Pendeta Hadassah Dituduh Mengajarkan Kesesatan

Diduga menyebarkan ajaran sesat, jemaat Kristiani Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Lengkong Bandung, ramai-ramai melaporkan pemimpinnya Pendeta Hadassah J Werner, ke Mapolda Jabar.

Sejumlah penyidik, Senin (23 Mei 2011), mengakui adanya laporan perihal pendeta namun pihaknya belum memanggil sang pendeta tadi. “Dalam waktu dekat Pendeta itu akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” kata sejumlah penyidik di Ditreskrim Polda Jabar.

Dia menjelaskan, Indrawati, seorang jemaah menjelaskan, pendeta Hadassah selama ini dituding telah menyebarkan ajaran yang diduga menyimpang jauh dari Alkitab.

“Masak ibu kandung hanya dianggap sebagai jalan lahir kedudukannya lebih rendah dibanding dirinya,” kata Indrawati, dikutip penyidik tadi.

Pernyataan itu yang menjadi polemik dan merupakan bekal untuk jemaah melaporkan terlapor ke polisi.

Dampak dari ajaran sesat itu, lanjut Indrawati , tak sedikit anak yang kini lebih memilih hidup bersama pendeta ketimbang dengan keluarganya atau ibu kandungnya. Jika permasalahan itu dibiarkan, ujarnya, tak menutup kemungkinan banyak anak yang keluar dari keluarganya.

“Sebelum kejadian ini menimpa anak-anak dan meresahkan orang tua, kami sepakat untuk melaporkan pendeta ke polisi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, mantan Jemaat Gereja Lengkong, Arif, mengaku melaporkan Pendeta tadi ke polisi November 2010. Pelapor Indrawati Soediro, di mana anaknya menjadi korban.

Namun hingga polisi belum melakukan pemanggilan terhadap pendeta tadi. ” Kami mempertanyakan mengapa polisi lambat menangani kasus ini,” katanya.

Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan mencurigakan yang dilakukan pendeta, dikhawatirkan banyak anak yang akan hidup menyimpang karena otaknya sudah berhasil dicuci terlapor.

Lebih lanjut dijelaskan Arif, total jemaat di Lengkong mencapai 250 orang, kini sudah keluar dari gereja itu sebanyak 104 orang. ” Kami sangat prihatin karena banyak anak-anak yang masih terjebak dan dicuci otaknya oleh pendeta itu,” ujarnya.

Yang paling menyedihkan, ungkapnya, pendeta itu meminta supaya anak-anak memamggil om atau tante kepada kedua orang tuanya, sedang ke pendeta harus memanggil mama atau papah. ” Sungguh menyedihkan dan mengerikan,” katanya.

Mempelajari Firman Tuhan adalah sebuah hal penting. Namun, jika ajaran nya berisi tentang untuk menyangkali orang tua. Tentu hal tersebut adalah sebuah pengajaran yang salah.

Efesus 6:1, “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.”

Sumber : Poskota