Dipenjara Karena Menginjil

Menginjil di dalam sebuah negara berdasarkan hukum islam adalah sebuah kejahatan, kali ini seorang Kristen telah dijatuhi hukum dua tahun penjara oleh Pengadilan Revolusioner di Teheran.

Leila Mohammadi menerima hukuman setelah menghabiskan waktu lima bulan di penjara Evin yang terkenal, seperti dirilis berita Mohabat. Mohammadi dihukum karena dianggap telah melakukan propaganda dan membentuk apa yang disebut gereja rumah. Tindakan inilah yang dianggap sebagai penghinaan terhadap tokoh-tokoh suci dan bahkan dipandang membahayakan keamanan nasional.

Mewartakan Injil, berita sukacita yang sudah menjadi kewajiban dakwah umat kristiani itu oleh pemerintah Iran dianggap mengancam negara. Sejajar dengan kejahatan-kejahatan kelas besar seperti terorisme.

Mohammadi pertama kali ditangkap setelah agen keamanan menggerebek rumahnya pada 30 Juli 2011 lalu di Kianshahr, timur Teheran. Setelah menemukan rumah Mohammadi dan menyita beberapa barang miliknya, Mohammadi dibawa ke Pusat Penitipan Horr yang kemudian dipindahkan lagi ke ke penjara Evin.

Di negara-negara timur tengah apabila berpindah keyakinan dari muslim menjadi kristen, berkumpul mengadakan kebaktian dan menginjil adalah sebuah kejahatan. Sangat bertolak belakang dengan negara kristen, di mana setiap orang memiliki hak asasi untuk dapat beribadah dengan layak. Namun, sudah sepantasnya kita mengasihi mereka yang menolak Allah dengan memberitakan FirmanNya yang benar. Sudahkah anda menginjil selagi masih ada kesempatan ?

Sumber: Reformata