Bantal Lembut untuk Hati dan Tubuh yang Menderita

Kebenaran yang dijelaskan jauh berbeda dengan kebenaran yang dialami.

Salah satu bagian yang paling sering dikutip dalam Alkitab adalah Roma 8:28-29: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Apakah ada orang Kristen yang belum pernah mendengarnya? Saya tidak berpikir bahwa semua orang yang mengutip Roma 8:28 dari waktu ke waktu mengerti arti sepenuhnya. Walaupun begitu, seringnya kita mendengarnya memberikan bukti bahwa banyak orang setidaknya tahu bahwa ayat ini ada di dalam Alkitab.

Teks ini merupakan bagian yang berbicara tentang penderitaan zaman sekarang (8:18). Seluruh ciptaan akan merintih (8:19-22). Orang Kristen juga akan mengerang (8:23-25), dan bahkan Penghibur  “berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (8:26).

Masalah dan tekanan biasanya selalu mengintari hidup kita sehari-hari. Tangisan, ujian, dan pergolakan terlihat dan terjadi setiap saat dalam kehidupan kita dan kita mengakui hal ini benar. Meskipun ada kelemahan dalam hidup, orang Kristen seharusnya tidak perlu takut atau hidup dalam kekalahan. Teks ini menyediakan bagi kita bantal lembut bagi hati dan tubuh yang menderita. Kita diyakinkan bahwa semua kesulitan hidup dan kepedihan serta beban berat bekerja “bersama untuk kebaikan mereka yang mengasihi Tuhan, mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Di sini kita melihat pemeliharaan Allah sedang bekerja. Di sini kita tidak bicara “keberuntungan” atau “kebetulan” dalam hal yang menyentuh hidup kita melainkan sebuah kepastian dan kebenaran yang akan menghiasi kehidupan kita sehari-hari.

Saat kita menyelidiki sedikit lebih dalam apa yang tertulis di dalam Roma 8:28, kita menemukan 5 kekuatan berbedayang sangat penting untuk dimengerti agar bisa mengerti arti janji dalam Firman Tuhan ini.

Ada makna Positif Terlibat

Teks mengungkapkan hal positif: “Kami tahu.” Kata tahu, , oida, berarti mengetahui dengan pengenalan penuh. Itu bukan sesuatu yang kita terima secara buta karena seseorang mengatakannya. Ini pengetahuan yang didapat melalui melihat ke belakang, melalui proses refleksi.

Ada beberapa hal tentang hidup kita yang kita sendiri tidak tahu. Bagian Alkitab yang membentuk latar belakang teks berkata sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa (Roma 8:26). Tuhan kita berkata, Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang (Matius 24:42). Maka dari itu, sebelum kenaikan-Nya, Dia menambahkan, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya” (Kisah Para Rasul 1:7). Kita harus berkata seperti Paulus, Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna (1 Korintus 13:12). Ya, dalam banyak hal, pengertian dan pandangan kita terbatas dan masih banyak hal yang menjadi misteri bagi kita mengenai kehidupan kita ini.

Tapi Roma 8:28 mengatakan satu hal yang kita tahu dengan pasti. Ayat ini menjadi pegangan bagi mereka yang mengasihi Tuhan; suatu hal yang diketahui bagi mereka yang “terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Karena itu kita tidak menerima nasib atau kebetulan sebagai kekuatan dalam peristiwa manusia. Kita mungkin tidak bisa menjelaskan dengan memuaskan bagaimana semua hal bekerja, tapi kita tahu kalau Tuhan sedang bekerja.

Pengetahuan ini datang melalui refleksi dan melalui iman dalam Firman Tuhan. Kita mengetahuinya karena Tuhan mengatakannya. Dia menjaminya dengan karakter-Nya. Seseorang yang membaca kalimat ini berpikir bagaimana seorang pribadi rasional, mengetahui fakta kejam keadaan dunia sekarang, bisa membuat pernyataan seperti itu, saya hanya bisa menjawab dengan pasti bahwa saya percaya Tuhan. Kapanpun Tuhan menyatakan diri-Nya, kita bodoh kalau meragukan Firman-Nya. Tidak ada halangan atau lawan yang lebih kuat dari-Nya dalam menjalankan rencana-Nya. Lihat kasus Abraham! Tuhan mengatakan kalau dia akan menjadi bapa, dan Sara akan jadi ibu. Secara manusia, hal itu sangat aneh –begitu tidak mungkin sampai Sara menertawakan prediksi Tuhan. Kemudian Tuhan berkata, Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? (Kejadian 18:14). Sekali-kali tidak!

