Kehidupan Bersama Para Pembuat Undang-Undang yang Plin-Plan

Di awal abad ke-17 di Inggris, Samuel Oates, “seorang pengkhotbah yang sangat terkenal dan pendebat yang hebat, mengadakan perjalanan ke Essex, dan berkhotbah di beberapa bagian daerah itu, dan di salah satu negara-negara yang berdekatan, dan membaptis sejumlah besar orang”.

“Di antara ratusan orang yang telah dibaptis oleh Tuan Oates, seorang wanita muda, bernama Anne Martin, meninggal beberapa minggu setelah dibaptis; dan hal ini mereka persalahkan karena ia telah diselamkan di dalam air yang dingin. Demikianlah mereka memaksa para hakim untuk mengirim dia (Oates) ke penjara, dan membelenggu dia dengan besi layaknya seorang pembunuh, sampai sesi sidang berikutnya. Ia diadili di Chelmsford … banyak saksi kredibel didatangkan, dan … ibu dari wanita muda itu … bersaksi bahwa Almarhumah Anne Martin ada dalam kondisi yang lebih sehat selama beberapa hari setelah baptisannya dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Juri … mengumumkan putusan tidak bersalah …”. Namun, “begitu hebat rasa permusuhan terhadap Tuan Oates, sehingga ketika ia pergi ke Dunmow di Essex tidak berapa lama setelah peristiwa ini, beberapa orang menyeret dia keluar dari rumah tempat ia tinggal dan melemparkan ia ke dalam sungai, menyombongkan bahwa mereka telah secara menyeluruh menenggelamkan dia.”

“Mr. Henry Denne (pengkhotbah kontroversi lainnya) ditahan lagi pada bulan Juni … dan dimasukkan ke dalam penjara di Spalding di Lincolnshire, karena berkhotbah dan membaptis dengan cara selam.”

Kaum Baptis pastilah bersukacita ketika pada tanggal 4 Maret 1647, Lords and Commons (dewan kaum Bangsawan dan Tuan Tanah, semacam institusi DPR pada waktu itu) mengeluarkan sebuah deklarasi yang pada intinya, menyediakan kebebasan dalam berkeyakinan. Deklarasi itu berbunyi :

Nama Anabaptisme telah menderita banyak hinaan oleh karena opini-opini yang berlebihan dari beberapa kelompok yang menyandang nama Anabaptis di Jerman, yang berupaya untuk mengganggu pemerintahan, dan kedamaian semua negara, yang opini-opini dan praktek-prakteknya kami benci. Tetapi mengenai pendapat mereka yang menentang baptisan bayi, hal itu hanyalah sebuah perbedaan mengenai waktu pelaksanaan sebuah ordinansi, di mana di masa-masa lampau, seperti juga di masa ini, orang-orang terpelajar telah berbeda, baik dalam pendapat maupun praktek. Dan walaupun kita berharap agar semua orang dapat memuaskan dirinya masing-masing, dan bergabung bersama kami dalam penilaian dan praktek kami dalam hal ini; namun kami mengganggap cocok bahwa orang-orang seharusnya diyakinkan oleh firman Allah, dengan lembut dan penalaran, dan tidak boleh diperlakukan dengan cara pemaksaan dan kekerasan.

Namun kedamaian bagi kaum Baptis hanya berumur pendek; karena pada tanggal 2 Mei 1648, sebuah peraturan dari dewan kaum Bangsawan dan Tuan Tanah yang berkumpul di Perlemen, dikeluarkan untuk menghukum penghujatan dan bahwa baptisan bayi tidak sah, atau baptisan semacam itu tidak ada artinya, dan bahwa orang itu harus dibaptis lagi, dan oleh karena itu mereka membaptis orang yang sebelumnya telah dibaptis … (akan) diperintahkan untuk menyangkal semua kesalahan omongannya di depan jemaat banyak di tempat perbuatan tersebut dilakukan, dan kalau ia menolak, ia akan dimasukkan ke dalam penjara hingga ia membuat jaminan bahwa ia tidak akan menerbitkan atau mengatakan hal yang salah itu lagi.

Hari ini kita menyepelekkan kemerdekaan kita ! Kebebasan beragama di Amerika tidaklah dipegang di seluruh dunia. Marilah kita bersyukur kepada Allah karena kebebasan beragama dan berketetapan untuk menjaganya, apapun harganya.