Gereja Di Kuansing – Riau Dibakar

Situasi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kian mencekam. Kerusuhan yang dipicu pelemparan bom molotov di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kuantan Singingi meluas, bahkan terjadi pembakaran atas sebuah gereja.

Kerusuhan ini terjadi karena massa pendukung salah satu pasangan calon kepala daerah tidak puas dengan hasil perhitungan suara sementara pemilu. Selain gereja massa tersebut juga menyerang rumah pejabat, dan rumah penduduk pendukung lawan calon mereka.

Untuk mengamankan situasi, sekitar 600 personil polisi sudah diturunkan. Yang terdiri dari Brimob sekitar 170 personil dan ditambah satu Satuan Setingkat Kompi dari Polda. Seluruhnya sekitar 600 personil.

Pemilu kepala daerah Kuangsing diikuti dua pasangan calon. Yang pertama adalah Bupati Kuansing saat ini, Sukarmis, yang berpasangan dengan Zulkifli. Pasangan ini dikenal dengan sebutan ‘Suzuki’. Yang kedua adalah Wakil Bupati Kuansing saat ini, Mursini, yang berpasangan dengan Gumpita, anggota DPRD Riau.

*Sebuah berita yang sangat menarik, dalam hal ini meskipun pembakaran gereja terjadi bukan karena konflik sara namun semua pihak hanya diam saja. Bandingkan jika sebuah rumah ibadah penduduk mayoritas yang terbakar, berbagai pihak akan marah dan saling mengecam, bahkan sangat mungkin terjadi berbagai demonstrasi atau kerusuhan. Sebuah bukti lain deskriminasi atas kaum minoritas ?