Nicholas Holtam, Uskup Inggris Pertama Yang Menikah

“Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri,” kata Paulus di surat Korintus 7:1-2. Perkataan ini dia tujukan kepada jemaat di sana. Memang adalah lebih baik jika seseorang tidak menikah, tapi dengan jelas dikatakan bahwa bukanlah suatu dosa bagi seseorang untuk menikah, meski pendeta sekalipun.

Selama ini di dalam ajaran Katolik disebutkan bahwa seorang pendeta dilarang untuk menikah karena dia akan terikat dengan keduniawian, sama seperti yang Paulus coba ungkapkan, tapi aturan itu nampaknya tidak berlaku bagi Nicholas Holtam. Dia menjadi pendeta pertama di Inggris yang menikah. Bahkan Ratu Elizabeth hari ini menyetujui penunjukan pendeta ini sebagai Uskup Salisbury.

Holtam bertugas sebagai pendeta di Gereja Santo Martin dan selama lebih dari tiga dekade telah menikah dengan Helen, janda yang pernah menikah saat usia muda dan mantan suaminya pun masih hidup. Lelaki 56 tahun ini mengatakan, “Saya merasa terhormat diminta menjadi Uskup Salisbury,” katanya dalam pernyataan tertulis. Ayah empat anak yang sudah beranjak dewasa ini juga dinggap sebagai pendeta yang memberi inspirasi karena menjadikan Gereja Santo Martin sebagai tempat berlindung para tunawisma. Ia juga berhasil mendapatkan dana 36 juta poundsterling untuk memperbaiki gereja itu. Ia menyatakan akan berupaya menarik orang-orang untuk dekat kepada Tuhan dan mengakui Dia.

Meskipun begitu, ada kelompok penentang yang mengkritik pengangkatan Holtam sebagai uskup. Bahkan ada yang menyamakannya sebagai penunjukan seorang homoseksual sebagai uskup. Karena masalah ini, uskup konservatif dan liberal terbelah. Isu ini menjadi gunjingan yang hangat setelah Holtam dipilih sebagai uskup awal tahun ini.