Bejana Pecah di Tangan Tuhan

Kintsukuroi adalah seni memperbaiki bejana/vas yang rusak dg pernis dan bubuk emas. Kesenian ini berasal dari Jepang dan berawal ketika seorang penjunan melihat banyak vas yang bagus, tetapi pecah sehingga dianggap tidak berharga dan dibuang. Melihat hal itu, si penjunan mengumpulkan pecahan2 tersebut dan diperbaikinya dg menyatukan pecahannya. Menariknya, ia tidak menutupi kerusakannya. Ia justru menyatukannya dengan pernis dan bubuk emas sehingga menonjolkan bagian yang rusak dg emas dan membuat bejana itu lebih indah dari sebelumnya.

Pada Mazmur 31, Daud melihat dirinya seperti bejana yang pecah (Mazmur 31:13) karena tekanan hidup yang ia hadapi (8b-11), karena reputasinya yang rusak (Mazmur 31:12-13a), dan karena ada banyak orang yang ingin mencabut nyawanya (Mazmur 31:14). Namun ia menemukan pemulihan dan kekuatan hidupnya di dalam Tuhan. Dalam kesesakannya, ia berseru kepada Tuhan, yang adalah perlindungannya (Mazmur 31:2), bukit batu dan pertahanannya (Mazmur 31:4). Semasa hidupnya, Daud telah mengalami bagaimana Tuhan memperhatikan keadaannya (Mazmur 31:8, 23), meneguhkannya (Mazmur 31:9), dan melindunginya (Mazmur 31:20-22). Oleh karena itu, apapun yang Daud alami, ia tetap percaya kepada Tuhan (Mazmur 31:7, 15). Melalui pengalamannya, Daud menguatkan umat Tuhan agar tetap berharap kepada Tuhan (Mazmur 31:25). Meski seperti bejana yang pecah, tetapi Tuhan, Sang Penjunan memulihkannya sehingga kehidupan Daud menjadi lebih indah dan dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Dalam pergumulan hidup ini, janganlah lupa bahwa Tuhan punya kuasa untuk menguatkan ketika kita lemah. Ia juga punya kuasa untuk menegakkan ketika kita terjatuh. Berserulah kepada-Nya dan tetaplah memercayai kebaikan hati-Nya, karena bejana yang pecah sekalipun dapat dijadikan indah di tangan-Nya.