Louie Giglio Dipaksa Mundur Karena Tentang Homoseksualitas

Gembala sidang Louie Giglio dipaksa untuk mengundurkan diri dari berkhotbah pada acara pengangkatan sumpah Presiden Obama, karena ia menentang homoseksualitas. Dalam sebuah khotbah yang ia sampaikan pada tahun 1990an yang berjudul “A Christian Response to Homosexuality,” Giglio berkata: “Homoseksualitas bukanlah suatu gaya hidup alternatif. Homoseksualitas bukanlah sekedar preferensi seksual. Homoseksualitas bukanlah gay. Homoseksualitas adalah dosa. Ia adalah dosa di mata Allah dan adalah dosa menurut Firman Allah.” Giglio juga mengatakan bahwa “pernikahan sesama jenis” akan “beresiko meruntuhkan semua tatanan masyarakat.”

Karena kata-katanya yang benar ini, para aktivis homoseksual yang membenci Alkitab menuntut agar dia tidak berkhotbah pada acara pengangkatan kembali presiden, dan Obama tampaknya setuju, karena komite pengangkatan mencabut undangan mereka. Kekuatan gerakan homoseksual yang semakin berkembang terlihat jelas karena empat tahun lalu mereka tidak mampu menghentikan Rick Warren untuk berkhotbah pada acara pengangkatan pertama Obama, walaupun mereka mencobanya untuk alasan yang sama dengan penentangan mereka terhadap Giglio.

Baik Giglio maupun Warren bukanlah pembela Alkitab yang kuat, terbukti mereka bahkan mendapat undangan, tetapi penentangan yang hebat bahkan terhadap para pengkhotbah rock & roll, ekumenis, seperti mereka ini, memperlihatkan irrasionalitas dan intoleransi dari agenda homoseksual. Dan mengapakah musuh-musuh kebenaran begitu berkuasa hari ini? Karena para pengkhotbah di atas mimbar tidak menyerukan takut akan Allah dengan cara yang alkitabiah dan oleh karena itu telah memenuhi negeri dengan orang-orang Kristen KTP, dan hal ini menempatkan bangsa di bawah kutuk Allah.

Solusinya adalah agar umat yang percaya Allah benar-benar memperhatikan kehidupan individu, keluarga, dan gerejawi mereka sehingga Allah memberkati bukannya mengutuk Kita perlu melupakan politik dan menjadi serius dalam menaati Firman Allah. “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2 Taw. 7:14).

Sumber: Way of Life