Alkitab Queen James, Alkitab Khusus Homoseksual

Angkatan yang bodoh ini, yang sedang meluncur dari satu hal yang bodoh dan jahat kepada hal bodoh dan jahat lainnya dalam kegelapan rohani, semakin lama semakin jauh dari kebenaran, kini telah menghasilkan apa sebuah Alkitab “gay.”

Buku ini disebut Alkitab Queen James, dan dijual seharga $34.95 di Amazon. Diklaim bahwa hanya delapan ayat dalam Alkitab King James yang menentang homoseksualitas, tetapi ini tidak menjadi masalah karena delapan-delapannya sudah “ditafsir ulang” dalam Alkitab ini. Para aktivis homoseksual, jika mereka ada menyinggung Alkitab sama sekali, mengklaim bahwa Alkitab hanyalah menentang tindakan homoseksual yang dipaksakan, seperti pemerkosaan, dan homoseksualitas yang dilakukan dalam konteks penyembahan berhala kuno, dan bahwa Alkitab tidak menyinggung homoseksualitas secara umum dan dalam konteks “hubungan yang berkomitmen dan saling mengasihi.”

Jadi, Alkitab Queen James mengubah Kejadian 15:5 sehingga berbunyi, “Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami perkosa dan permalukan mereka.”” Ini adalah sesuatu yang licik, karena bukan itu bunyi bahasa Ibraninya. Para penerjemah Alkitab Queen James menciptakan kata-kata ini sendiri. Dan ini bukanlah definisi Perjanjian Baru tentang dosa Sodom. Yudas mengatakan bahwa kota itu sepenuhnya cabul dan mengejar kepuasan yang tak wajar (Yudas 7). Ada juga yang mengatakan bahwa Yesus tidak menyinggung homoseksualitas, tetapi itu adalah omong kosong. Yesus menyinggung masalah pernikahan dan menunjuk kembali kepada Kejadian 2 sebagai standar ilahi bagi semua manusia di segala zaman (Mat. 19:4-6). Yesus mengajar bahwa pernikahan adalah suatu institusi ilahi di mana satu lelaki dan satu perempuan bersatu untuk seumur hidup. Jadi, Yesus menentang “pernikahan sama jenis.” Alkitab dengan tegas dan tanpa terbantahkan mengajar bahwa semua hubungan seksual di luar pernikahan kudus adalah dosa yang serius yang disebut percabulan atau pernizahan. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr. 13:4). Penerbit Alkitab Queen James juga mengulang kembali klaim basi bahwa Raja James I adalah seorang homoseksual. Setelah meneliti bukti-buktinya, saya yakin bahwa itu adalah fitnahan, tetapi seandainya pun benar, sama sekali tidak memiliki arti, karena Raja James bukanlah otoritas bagi orang-orang yang percaya Alkitab. Raja James tidak campur tangan sedikitpun dalam penerjemahan Alkitab yang memakai namanya.

Sumber: Graphe Ministr / Way of Life