Bahasa Aramik Dihidupkan Kembali

Di zaman Yesus hidup di dalam dunia, Yesus berbicara menggunakan bahasa Aramaic (Aramik). Bahasa Aramik adalah bahasa daerah tempat Yesus tinggal.  Bahasa itu kemudian menghilang dan tidak pernah dipakai orang lagi. Namun, bahasa ini akan kembali digunakan setelah berabad-abad menghilang dari permukaan bumi.

Rencananya, bahasa ini akan digunakan di dua desa suci di Tanah Suci umat Kristen. Fokus baru untuk menghidupkan bahasa yang dipakai dua ribu tahun silam ini mendapat bantuan teknologi modern yaitu yakn, kanal televisi berbahasa Aramaic dari Swedia.

Dua desa yang dimaksud adalah Beit Jala yang terletak di Betlehem yang merupakan tempat kelahiran Yesus. Selain itu, bahasa ini juga akan digunakan di Desa Jish di Lembah Galilean tempat Yesus hidup dan berkhotbah. Di desa ini, bahasa ini sudah digunakan untuk mengajar anak SD. Di desa Beit Jala yang sekarang terletak di Palestina itu, masih ada pembicara Aramaic yang lebih tua dan mencoba berbagi bahasa ini dengan cucu-cucunya.

Kembalinya bahasa Aramik, sebuah indikasi dimana pemulihan Israel akan segera terjadi. Namun, meski begitu ada beberapa peristiwa lain yang harus digenapi dulu, seperti berdirinya kembali bait suci, kehancuran besar Israel dan berbagai hal lainnya yang telah difirmankan di dalam Alkitab.

Sumber: Jawaban