Mencari Hidup Kekal Melalui Teknologi

Sebagian ilmuwan sedang berusaha keras mencari hidup yang kekal melalui teknologi. Salah satu jalan yang ditempuh adalah melalui GENETIKA. Google telah mendanai suatu perusahaan bernama Calico (California Life Company) untuk menyembuhkan usia tua. Larry Page, pendiri Google, percaya bahwa manusia tidak perlu mulai mati begitu mencapai umur 80an (“Larry Page Lists 5 Things That Google Will Conquer,” Business Insider, 15 Mei 2014). Larry Ellison, Direktur Utama dari Oracle dan orang kelima terkaya di dunia, mengatakan, “Kematian membuat saya sangat marah,” jadi dia mendirikan Ellison Foundation untuk menemukan cara mengalahkan kematian. Investor dana venture Paul Glenn, membantu mendanai Methuselah Foundation, yang mengklaim bahwa “orang pertama yang akan hidup mencapai 1000 tahun pastinya sedang hidup hari ini.”
Pendekatan lain adalah melalui AVATAR. Tujuannya adalah untuk mem-“back-up” informasi genetika seseorang ke dalam komputer-komputer, dan men-download-nya ke dalam avatar-avatar bionik. Ini adalah pendekatan Dmitry Itskov, seorang miliarder Rusia dan program 2045 Initiative-nya. Dia bermaksud untuk “menolong manusia mencapai imortalitas fisik dalam tiga dekade ke depan.”

Pendekatan lain adalah CRYONIC, yang membekukan tubuh manusia dengan harapan bahwa kemajuan teknologi di masa depan akan memungkinkan membangkitkan dia lagi. “Dulu ini pernah eksklusif bagi para selebritis dan para miliarder, kini cyonic mulai berkembang di kalangan publik. Tiga orang staf senior di Oxford University telah mendaftarkan tubuh mereka sendiri untuk dibekukan” (“How Google’s Calico aims to fight aging and ‘solve death,’” CNN, 3 Okt. 2013).

Pendekatan lain untuk mendapatkan hidup yang kekal melalui teknologi adalah TRANSHUMANISME. Tujuannya adalah untuk menyatukan pikiran dan tubuh manusia dengan teknologi, yang akan memberikan padanya kekuatan-kekuatan manusia super, dan juga panjang umur. “Transhumanis membayangkan suatu hari ketika teknologi akan mengizinkan manusia menjadi sedemikian maju sehingga penyakit, kemiskinan, dan peperangan, pada esensinya telah dihapuskan” (“Transhumanists: Superhuman Powers and Life Extension,” End of the American Dream, 13 Mei 2014). Elemen-elemen transhumanisme termasuk transplantasi organ, nanobot, dan tungkai-tungkai bionik. Ray Kurzweil, seorang transhumanis, meminum 150 suplemen vitamin setiap hari “sebagai usaha untuk memperpanjang hidupnya hingga sautu hari teknologi untuk menambah panjang hidup bisa dikembangkan.”

Waktu akan membuktikan bahwa hidup yang kekal melalui teknologi adalah suatu angan-angan yang kosong. Alkitab merangkumkan masalah kematian dan kehidupan yang kekal dalam satu ayat, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23). Jika semua sumber daya dunia bisa difokuskan untuk menyelesaikan masalah kematian, proyek itu tetap akan gagal. Manusia bukan sekedar suatu mesin genetika yang dapat dijadikan cyborg atau diciptakan ulang sebagai suatu avatar; dia adalah jiwa yang hidup yang diciptakan menurut gambar Allah. Lebih jauh lagi, dia adalah jiwa yang sudah jatuh, memberontak terhadap Allah Penciptanya yang mengasihi, dan hasilnya adalah kematian, baik fisik maupun kekal. Dalam kemurahanNya yang maha besar, Allah telah membeli keselamatan bagi orang-orang berdosa, dengan bayaran kematian dan darah Kristus yang tercurah. Mereka yang bertobat dan percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat diberikan hadiah hidup yang kekal. “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yohanes 3:36).

Sumber : Graphe Ministry