Jika Yesus Datang Hari Ini

Di tepi Danau Como, Italia, ada sebuah vila tua yang sangat bagus. Bertahun-tahun, vila itu dirawat begitu baik oleh seorang tukang kebun tua yang tepercaya. Seorang wisatawan yang berkunjung bertanya kepada sang tukang kebun, “Tentu pemilik vila ini kerap kemari untuk mengawasi pekerjaan Anda.” Si tukang kebun menjawab, “Tidak, Tuan. Pemilik vila ini baru sekali datang kemari, lima belas tahun yang lalu. Sejak itu saya belum berjumpa lagi dengannya.” Wisatawan itu memuji tukang kebun itu. “Ini benar-benar mengagumkan. Tak seorang pun mengawasi Anda bekerja, tetapi Anda melakukannya dengan baik seolah-olah Anda berharap pemiliknya akan datang esok pagi.” Si tukang kebun menyahut cepat, “Bukan esok pagi, tetapi hari ini!”

Sebagai orang kristiani, semestinya kita belajar dari tukang kebun yang setia itu. Semestinya kita menjalani hidup seolah-olah Tuhan Yesus segera datang kembali. Bukan tahun yang akan datang, bukan bulan depan, bukan minggu depan, bukan juga besok pagi, tetapi hari ini!

Andaikata kita menjalani kehidupan seolah-olah Tuhan Yesus datang hari ini, kita pasti akan bertanggung jawab atas hidup kita. Tak ada lagi kompromi dengan dosa. Tak ada lagi hidup yang suam. Tak ada lagi waktu terbuang sia-sia. Kita akan menata waktu untuk menghasilkan lebih banyak lagi buah bagi kemuliaan-Nya.

Tak seorang pun tahu kapan Tuhan Yesus datang kedua kali. Bisa jadi tahun depan, bulan depan, minggu depan, esok, atau bahkan hari ini. Karena kita tidak tahu kapan Dia akan datang, alangkah bijaksana jika kita berjaga-jaga dan menjalani hidup seolah-olah hari ini Sang Mempelai akan menjemput pasangan-Nya

 

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya (Matius 25:13)

Jalanilah hidupmu seakan Tuhan Yesus akan datang hari ini.