Fakta – Fakta Tentang Pembunuh Massal Norwegia

Anders Behring Breivik mengklaim diri anggota Freemason dan menyebut agama sebagai “tongkat bantuan bagi orang-orang lemah.”

Dia menyerukan agar paus dan para kardinalnya melawan dekonstruksi kekristenan Eropa dan islamisasi Eropa dan agar anggota-anggota gereja Protestan “bergabung kembali dengan Katolik,” menyerukan suatu “Gereja bersatu” dipimpin oleh paus (“Terrorist Proclaimed Himself Darwinian,” WorldNetDaily, 24 Juli).

Dia bangga dengan garis keturunan Viking-nya. Dia meletakkan imannya pada ilmu pengetahuan. Dia mendukung “meluasnya pikiran kolektif yang rasional.” Dia telah putus hubungan dengan ayahnya sejak usia 15 tahun, memiliki masa kecil dalam keluarga yang “super-liberal dan matriarkis,” dan menyebut ayah tirinya seorang binatang seksual yang primitif (“The Norway Shooting,” Christian Post, 25 Juli).

Dia menyukai musik trance, film-film yang mengerikan, drama vampire, video game, komputer game World of Warcraft, dan pertunjukan televisi favoritnya adalah Dexter, yang memiliki seorang pembunuh serial sebagai tokoh utama (“Who Is Anders Behring Breivik,” NY Daily News, 23 Juli).

Dia bermaksud untuk mempersiapkan dirinya melakukan pembantaiannya yang pengecut itu dengan cara menyewa pelacur dan minum anggur yang mahal (“Norway Killer Wanted Wine,” Canada.com, 25 Juli). Dia mendengarkan lagu Lord of the Rings di iPod-nya agar tidak mendengar jeritan pada korbannya (“Breivik Listened,” Daily Mail, 26 Juli 2011).

Norwegia memiliki undang-undang tentang senjata yang paling ketat di dunia (“Norway’s Gun Laws,” The Guardian, 24 Juli). Tidak ada satu orang pun di pulau Utoya yang bersenjata selain pembunuh tersebut, dan polisi memerlukan 90 menit untuk tiba di lokasi (“Loosening Norway’s Strict Gun Laws,” FoxNews, 26 Juli). Hukuman maksimal yang dapat diterima oleh Breivik di pengadilan Norwegia adalah 21 tahun (“Norway Shooting,” Christian Post, 24 Juli).

Sumber: Christian Post / WorldNetDaily / FoxNews / Graphe Ministry