Imam Muslim Pakistan Mau Melarang Perikop Alkitab Tertentu

Dikutip dari CNSNews.com, 1 Juni 2011 dalam berita yang berjudul “Pakistani Muslim Clerics”, sekelompok imam yang radikal di Pakistan, ingin agar Mahkamah Agung negara tersebut mendeklarasikan perikop-perikop tertentu dalam Alkitab sebagai penghujatan. Karena perikop-perikop ini menggambarkan dosa tokoh-tokoh Alkitab tertentu yang dianggap nabi dalam Islam oleh orang-orang Muslim.

Jika pengadilan tidak melakukan hal ini, mereka katakan, maka para pengacara mereka akan mengajukan agar Alkitab dilarang di Pakistan. Pemimpin inisiatif ini, Abdul Rauf Farooqi, dan imam-imam lain dalam kampanye ini, ingin agar pengadilan tertinggi di Pakistan mendeklarasikan perikop-perikop Alkitab tertentu sebagai penghujatan.

Pernyataan-pernyataan Alkitab bahwa Yesus adalah Allah, bahwa Dia mati dan bangkit dari antara orang mati, bahwa keselamatan hanyalah melalui namaNya, semuanya bertentangan dengan pengajaran Islam. Pernyataan-pertanyaan ini, bisa saja dilihat oleh orang Muslim sebagai menghujat – baik itu terhadap Qur’an, dan secara tidak langsung terhadap Muhammad, yang orang Islam percayai menerima wahyu tanpa salah dari Allah.

Hukum penghujatan di Pakistan memiliki pasal (295-C) yang mengancamkan penjara seumur hidup atau hukuman mati bagi yang menjelekkan nama Muhammad, ‘dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan, atau melalui representasi visual atau imputasi apapun, sindiran, baik langsung maupun tidak langsung.’

Pada tahun 2006, seorang analis dan penulis Pakistan yang terkenal, Khaled Ahmed, memperingatkan bahwa para radikal bisa saja menargetkan Alkitab melalui isu penghujatan. Partai JUI-S-nya Farooqi, pecahan dari partai agamawi lainnya, JUI, berhubungan dekat dengan organisasi-organisasi jihad termasuk Taliban. Pendirinya, Sami-ul-Haq, mengepalai sebuah madrassah yang mendidik tokoh-tokoh Taliban penting, termasuk Mullah Omar.

Alkitab memang menggambarkan dosa daud yang berzinah,  merampas betsyeba dari suaminya dan membunuh suami betsyeba, menggambarkan juga Salomo yang memiliki istri banyak. Seringkali hal ini menjadi sebuah serangan bagi umat kristen dari agama lain. Padahal sebenarnya ini membuktikan bahwa Alkitab sebagai Firman Allah adalah jujur, menyatakan mana yang benar dan mana yang salah.

Daud melakukan dosa dan akhirnya membawa malapetaka bagi dirinya, anaknya laki-laki memperkosa anaknya perempuan, anaknya absalom hendak membunuhnya. Salomo oleh karena poligami akhirnya menyimpang dari cara hidup yang benar.

Sebuah kisah yang Allah perintahkan hambaNya tuliskan agar tidak ditiru oleh umatNya di zaman sesudahnya. Sungguh bagi mereka yang menghargai Alkitab adalah Firman Allah, Alkitab adalah sebuah buku petunjuk / standar moral tertinggi di dunia.

Sumber : graphe ministry / way of life / CNS News