Memahami 1 Raja – Raja 15:33, 1 Raja – Raja 16:6-8 dan 2 Tawarikh 16:1

pertanyaan-kontradiksi-alkitab

Permasalahan: 1 Raja – Raja 15:33 memberitahukan bahwa Baesa memulai pemerintahannya pada tahun ke 3 dari pemerintahan Asa dan memerintah selama 24 tahun. 1 Raja – Raja 16:8 memberitahu bahwa Baesa mati pada tahun yang ke 26 pemerintahan Asa (tidak ada permasalahan di sini. Tahun pertama Baesa adalah sama dengan tahun ke tiga dari Asa kemudian ditambah dengan 23 tahun sisa pemerintahan Baesa maka tahun ke 24 Baesa adalah tahun ke 26 Asa). Tapi di dalam 2 Tawarikh 16:1 mengatakan bahwa pada tahun ke 36 pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda. Apakah terjadi kesalahan di antara ke 3 perikop ini?

Penyelesaian: Solusinya terdapat pada 2 Tawarikh 16:1, frase “36 tahun pemerintahan Asa.” 36 tahun bukan mengacu kepada waktu pemerintahan personal dari Asa tetapi mengacu kepada waktu kerajaan Israel terbagi menjadi 2 (perhitungan 36 tahun dimulai dari saat kerajaan itu terbagi menjadi 2). Jadi, Baesa menyerang Yehuda pada tahun ke 36 dari kerajaan Yehuda. Tahun ke 36 dari kerajaan Yehuda adalah tahun ke 16 dari pemerintahan Asa. Hal ini dapat diketahui karena Rehabeam memerintah selama 17 tahun (2 Taw 12:13), kemudian Abia memerintah selama 3 tahun (2 taw 13:2), maka seharusnya pada tahun 16 Asa sama dengan tahun ke 36 dari kerajaan Yehuda (17+3+16=36).

Kata “pemerintahan” di dalam 2 Tawarikh 16:1 berasal dari bahasa Ibrani Malkuth. Kata Malkuth dapat diterjemahkan menjadi “kerajaan” (bandingkan 2 Tawarikh 1:1 seharusnya diterjemahkan menjadi “Salomo anak Daud memperkuat kerajaannya,” 2 Taw 11:17, 2 Taw 20:30). Kata yang sama juga dapat mengacu kepada pemerintahan personal dari seorang raja (2 Taw 15:10). Jadi, kata Malkuth dapat mengacu kepada kerajaan dan juga dapat mengacu kepada pemerintahan seorang raja, oleh sebab itu, maka 2 Tawarikh 16:1, kata Malkuth seharusnya mengacu kepada “kerajaan” bukan pemerintahan Asa.

Jadi tidak ada kesalahan di sini, ke tiga perikop ini benar.

Ditulis oleh : Ev. Tommy Samusi