Jika Tuhan berkata itu akan terjadi, maka itu pasti terjadi. Perkataan-Nya akan diam dalam kita selamanya, dan kita harus menjawab dengan keyakinan, tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! (Yer 32:17). Saat Tuhan berkata segala hal bersama-sama mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya, kita menerima itu dalam iman.

Satupun dari kita tidak tahu apakah tahun depan akan dihabiskan dalam kondisi sakit atau sehat. Satupun dari kita tidak tahu apakah akan terjadi tragedy dalam keluarga. Satupun dari kita tidak tahu apakah Negara kita terlibat atau tidak dalam perang nuklir atau tidak jatuh ke tangan komunis. Satupun dari kita tidak tahu apakah ekonomi akan jatuh atau selamat. Tapi setiap kita tahu: semua hal (bukan beberapa, sebagian besar, tapi semua hal) terus bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan bagi semua yang mengasihi Tuhan. Tidak ada yang lebih mendamaikan pikiran orang Kristen daripada mengetahui kebenaran ini sehingga menyentuh hidup kita..

Ada Pribadi yang Terlibat

Kepada siapa kalimat ini ditujukan? Ini ditujukan untuk “mereka yang mengasihi Tuhan.” Sampai titik ini Paulus bicara tentang kasih Tuhan bagi kita (Roma 5:5, 8). Tapi ada perubahan disini, dan perubahan yang penting. Penting karena manusia percaya kebohongan ini bahwa selama Tuhan mengasihi kita, semua akan baik-baik saja. Hal ini tidaklah begitu! Dalam ayat ini pertanyaannya bukan kasih Tuhan pada kita tapi, kasih kita pada-Nya. Kita bisa memastikan kalau Tuhan tidak pernah berhenti mengasihi manusia; tapi kita harus ingat bahwa semua orang akan ke Neraka, masuk ke sana bukan karena Tuhan tidak mengasihi mereka. Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata! (1 Korintus 16:22).

Demikian juga, semua orang Kristen dikasihi oleh Tuhan, tapi hanya hatinya yang benar dihadapan-Nya bisa meminta janji dalam teks ini. Saya minta pada anda, bahwa kalimat “mereka yang mengasihi Tuhan” tidak menunjuk pada semua orang percaya tapi hanya orang percaya tertentu. Semua orang Kristen dikasihi oleh Tuhan setiap waktu (Wahyu 1:5), tapi tidak semua yang Dia kasihi memilih mengasihi Dia kembali. Tuhan kita berkata kepada jemaat di Efesus, Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula (Wah 2:4). Tiga kali Kristus menyelidiki hati Petrus dengan pertanyaan, Apakah engkau mengasihi Aku? (Yoh 21:15-17). Siapa mereka yang mengasihi Tuhan? Mereka adalah orang yang setiap hari bersekutu dengan-Nya, yang berjalan dengan Dia dalam kepercayaan dan ketaatan. Tuhan berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku (John 14:15). Di kesempatan lain, Dia berkata bahwa hukum terutama dan yang utama adalah Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu (Mat 22:37). Tidak diragukan bahwa iman dalam Tuhan dan ketaatan pada-Nya merupakan bukti kita mengasihi-Nya. Jika seorang Kristen mengasihi dan percaya pada Tuhan, maka dia akan dengan rendah hati menerima semua hal yang Tuhan ijinkan dalam hidupnya. Tapi jika seorang Kristen tidak mengasihi dan percaya pada Tuhan, dia umumnya merasa sakitnya kepahitan hidup. Orang yang terlibat digambarkan sebagai mereka yang dipanggil sesuai dengan rencana-Nya. Orang yang dipanggil bukan semua yang telah diinjili dan diundang, tapi mereka yang mentaati panggilan dan datang pada Kristus, dan yang mengasihi dan melayani Dia. Panggilan adalah “panggilan berhasil,” mereka yang menjawab panggilan. Melaluinya mereka menerima berkat injil bagi mereka yang ada di dalam Kristus.

