GPS Burung Merpati

Penyelidikan-penyelidikan baru telah menunjukkan bahwa neuron-neuron dalam otak burung merpati mengandung kode arah medan magnet bumi, “memberikan burung-burung tersebut sistem GPS internal yang alami” (“Neurons in Bird Brains Encode Earth’s Magnetic Field,” Popular Science, 26 April 2012).

Penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuwan di Baylor College of Medicine ini menggunakan penanda gen untuk mengidentifikasi kapan neuron-neuron teraktivasi sebagai respons terhadap sinyal-sinyal magnet artifisial yang dibuat mirip dengan medang magnet bumi. Intelijensi yang diperlukan untuk mendesain sistem biologis seperti ini sungguhlah tidak dapat dibayangkan. Apakah yang diketahui oleh “seleksi alam” tentang medan magnet? Bahkan jika ada sesuatu yang bisa disebut “seleksi alam,” proses ini hanya dapat menyeleksi dari kumpulan sifat genetik yang sudah ada, dan tidak memiliki kuasa untuk menciptakan.

Saya (penulis way of live) telah melakukan riset di banyak sekali museum-museum sejarah yang penting di Amerika Utara, Inggris, Eropa, dan Australia, dan tidak ada setitik pun bukti ilmiah yang sudah mapan bahwa burung berevolusi. Pada kenyataannya, segala sesuatu tentang burung merpati adalah bukti adanya Pencipta yang Mahakuasa. Betapa sungguh konyol untuk berpikir bahwa burung yang dapat hidup, bernafas, melihat, berpikir, terbang, dan berkembang biak, dapat jadi demikian karena “berevolusi.” Segala sesuatu tentang makhluk yang luar biasa ini – mulai dari sel-sel hidupnya hingga ke bulunya dan sistem pernafasannya yang unik – menyerukan “Pencipta, Pencipta, Pencipta!”

Benarlah yang dikatakan Alkitab, “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Roma 1:20).

Sumber: Way of Life / Graphe Ministry / STT GITS