Resep Bahagia

Apakah resep agar bahagia? Banyak orang ingin meraih bahagia dengan kekayaan dan kesuksesan. Mereka pikir, bila kaya dan sukses, maka akan berbahagia. Namun, fakta membuktikan bahwa kekayaan dan kesuksesan tidak menjamin kebahagiaan seseorang.

Berbeda dengan Daud. Ia justru menemukan kebahagiaan ketika ia diampuni dosanya oleh Tuhan.

Dosa apa yang dilakukan Daud ?

Dalam 2 Samuel 11-12 dicatat dosa perselingkuhannya dengan Batsyeba (pasal 11) dan dosa pembunuhan terhadap Uria, suami Batsyeba (pasal 12). Karena itu, Tuhan mengutus Natan untuk menegur dia. Menyadari dosanya, Daud berkata, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan” (2 Sam. 12:13) yang paralel dengan Mazmur 32:5, “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran2ku, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.”

Karena pengampunan sempurna dari Tuhan itu, maka Daud berseru “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan…” (Mazmur 32:1-2). Ia tahu bagaimana rasanya ketika ia berusaha menyembunyikan dosanya dari Tuhan. Makin disembunyikan, makin tertekanlah dia (Mazmur 32:3-4). Karena itu, ia membuka diri dan mengakuinya di hadapan Tuhan. Ketika Tuhan mengampuninya, ia beroleh ketenangan (Mazmur 32:5). Bagi Daud, resep bahagia adalah dg mengaku dosa (Mazmur 32:5) dan terbuka terhadap ajaran TUHAN (Mazmur 32:8). Hasilnya, bahagia sejati.

Bila masih ada dosa yang belum dibereskan di hadapan Tuhan, jangan keraskan hati! Segera akui dosa. Percayalah, ketika kita bertobat, Tuhan akan membimbing kita pada jalan yang benar (Mazmur 32:8) dan mengelilingi kita dg kasih setia-Nya (Mazmur 32:10). Itulah sebabnya, pengampunan Tuhan membawa kebahagiaan sejati.