 

Ada peristiwa yang Terlibat

Sesungguhnya ada berapa banyak peristiwa yang terjadi untuk menyentuh orang Kristen melihat kebaikan Tuhan? Jawabannya adalah “semua peristiwa” Ini berarti semuanya –tanpa kecuali! Contohnya adalah Paulus sendiri, orang yang memegang perkataan Tuhan ini. Sebelum dia bertobat, dia menyiksa orang Kristen. Walau itu menyebabkan orang Kristen dari Yerusalem tersebar diberbagai bagian di dunia, hal ini mendatangkan kebaikan. Gereja didirikan diberbagai tempat baru dan berkembang dari sebelumnya (Kis. 8). Saat Tuhan berkata semua hal, itu artinya semua, apapun itu, termasuk penyiksaan. Tidak ada batasan terhadap hal ini.

Lihat kasus Paulus, duri dalam daging (2 Korintus 12:7-10). Ini jelas merupakan cobaan yang hebat baginya. Tiga kali dia berdoa, meminta Tuhan menyembuhkan penderitaannya. Tidak diragukan ketulusannya karena hal ini menghalangi pekerjaan injil. Tapi Paulus harus belajar, seperti juga kita semua, bahwa Tuhan tidak butuh kekuatan manusia dan fisik yang baik. Saya berpikir, apakah Paulus sebelum penderitaannya, tidak ada kesombongan dalam pencapaian dan Wahyu khusus kepadanya. Saat dia menulis melalui inspirasi tentang penderitaannya, dia berkata, Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (2 Korintus 12:7). Perhatikan 2 kali dia berkata “supaya aku jangan meninggikan diri. Pencobaan, untuk mencegah kesombongan. Ini baik untuk pelayan Tuhan, karena, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams 16:18).

Tentu saja, Paulus tidak melihat kebaikan dari sakitnya saat dia berlutur memohon pada Tuhan untuk mengambil hal itu darinya. Walau begitu, peristiwa itu mendatangkan kebaikan. Dan akhirnya Rasul Paulus melihat itu, karena itu dia bersaksi, Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:10).

Paulus juga belajar akan anugrah Allah yang cukup dalam penderitaan. Ya, saat Tuhan berkata semua hal, itu artinya semua, termasuk sakit dan cacat fisik. Tidak ada batasan dalam hal ini.

Lihat juga kasus Yusuf. Saudaranya sendiri berkomplot melawan dia. Hati mereka dipenuhi iri hati, dan mereka menjualnya sebagai budak kepada orang Ismael untuk 20 keping perak. Dia dibawa ke Mesir. Selama tahun-tahun di sana, walau saudaranya tidak tahu dia ada di mana, dia diangkat menjadi pejabat di Mesir. Bertahun-tahun kemudian, saat Yusuf bergabung dengan saudaranya, dia bersaksi, Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kej 50:20). Betul, saudaraku, saat Tuhan katakan semua, itu artinya semua hal, termasuk salah pengertian dan kesalahan orang yang kita kasihi. Tidak ada batasan dalam hal ini.

Ada Proses yang Terlibat

Kita tahu dalam ayat kunci kita berisi “semua hal bersama-sama mendatangkan kebaikan. Teks itu tidak mengatakan semua hal baik; tapi semua hal bekerja bersama untuk kebaikan. Apapun hal yang terlibat, apakah sakit, miskin, siksaan, salah pengertian, atau kematian, itu semua pada dasarnya tidak baik. Maksudnya adalah Tuhan melalui proses supernatural-Nya turut campur dalam semua hal dalam hidup kita untuk kebaikan. Dengan kata lain, Tuhan membuat setiap hal dalam hidup kita untuk kebaikan, karena dia yang mengatur prosesnya. Hanya Dia yang tahu dari awal sampai akhir. Baik bagian yang pahit maupun yang manis bersama-sama untuk kebaikan.

Mari kita melihat kata itu, karena itu merupakan kunci untuk mengerti proses yang terlibat. Satu pengalaman bukan yang memenuhi hasil. Setiap pengalaman ditambahkan kepengalaman lain dan bekerja bersama-sama untuk kebaikan. Saat saya masih kecil, saya suka melihat ibu membuat kue. Pertama dia akan mengumpulkan semua bahan kue. Disana ada tepung, gula, telur, dan bumbu lainnya. Jika hanya salah satu dari bumbu saja tidak akan ada rasanya. Apakah anda sudah pernah mencoba makan satu piring tepung atau satu sendok bumbu masak? Jika setiap bumbu dimakan sendiri-sendiri tidak akan terasa enak, tapi saat itu semua dicampur dan dimasak dengan suhu yang tepat dalam waktu yang tepat, hasilnya akan lezat.

