlah massa yang emosional  turun ke jalan utama di Kota Temanggung dan melakukan pembakaran terhadap tiga gereja yang ada di kota tersebut.

Ketiga gereja yang dibakar adalah Gereja Pantekosta, Gereja Katolik di sekolah Kanisius, dan Gereja Griya Sekinah.  Sampai berita ini diturunkan, ketiga gereja tersebut masih membara dan belum terlihat aparat dari pemadam kebakaran melakukan pemadaman. Karena sejauh ini sejumlah ruas jalan utama masih dikuasai massa.

Aparat kepolisian tidak terlihat di sepanjang jalan tersebut.  Polisi justru mengamankan Kantor Polres, Kejaksaan dan Pengadilan yang diduga akan menjadi sasaran amuk massa.  Ratusan personil tentara kini dikerahkan untuk mengatasi keadaan. Sementara pasukan bantuan Brimob dari Magelang masih dalam perjalanan.

Sampai siang ini situasi di Temanggung mencekam dan belum diketahui adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Masih belum diketahui apakah dalam gereja tersebut ada orangnya atau tidak,” ujar seorang tentara kepada Republika.

 

Berikut berita yand diperoleh dari Kompas, Selasa, 8 Februari 2011.

Setidaknya tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, rusak karena menjadi sasaran amuk massa menyusul kerusuhan dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa (8/2/2011).

Gereja Bethel Indonesia yang berjarak sekitar dua kilometer dari PN Temanggung mengalami kerusakan akibat pembakaran oleh kelompok massa tersebut. Sebuah bangunan sekolah taman kanak-kanak yang berada di lingkungan gereja terbakar pada sejumlah bagian. Termasuk enam unit motor hangus terbakar akibat insiden tersebut.

Selain itu, pembakaran juga terjadi di Gereja Pantekosta Temanggung. Belum diperoleh laporan mengenai dampak pembakaran di gereja tersebut. Sementara itu, Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus juga sempat dirusak massa. Bagian depan gereja rusak dilempari batu.

Kondisi terakhir di Kota Temanggung masih mencekam. Toko-toko di pusat kota menghentikan aktivitasnya. Sejumlah pedagang kaki lima pun harus tutup lebih cepat akibat kerusuhan ini. Sementara arus lalu lintas menjadi kacau-balau.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sidang perkara penistaan agama ini diwarnai kerusuhan. Hanya sesaat setelah jaksa penuntut umum membacakan tuntutan 5 tahun untuk terdakwa Antonius, massa langsung menyerbu terdakwa dan meja sidang.

Segera setelah itu, majelis hakim langsung diamankan dan dilarikan ke luar ruang sidang. Massa di luar mengamuk, memecahkan kaca-kaca jendela, dan membakar kendaraan yang ada di sekitar gedung pengadilan.

Kasus yang menjerat warga asal Manado ini terjadi pada 3 Oktober 2010. Ketika itu Bawengan, yang menggunakan KTP Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menginap di tempat saudaranya di Dusun Kenalan, Desa/Kecamatan Kranggan, Temanggung.

Sedianya ia hanya semalam di tempat itu untuk melanjutkan pergi ke Magelang. Namun, waktu sehari tersebut digunakan untuk membagikan buku dan selebaran berisi tulisan yang dianggap menghina umat Islam. Karena itu, sejak 26 Oktober 2010 ia ditahan.

Kita doakan agar saudara – saudara terkasih di Temanggung tetap dapat beribadah dengan tenang dan damai. Agama yang baik memberikan pengajaran yang baik dan benar.