Membalas Kejahatan dengan Kebaikan

nelson_mandela

Nelson Mandela asal Afrika Selatan ketika di dalam penjara. Sipir penjara sering menyiksa dirinya. Bahkan yang tak akan dilupakan Mandela ketika ia disiksa dengan cara digantung terbalik sambil dikencingi oleh sipir tersebut.

Mandela menyimpan perkara ini di dalam hatinya. Tetapi ketika Mandela dibebaskan & kemudian terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan, maka ia menyuruh ajudannya untuk mencari sipir penjara yang sering menyiksanya tersebut & membawanya ke hadapan Mandela.

Sipir tersebut sangat ketakutan, ia berpikir Mandela akan membalas dendam dengan menghukum balik dirinya. Tetapi apa yang terjadi, tidak demikian. Dengan tulus Mandela justru memaafkan & mengampuni sipir penjara tersebut.

Ia memeluk sipir tersebut sambil berkata: “Hal pertama yang kulakukan ketika menjadi Presiden adalah memaafkanmu.”

Ada quote dari Bernard Meltzer:
Ketika Anda memaafkan, memang Anda tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi Anda yakin bisa mengubah masa depan.

Memang tidaklah mudah memaafkan orangg yang menyakiti kita. Bahkan boleh dikatakan mustahil untuk mengampuni orang yang sangat jahat kepada kita. Tetapi kita bisa bukan karena kita bisa. Kita bisa mengampuni karena Kristus sudah menang. Kemenangan Kristus adalah kemenangan kita.

Sehingga ketika kita disakiti, bukan kita balas dengan kejahatan. Bukan pula kita pasif & diam saja. Tetapi Tuhan menyuruh kita aktif membalas kejahatan dengan kebaikan. Luar biasa nasehat Firman Tuhan.

📖 Roma 12:21
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Sumber: Renungan Embun Pagi – Edisi 1120, Jumat, 14 Feb 2020