Makna Pohon Terang

pohon TerangMengapa ada pohon terang diperayaan Natal? Sejarah tidak mencatat kapan persisnya pohon Natal itu muncul. Namun ada makna dibalik pohon Natal tersebut. Ada beberapa kelompok menuduh bahwa kekristenan menyembah dewa pohon, tetapi tidak ada data sejarah yang mendukung hal itu. Tidak ada bukti sejarah bahwa Pohon Natal berhubungan dengan penyembahan berhala.

Beberapa penulis berpendapat bahwa pohon natal pertama diadakan oleh Bonaface, misionaris inggris yang pergi ke jerman pada abad kedelapan. Menurut dugaan dia menggantikan pengorbanan pohon Oak Dewa Odin dengan pohon cemara yang dihiasi sebagai penghormatan kepada Kristus. Beberapa sejarawan juga mengklaim bahwa Martin Lutherlah yang pertama memperkenalkan pohon natal yang diterangi oleh lilin (John MacArthur, Six ways satan stealing Christmas).

Tidak penting siapakah yang memulai menggunakan Pohon Terang dalam sejarah Natal, yang pasti tidak ada bukti yang sahih yang menunjukan bahwa Pohon Terang berhubungan dengan pengyembahan berhala. Yang bisa kita lakukan adalah mencari tahu apa arti dan makna dibalik Pohon yang memancarkan terang diperayaan natal kristiani.

Mengapa ada pohon terang dalam perayaan natal? Apakah salah kita menaruh pohon terang dalam rumah atau di gereja pada momentum natal? Pohon Natal adalah jenis pohon Den (tanne baum) yang melambangkan kekekalan atau keabadian.

Dalam iklim 4 musim seperti di Eropa dan Amerika dimana umumnya pohon-pohon mengalami perubahan sesuai dengan iklim yang terjadi, yaitu musim salju (pohon gundul), musim semi (pohon mulai bertunas), musim kemarau (pohon daunnya berbunga), musim gugur (pohon daunnya berguguran).

Namun tidak demikian halnya dengan pohon Den. Pohon Den merupakan pohon yang tetap hijau sepanjang ke-4 musim itu. Ini menunjukan simbol kekekalan di tengah ketidakkekalan pohon-pohon lain, dan kemudian dijadikan lambang bahwa kebenaran Tuhan Yesus menggambarkan ajaran yang kekal dan abadi di tengah dunia yang berubah-ubah dan tidak kekal. Karena pohon Den adalah lambang atau simbol kekekalan, maka modernisasi pohon natal dengan mengganti pohon Den dengan pohon yang lain,  dan bahan tertentu akan menghilangkan makna dan arti yang selama ini melekat pada Pohon Terang.

Sementara itu hiasan Natal berkembang kemudian pada abad ke-18, ketika itu umat Kristen di barat merasa tidak cukup lagi hanya dengan pohon Den, dan perlu ditambah dengan pernak-pernik serta asesoris lainnya. Sejak saat itu dan sampai hari ini suasana kesederhanaan Natal tertutup dengan pesta pora Natal dengan segalah hiasan dan pestanya yang mewah. Pada akhirnya Natal Kristus kehilangan arti dan maknanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order