Memahami Efesus 1:4

Dewasa ini, ada beberapa paham doktrin keselamatan yang banyak beredar di dalam Kekristenan. Salah satu paham yang beredar adalah paham Kalvinisme. Pembahasan mengenai pengajaran Kalvinisme akan memakan waktu dan lembaran yang lebih banyak, oleh sebab itu di dalam artikel ini, penulis ingin mengajak para pembaca untuk berfokus pada satu tema yaitu penentuan Allah yang tanpa syarat (Unconditional Election) yang menyebabkan sebagian orang masuk sorga dan sebagian lagi masuk neraka.

Kalvinis mempercayai bahwa di dalam minus tak terhingga, Allah telah mengatur segala sesuatu dalam dekrit-Nya, termasuk perbuatan baik dan jahat, bahkan dalam dekrit-Nya Allah juga telah menentukan sebagian orang untuk masuk sorga dan sebagian lagi untuk masuk neraka tanpa melihat sesuatu pada orang tersebut (termasuk iman). Hal ini jelas telah merusak citra Allah sebagai pribadi yang Maha Kudus, karena Allah ternyata adalah penyebab dari segala sesuatu termasuk dosa.

Di dalam usaha untuk mempertahankan pengajarannya, para sarjana kalvinis menemukan salah satu ayat di dalam Alkitab yang dianggap dapat mendukung pandangannya bahwa Allah telah menentukan sebagian orang untuk masuk sorga dan sebagian lagi untuk masuk neraka.

Mereka mengutip Efesus 1:4 yang berbunyi, “sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”

Kalvinis sangat berfokus pada kalimat yang ditebalkan, mereka berkata bahwa pemilihan sebagian orang untuk bersatu dengan Kristus (tanpa syarat) terjadi sebelum dunia dijadikan.

Ada beberapa kelemahan dari pandangan Kalvinis terhadap Efesus 1:4, di antaranya:

1. Kalvinis tidak membaca text tersebut dengan tepat.
Ef 1:4 berbunyi, “sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Jadi pemilihan tersebut supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya, bukan supaya kita diselamatkan.

Penentuan ini bukan penentuan agar seseorang diselamatkan, namun ini adalah penentuan untuk berkat-berkat keselamatan. Yesus Kristus adalah pribadi yang telah dipilih oleh Allah (Mat 12:18), Ia adalah pribadi yang kudus dan tak bercacat, oleh sebab itu, setiap orang yang berada di dalam Dia juga merupakan orang pilihan, kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

2. Kalvinis tidak memperdulikan kalimat “di dalam Dia.”
Kalimat ini memberikan indikasi bahwa pemilihan memiliki syarat. Paulus tidak berkata bahwa setiap orang dipilih ke dalam Dia, namun Paulus berkata bahwa setiap orang dipilih di dalam Dia. Paulus berkata bahwa seseorang dapat berada di dalam Dia jika ia percaya kepada-Nya (Filipi 3:9). Jadi di dalam kekekalan, Allah telah melihat jauh ke depan (hal ini tidak mengherankan karena Ia memiliki pra-pengetahuan (1 Pet 1:2, orang-orang yang dipilih menurut pra-pengetahuan Allah Bapa, KJV), siapa saja orang-orang yang akan percaya kepada Yesus Kristus, dan mereka yang percaya telah dipilih Allah sebelum dunia dijadikan.

3. Seandainya apa yang dipercayai oleh Kalvinis benar, maka ini akan menimbulkan sebuah persoalan yang rumit. Jika benar bahwa Allah sejak minus tak terhingga telah menentukan sebagian orang tanpa syarat untuk berada di dalam Dia atau untuk bersatu dengan Dia, maka orang-orang pilihan merupakan orang-orang yang sudah diselamatkan, bahkan mereka adalah anak-anak Allah dari sejak minus tak terhingga. Tidak ada waktu di mana Allah tidak mengasihi mereka karena mereka adalah anak-anak Allah. Bagaimana hal ini bisa sinkron dengan fakta Alkitab yang menyatakan bahwa orang-orang percaya dahulu adalah orang-orang yang mati di dalam dosa, mereka adalah orang-orang yang harus di murkai Allah (Efesus 2:1-3), mereka adalah orang-orang yang dulunya hidup tanpa pengharapan dan tanpa Allah (Efesus 2:12), sedangkan Kalvinis berpendapat bahwa mereka telah berada di dalam Dia dengan tanpa syarat sejak minus tak terhingga, mereka seharusnya memiliki pengharapan karena mereka orang-orang pilihan, mereka seharusnya hidup bersama Allah bukan hidup tanpa Allah karena mereka telah menjadi anak-anak-Nya, mereka seharusnya bukan orang yang dimurkai oleh Allah.

Timbul permasalahan yang sangat rumit jika mengikuti apa yang diajarkan oleh Kalvinis. Banyak pengajaran di dalam dunia Kekristenan yang harus dicermati lebih dalam lagi agar dapat mengetahui apakah pengajaran tersebut Alkitabiah atau tidak. Jika tidak Alkitabiah maka untuk apa orang-orang masih perlu mengikuti pengajaran tersebut?

Jika anda berdomisili di Pontianak atau memiliki pertanyaan seputar Kekristenan, anda bisa menghubungi Ev. Tomi Samusi di nomor telepon 0822 5413 4300. Tuhan Yesus memberkati, Maranata.

Ditulis oleh Ev. Tomi Samusi