Pembunuh Massal Norwegia, Seorang Darwinis Kafir

Penelusuran atas manifesto Anders Behring Breivik yang setebal 1500 halaman memperlihatkan bahwa gambaran cepat yang diberikan oleh media massa bahwa si teroris Norwegia itu adalah seorang ‘Kristen’ sama tidak benarnya dengan mengatakan bahwa si pengebom Oklahoma City, Timothy McVeigh adalah seorang Kristen.

Breivik ditangkap pada akhir pekan lalu, dituntut atas dua serangan brutal di Oslo, Norwegia, dan sekitarnya, termasuk sebuah pengeboman di ibukota negara tersebut yang membunuh 7 orang dan penembakan di sebuah retreat politik untuk anak-anak muda di pulau Utoya yang membunuh 80 korban.

Merangkai kembali berbagai posting Breivik di internet, banyak laporan media yang menggambarkan sang teroris – yang mengatakan bahwa dia sangat tidak senang dengan kebijaksanaan multikultural yang berasal dari partai Buruh Norwegia – sebagai seorang ‘Kristen fundamentalis, sayap kanan.’

Sebenarnya, McVeigh menolak Allah sama sekali, Breivik menulis dalam manifestonya bahwa dia tidak religius, mempertanyakan keberadaan Allah, tidak berdoa, namun memang menekankan superioritas ‘budaya Kristen’ Eropa sekaligus juga budaya Nordic-nya yang penuh berhala.

Breivik justru mengagungkan Charles Darwin, yang memiliki teori-teori evolusi yang sangat kontras dengan pernyataan-pernyataan Alkitab: ‘Mengenai Gereja dan ilmu pengetahuan, sangatlah penting bahwa ilmu pengetahuan harus mengambil tempat yang terhormat di atas pengajaran Alkitab. Eropa sejak dulu selalu adalah asal muasal ilmu pengetahuan, dan haruslah terus demikian. Mengenai hubungan pribadi saya dengan Allah, saya rasa saya bukanlah orang yang terlalu religius. Saya pertama-tama dan terutama adalah seorang yang logis. Namun demikian, saya adalah pendukung suatu Eropa yang monokultural Kristen.’

Berulang-ulang kali Breivik dengan jelas menyatakan kepada para pembacanya bahwa dia tidak termotivasi oleh iman Kristiani. ‘Saya tidak akan berpura-pura bahwa saya orang yang sangat religius, karena itu adalah kebohongan,’ dia mengatakan. ‘Saya selalu sangatlah pragmatis dan dipengaruhi oleh lingkungan dan sekitar saya yang sekuler.

Sumber : WorldNetDaily on Terrorist Proclaimed Himself Darwinian