Penciptaan dan Kejatuhan Manusia Dalam Dosa

Manusia Jatuh Dalam Dosa

Rasul Paulus menyebut pengajarannya sebagai rahasia yang sebelumnya tersembunyi selama berabad-abad.

“…rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu”, Efesus 3:9.

Rahasia apakah yang dimaksud ? Hingga kini, tidak dapat dipungkiri banyak orang kristen sendiri masih belum memahami inti dari Alkitab. Dengan menarik sebuah garis waktu dari awal penciptaan hingga ayat terakhir di Alkitab, kita akan dapat mengetahui rahasia yang tersembunyi di dalamnya.

Penciptaan

Pada mulanya Allah menciptakan alam semesta. Allah menciptakan dua mahluk yang berkepribadian, yang diberi akal budi, hati nurani, serta kehendak bebas, yaitu malaikat dan manusia. Allah tidak ingin disembah oleh mahluk yang tidak berakal budi seperti robot, namun oleh mahluk yang memiliki kehendak bebas. Mereka bisa memilih untuk mentaati Allah atau menentangNya. Tentu bagi Allah Sang Pencipta, lebih baik ditaati oleh mahluk yang berakal budi dan berkehendak bebas, ketimbang oleh mahluk yang tidak berakal budi seperti robot.

Allah menempatkan manusia di bumi dan malaikat di Sorga. Untuk membentuk karakter manusia yang mematuhi Allah, ditempatkan pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik dan jahat. Jika manusia mematuhi Allah, manusia akan memakan buah pohon kehidupan, namun akan berlaku sebaliknya. Jika manusia tidak mematuhi Allah tentu mereka (Adam dan Hawa) akan berusaha memakan buah pohon kehidupan.

Ayat referensi : Kej 1:26-27; Kej 2:9; Kej 2:15-18.

Kejatuhan Manusia ke Dalam Dosa

Ketika Hawa sedang di dekat pohon pengetahuan, iblis mencobai hawa. Jika diperhatikan dengan seksama, iblis menggunakan Firman Allah yang telah disimpangkan sebagai alat untuk mencobai Hawa. Bahkan Hawa pun menjawab menggunakan Firman Allah. Namun, jika diperhatikan dengan seksama Hawa menambahi Firman Allah.

(King James Version) Genesis 
16 And the LORD God commanded the man, saying, Of every tree of the garden thou mayest freely eat:

17 But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die.

(LAI TB) Kejadian
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

 

(King James Version) Genesis

2 And the woman said unto the serpent, We may eat of the fruit of the trees of the garden:
3 But of the fruit of the tree which is in the midst of the garden, God hath said, Ye shall not eat of it, neither shall ye touch it, lest ye die.

(LAI TB) Kejadian
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

 

Padahal jika membaca di pasal 2, Allah hanya berfirman untuk tidak memakan. Namun, hawa menambahkan apa yang bukan Firman Allah melalui kata “raba” atau “touch”.

Di dalam Alkitab teks berbahasa Ibrani pun hanya terdapat tulisan לֹא תֹאכַל (lō ṯō-ḵal = not eat).

Lalu kita melihat di ayat-ayat selanjutnya bahwa Hawa tertarik dan mempercayai kata-kata iblis, hingga Hawa memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat.

Jika kita mengkaji seluruh isi Alkitab, tidak ada penjelasan khusus yang membedakan antara buah pohon pengetahuan baik dan jahat secara fisik, rasa maupun bentuknya. Yang membedakan hanyalah larangan dari Allah untuk menyentuhnya.

Dari peristiwa ini menunjukkan bahwa Hawa lebih percaya pada iblis daripada kepada Allah yang telah menciptakannya.

Ketidakpercayaan terhadap Allah menjadi awal mula bagaimana dosa dilakukan oleh manusia.

Ayat referensi : Kej 2:16-17; Kej 3:1-7.

 

Artikel ini adalah salah satu bagian dalam tulisan bertema Keselamatan Menurut Alkitab.