Breaking News :

nothing found
February 2, 2023

Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

Church

Church

Kompromi terhadap kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental (bertambah perlahan).

Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi teguran terhadap dosa dan kesalahan, membangun khotbah-khotbah yang dangkal, mengurangi tuntutan dari Firman Allah, dan mulai menyepelekan hal-hal kecil dari kebenaran.

Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Semua tugas ini memerlukan sang gembala memberikan kata-kata dan peringatan yang jelas terhadap dosa dan kesalahan, tetapi gembala yang berkompromi lebih khawatir tentang tidak menyinggung manusia daripada setia kepada Allah, jadi ia secara perlahan-lahan melembutkan teguran-tegurannya untuk dicocokkan dengan sentimen manusia.

Dalam 20 tahun terakhir kita telah menyaksikan dikuranginya teguran berhubungan dengan fashion pakaian yang tidak sopan dan unisex, tato, musik kedagingan, psikologi self-esteem, kompromi Injil, dan begitu banyak hal lainnya. Bahkan peringatan yang jelas tentang neraka sudah menjadi jarang.

 

Editor : jika kita masih berada di bawah pimpinan gembala yang seperti ini maka iman kita sesungguhnya berada di area yang berbahaya. Renungkan dan camkanlah.

 

Sumber : www.wayoflife.org

Diterjemahkan oleh : Dr. Steven E. Liauw (graphe-ministry.org/articles)

Read Previous

Alasan Membaca Alkitab dan Bahaya Bagi yang Tidak Membaca Alkitab

Read Next

Pohon Ara