Pemerintah Chechnya Setujui Pembunuhan Demi Kehormatan

Berikut ini disadur dari “Chechen Women in Mortal Fear as President Backs Islamic Honor Killings,” Washington Times, 29 April 2012: Pemerintah Chechnya kini secara terbuka menyetujui tindakan keluarga-keluarga yang membunuh sanak famili perempuan mereka yang melanggar aturan kehormatan mereka, suatu bukti bahwa republik di Rusia ini memeluk penafsiran Islam yang fundamentalis setelah berpuluh-puluh tahun dikekang kehidupan beragamanya oleh pemerintahan Soviet.

Dalam lima tahun terakhir, tubuh lusinan wanita muda Chechnya telah ditemukan di hutan-hutan, ditinggalkan di lorong-lorong, atau dicampakkan di jalan-jalan ibukota, Grozny, dan desa-desa sekitarnya. Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, secara umum menyatakan bahwa wanita-wanita yang mati ini memiliki “moral yang longgar” dan dengan benar ditembak oleh saudara-saudara lelaki mereka. Dia melanjutkan dengan menggambarkan wanita-wanita ini sebagai benda milik suami mereka, dan mengatakan bahwa tugas utama mereka adalah melahirkan anak.

Walaupun para pengamat setuju bahwa pembunuhan demi kehormatan sedang meningkat di Chechnya, isu ini masih merupakan tabu bagi orang-orang lokal – ini membuat statistik lokal sulit didapatkan. ‘Kamu bisa mendengar tentang kasus-kasus seperti ini hampir setiap hari’, kata seorang pembela hak asasi manusia lokal, yang meminta agar namanya tidak disebut karena takut akan keselamatan dirinya.

‘Sulit bagi saya untuk menyelidiki topik ini, tetapi saya bekerja sama dengan (aktivis HAM) Natasha [Estemirova] untuk sedikit waktu. Tetapi, kini saya tidak bisa lagi. Saya terlalu takut sekarang. Saya sudah hampir menyerah, sungguh.

Estemirova, yang membuat otoritas Chechnya marah karena laporannya tentang penyiksaan, penculikan, dan pembunuhan di luar pengadilan, ditemukan tahun 2009 di hutan di sekitar daerah Ingushetia dengan luka tembak di kepala dan dada. Pembunuhnya tidak pernah ditemukan.

Sumber: Graphe Ministry / STT GITS / Way of Life