Pengalaman mereka yang mengasihi Tuhan semuanya bercampur untuk kebaikan. Anda mungkin belum terlalu tua, tapi anda bisa melihat ke belakang dan mengetahui beberapa hal kelihatannya suatu bencana, tapi semua itu bekerja bersama untuk mendidik anda dan jadi berkat. Bimbingan Tuhan ada di dalamnya. Jika kita mengasihi Tuhan, semua hal, apapun itu, ada dibawah control-Nya untuk kebaikan. Penderitaan dan kesedihan, pencobaan dan ujian tidak menghalangi proses kerohanian kita; tapi itu semua menjalankan rencana Tuhan bagi kita. Mereka bagian dari didikan Tuhan dalam sekolah anugrah Tuhan, diberikan pada kita agar kita belajar jalan-Nya.

Daud berkata dengan yakin dalam Tuhan, Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:71). Maksudnya, semua hal, termasuk penderitaan, bekerja bersama untuk kebaikan. Kebaikan yang didapat dari hal ini adalah kita mendapat pengetahuan tentang jalan-Nya dan kehendak-Nya. Inilah proses Ilahi, dan tidak bisa gagal. Semua hal dalam proses pembuatan tidak memiliki kemiripan dengan hasil akhir. Maka dari itu, jangan tertipu oleh proses yang terlibat. Anda bisa yakin kalau semua bagian Allah turut campur tangan, dan mereka menghasilkan hasil akhir yang baik.

 

Ada Tujuan yang Terlibat

Teks mengatakan bahwa “tujuan-Nya” agar kita “serupa dengan gambaran anak-Nya” (Roma 8:29). Tujuan dari kehendak Allah dinyatakan dalam semua orang Kristen. Ini terjadi saat Kristus datang, dan kita “semua akan diubah” (1 Korintus 15:51-52) dan menjadi seperti Dia (1 Yohanes 3:2). Tuhan memberi tujuan ini bagi anak-Nya sebelum dunia dijadikan. Saya tidak percaya kalau Roma 8:28 dimaksudkan sebagai ekspresi filsafat atau teologi; tapi itu merupakan ekspresi pengalaman orang Kristen. Betapa tragis banyak orang yang membaca teks ini percaya kebohongan bahwa Tuhan mempredestinasikan manusia ke neraka! Dia tidak melakukan itu. Tapi Tuhan mempredestinasikan semua anak-Nya menjadi serupa dengan gambaran Yesus Kristus. Dia ingin kita menjadi anak serupa dengan teladan Kristus. Inilah rencana Tuhan dan tujuan-Nya bagi semua orang percaya, dan inilah caranya saat Tuhan datang kepada milik-Nya (Filipi 3:21).

Walau begitu, Tuhan ingin keserupaan dengan Kristus terlihat dalam kita sekarang. Maksudnya adalah semua hal bekerja bersama untuk kebaikan sekarang dan saat ini bagi mereka yang mengasihi Dia, sehingga dalam kehidupan sekarang gambaran Anak-Nya bisa terlihat di dalam kita. Karakter moral Kristus nyata dalam diri orang percaya sekarang. Kita jangan menunggu keserupaan itu disempurnakan saat pengangkatan. Tujuan proses pengudusan sudah berlangsung sekarang sampai hidup yang akan datang. Tuhan menetapkan batas bagi umat-Nya. Bagi orang Kristen, hal tertentu keluar batas karena mereka kurang mirip Kristus karena merintangi karya keserupaan. Keserupaan gambaran Tuhan Yesus dimulai saat orang berdosa diselamatkan. Itu merupakan karya Roh Kudus dalam kita melalui proses yang disebut pengudusan.

Jika kita mengasihi Tuhan seperti seharusnya, kita harusnya berkata dari hati yang bersyukur, Berkaryalah, O, Tuhan! Buatlah semua hal bekerja bersama, baik pahit maupun manis, sampai Engkau membuatku seperti Tuhan Yesus Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order