Gereja Senegal Dibakar

Dikutip dari Republika Senin, 27 Juni 2011 dalam berita yang berjudul “Lawan Kristenisasi, Massa di Senegal Bakar Gereja”. Sebanyak seratus pemuda membakar sebuah gereja di Jehovah. Tidak hanya itu, mereka juga membakar sebuah bar yang terletak di ibukota Senegal. Kejadian tersebut yang terburuk di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Jurubicara Asosiasi Imam wilayah setempat, Thierno Mbeugne mengatakan bahwa Imam konservatif di distrik Dakar meminta kepada para pemuda setempat untuk melakukan aksi pada Ahad guna melawan apa yang mereka nilai sebagai “perlawanan terhadap agresi kepercayaan mereka.”

Mereka kemudian menjadikan gereja sebagai sasaran, karena mereka mengklaim bahwa anggota gereja itu menyiarkan agama Kristen, sementara sebuah bar menjual minuman-minuman beralkohol.

Ia melanjutkan, pemimpin umat Islam tidak mendukung aksi kekerasan yang dilakukan para pemuda Muslim tersebut, “tetapi mereka menilai tindakan pemuda Muslim itu adalah tepat”, yakni menghancurkan gereja dan bar.

Salah satu dari seratus pemuda Muslim itu, Mame Faye, 24 tahun, menjelaskan bahwa aksi massa dikonsentrasikan di Gereja saat para jamaah sedang melakukan ibadah, sebelum berlanjut ke sebuah bar.

Sedangkan saksi lainnya, mengatakan bahwa seratus pengunjuk rasa merangsek masuk ke bar dan meminum kaleng bir. Mereka kemudian mengosongkan barang-barang yang ada di dalam bar tersebut, dan melemparnya keluar, seperti kulkas, AC dan perabotan lainnya. Mereka kemudian membakarnya.

Seorang dokter yang berbicara dari kondisi yang berlawanan, karena ia tidak memiliki kewenangan untuk berbicara kepada media, mengatakan bahwa pihaknya telah merawat sedikitnya 37 orang, termasuk mereka yang terluka dari pihak kepolisian. Salah satu dari mereka mengalami luka di kepala. Pihak kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi unjuk rasa tersebut.

Mbeugne mengklaim bahwa pemimpin agama (Kristen) di wilayah itu mencoba untuk melakukan kristenisasi kepada warga setempat. Ia menambahkan, upaya kristenisasi itu dilakukan, dengan berkedok mengajari warga setempat bahasa Inggris. Tidak hanya itu, mereka juga membagikan salib dan literatur saksi-saksi Jehovah.

Bukankah setiap umat beragama berhak membagikan iman nya dengan orang lain ? Islam, Buddha,  Hindu dan agama lain pun melakukan hal ini. Lihat saja pada sejarah penyebaran agama.

Jika sebuah rumah ibadah suatu agama dibakar oleh kalangan yang mengatasnamakan agama tertentu seharusnya kalangan tersebut mendapat pertanyaan, “Bukankah agama yang baik mengajarkan umatnya untuk berbuat baik pada setiap orang ?”