Gereja dan Sejarahnya

Sebagai orang Kristen, pernahkah anda memikirkan bagaimana awalnya gereja bisa ada di muka bumi ini, sehingga anda sekarang ada dan bersekutu di dalamnya? Tentu ada banyak sekali orang yang tidak mengetahui hal itu. Saya menemukan ada banyak orang yang menjadi orang Kristen hanya sekedar ikut-ikutan, atau karena Kristen keturunan dari orang tuanya. Sehingga tidak pernah terlintas dalam pikirannya tentang sejarah gereja pada mulanya, sekalipun dia saat ini ada di sebuah gereja. Oleh sebab itulah di tiap-tiap edisi, akan selalu disajikan sejarah-sejarah dari gereja-gereja dan para tokoh yang berperan penting di dalamnya. Untuk edisi perdana, kita akan memulainya dari awal lahirnya gereja di muka bumi ini.

Gereja adalah tubuh Tuhan yang Tuhan dirikan untuk menjadi tiang penopang, yang akan menopang kebenaran. Sebuah organisasi yang dibentuk untuk mengorganisir orang-orang percaya, memelihara pertumbuhan iman, bersaksi akan Kristus, bersekutu dan melayani dunia! Oleh sebab itu, sejak gereja didirikan, ada tugas dan tanggung jawab yang dipikul oleh gereja agar gereja tersebut bisa menopang kebenaran.

Waktu Tuhan Yesus mendirikan gereja, Dia berkata; “… Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat. 16:18b) Tuhan ingin agar gereja menjadi tempat bagi seseorang untuk mendapatkan kebenaran. Itulah sebabnya sebuah gereja harus bisa menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran. (1 Tim. 3:15).

Lebih jauh tentang gereja mula-mula, kita mendapatkannya dari Alkitab sendiri. Sejak Yohanes Pembaptis tampil selama kurang lebih dua setengah tahun, dia menyerukan pertobatan bagi orang berdosa, sebelum akhirnya mati martir dengan dipenggal kepalanya oleh Herodes (Markus 6:14-29). Sejak itu dimulailah proses pendirian jemaat lokal di muka bumi dengan Tuhan Yesus yang menjadi gembala jemaat mula-mula dengan 12 murid pertama.

Setelah menggembalakan jemaat dengan penuh tantangan dan rintangan yang tidak sedikit selama kurang lebih tiga setengah tahun, Tuhan Yesus mati, kemudian bangkit dan naik ke surga. Ketika Tuhan Yesus naik ke surga, Dia menyerahkan tugas penggembalaan itu kepada Rasul Petrus. (Yoh. 21:15-19). Dari jemaat pertama inilah gereja berkembang pesat ke seluruh dunia. Dimulai dengan hari Pentakosta (hari ke lima puluh setelah Tuhan Yesus disalibkan di bukit Golgota), di mana Petrus berkhotbah dan kurang lebih 3000 orang bertobat. (Kis. 2:41). Rasul Petrus melayani dan mengembangkan pemberitaan Injil sampai sekitar tahun 64 AD, sebelum akhirnya mati martir. Menurut tradisi, Rasul Petrus mati dibunuh oleh Kaisar Nero. Dikisahkan dia dibunuh dengan cara disalibkan dengan posisi kepala di bagian bawah.

Selanjutnya setelah masa itu, penganiayaan terhadap jemaat Tuhan terus terjadi, jemaat terserak ke berbagai wilayah di timur tengah sana. Tetapi hal itu justru semakin membuat orang-orang percaya semakin giat memberitakan kebenaran di tempat di mana mereka terusir. (Kis. 8:1-3)

Akhirnya muncullah Rasul Paulus, seorang yang merupakan penggagas penganiayaan di Yerusalem, yang mana memakan korban seperti Stefanus (Kis. 7:54-8:3). Paulus, penganiaya yang akhirnya bertobat. (Kis. 9). Paulus adalah salah satu rasul yang sangat giat dan gigih dalam pendirian jemaat lokal, sebelum akhirnya menurut tradisi dia dihukum mati di Roma oleh kaisar Nero dengan dipenggal kepalanya sekitar tahun 68 AD. Setelah mendirikan jemaat dengan begitu gigih, tanpa memikirkan kepentingan dirinya, termasuk saat dipenjarakan berkali-kali, akhirnya dia menemui penyelamatnya di surga sana!

Sekitar tahun 69, timbullah revolusi yang diprakarsai oleh golongan Zelot dengan melakukan perlawanan sengit melawan penguasa Romawi. Akhirnya Vespasianus, panglima perang Romawi saat itu, mengirim Jenderal Titus, putranya, untuk memadamkan pemberontakan ini. Akhirnya tentara Romawi mengepung Yerusalem dan meratakannya dengan tanah pada tahun 70 AD. Demikianlah Bait Allah yang megah yang merupakan kebanggaan orang Yahudi ikut menjadi sasaran tentara Romawi. Sekaligus menggenapi nubuatan Tuhan Yesus 40 tahun sebelum semuanya itu menjadi kenyataan. (Mat. 24:1-2).

Sejak itu, seluruh kekristenan juga kena imbasnya, mereka terserak sampai ke seluruh wilayah Asia, bahkan Eropa. Dalam surat-suratnya, Paulus banyak menyebut nama-nama jemaat yang telah berdiri pada saat itu: Efesus, Kolose, Hierapolis, Laodikia, Troas, Miletus, pontus, Kapodikia, Bitinia, seluruh wilayah Makedonia, Galatia dan banyak lagi yang lain. Rasul Yohanes dalam surat Wahyunya juga menyebut tujuh jemaat di Asia kecil; Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, Laodikia. (Wah. 2 & 3).

Menurut tradisi Rasul Yohanes pernah menggembalakan jemaat di Efesus, membangunnya hingga masa keemasannya pada tahun 90-an AD. Tetapi tradisi mengungkapkan pada akhirnya Rasul Yohanes ditangkap, dicoba dibunuh dengan memasukkannya ke dalam minyak yang panas, namun ia tidak mati. Akhirnya dia diasingkan ke sebuah pulau yang disebut Patmos. Akhirnya dia mati dengan umur yang cukup tua di sana.

Tradisi juga mengungkapkan Rasul Thomas sampai ke India, sebelum akhirnya juga mati martir di ujung mata tombak dari orang yang menentang Injil yang diberitakannya. Akhirnya pada akhir abad pertama, Injil telah disampaikan di Afrika utara, Spanyol dan seluruh Asia. Saat itu juga muncul pusat-pusat kekristenan di Aleksandria dan Antiokhia. Demikianlah sejarah jemaat mula-mula didirikan, sehingga dengan perjuangan para tokoh-tokoh yang begitu gigih, jemaat Kristus bisa eksis hingga sekarang ini.

[Tumbur Lumban Raja, Buletin Rajawali/1/Sep-Okt 2006. Dari berbagai sumber]