Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

Church

Kompromi terhadap kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental (bertambah perlahan).

Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi teguran terhadap dosa dan kesalahan, membangun khotbah-khotbah yang dangkal, mengurangi tuntutan dari Firman Allah, dan mulai menyepelekan hal-hal kecil dari kebenaran.

Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Semua tugas ini memerlukan sang gembala memberikan kata-kata dan peringatan yang jelas terhadap dosa dan kesalahan, tetapi gembala yang berkompromi lebih khawatir tentang tidak menyinggung manusia daripada setia kepada Allah, jadi ia secara perlahan-lahan melembutkan teguran-tegurannya untuk dicocokkan dengan sentimen manusia.

Dalam 20 tahun terakhir kita telah menyaksikan dikuranginya teguran berhubungan dengan fashion pakaian yang tidak sopan dan unisex, tato, musik kedagingan, psikologi self-esteem, kompromi Injil, dan begitu banyak hal lainnya. Bahkan peringatan yang jelas tentang neraka sudah menjadi jarang.

 

Editor : jika kita masih berada di bawah pimpinan gembala yang seperti ini maka iman kita sesungguhnya berada di area yang berbahaya. Renungkan dan camkanlah.

 

Sumber : www.wayoflife.org

Diterjemahkan oleh : Dr. Steven E. Liauw (graphe-ministry.org/articles)