Kisah Martir Sabina Wurmbrand

Jam 5 pagi mereka mendengar gedoran pada pintu dan segera mengetahui bahwa itu adlah razia polisi. Suami Sabina telah berada di dalam penjara, dan dia khawatir mengenai nasib anak laki-laki nya jika ia di tangkap juga. Jadi ketika polisi-polisi Romania menerobos masuk pagi-pagi hari itu, sambil berteriak dan mengintimidasi orang-orang di rumah itu, Sabina diam-diam berdoa dan menyerahkan diri nya dan keluarga nya kepada pemeliharaan Allah.

Mereka meminta,”Sabina Wurmbrand? Kami tahu kamu sedang menyembunyikan senjata-senjata disini. Beritahu kami dimana senjata-senjata itu!” Sebelum ia dapat menjelaskan, mereka membuka paksa rak-rak, mengosongkan lemari-lemari, menumpahkan semua isi nyadi atas lantai. Sambil tetap berteriak”Jadi, kamu tidak mau menunjukkan pada kami dimana senjata-senjata itu di sembunyikan? Kalau begitu kami akan menghancurkan tempat ini!”

Sabina berjuang untuk tetap tenang, hanya berkata,”Satu-satu nya senjata yang kami miliki di dalam rumah ini ada disini,” dan mengambil Alkitab dari bawah kaki mereka.

Petugas itu menjawab,”jika kamu tidak memberitahu saya kebenaran nya, kamu harus ikut kami untuk membuat pernyataan tentang senjata-senjata itu.”

Sabina meletakkan Alkitab di atas meja dan menjawab,”Tolong ijinkan kami beberapa menit unutk berdoa dan kemudian saya akan ikut kamu.”

Sambil Sabina dibawa keluar, ia berduka atas kehilangan ‘senjata’ nya, yakni Alkitab nya, tetapi memperoleh kekuatan mengetahui bahwa ia telah menyembunyikan perkataan-perkataan Alkitab di dalam hati nya, tempat dimana mereka tidak dapat menyita nya.

Hanya ada satu senjata menyerang yang terdaftar dalam ilustrasi perlengkapan perang orang kristen. Dalam surat Efesus, Paulus melist alat-alat pertahanan dalam iman Kristen, yang digambarkan dalam ketopang, baju zirah, ikat pinggang, perisai dan kasut. Bagaimanapun juga, ia hanya menyebut satu perlengkapan unutk menyerang: Firman Allah. Seperti layak nya seorang prajurit  yang bergantung pada pedang nya, begitu pula kita harus bergantung pada Kitab Suci untuk membersihkan jalan untuk keselamatan kita sendiri. Sedih nya, terlalu banyak orang Kristen ditinggalkan tidak berdaya dalam peperangan rohani. Mereka tidak menghafal Alkitab seperti Sabina, mereka tidak dapat mendapatkan kekuatan daripada nya. Jangan lagi menjadi korban peperangan rohani. Hunuslah pedangmu hari ini.

Sumber : graphe-ministry.org