Aturan Aneh di Temple Mount

Aktivitas baru-baru ini di Temple Mount (bukit tempat Bait Salomo dulu didirikan) di Yerusalem, mengingatkan kita tentang di mana kita berada dalam konteks nubuat Alkitab. Israel sudah kembali ke tanahnya sebagai negara sendiri, tetapi dia di sana dengan susah payah, dan dia masih berada di bawah dominasi bangsa-bangsa non-Yahudi, karena zaman bangsa-bangsa non-Yahudi yang dimulai sejak Babilon mengalahkan Yerusalem, belum berakhir.

Inilah mengapa Israel seringkali harus mengakomodasi opini Amerika atau Eropa, bahkan ketika opini itu membahayakan keamanannya sendiri. Dan inilah juga mengapa Israel tidak menguasai situs paling suci mereka sendiri. Setelah Israel merebut kembali Temple Mount pada Perang Enam Hari di tahun 1967, menteri pertahanan Moshe Dayan, seorang “Yahudi sekuler” dan seorang kafir yang tidak beriman pada Firman Allah, mengembalikan kendali Temple Mount itu kepada Waqf Palestina dan Knesset Israel menyetujui keputusan itu.

Waqf telah mengontrol Mount itu sejak ditunjuk untuk tugas tersebut oleh Inggris di tahun 1931. Orang Yahudi sangat dibatasi untuk bisa beribadah di Temple Mount. Aturan-aturan baru dikeluarkan pada bulan Mei 2012, yang melarang menutup mata, mengoyang-goyangkan tubuh ke depan dan ke belakang, mengeluarkan catatan dari saku, atau hal apapun lainnya yang dapat dianggap tindakan berdoa.

Pada tanggal 1 Juni tahun ini, seorang Israel Yahudi digiring polisi setelah dia menggerak-gerakkan bibirnya dan berdoa dalam hati ketika dia “diliputi emosi” sementara dia dan putranya sedang di bukit itu. Sebuah komplain dilayangkan oleh seorang agen Waqf. Pada tanggal 20 Juni, seorang lelaki muda dari London, Inggris, diberitahu oleh petugas Waqf untuk melepaskan kippah (atau yarmulke, topi khas Yahudi)-nya, karena benda itu menyinggung mereka. Pada tanggal 7 Juli, sebuah gugatan dilayangkan kepada Pengadilan Tinggi Israel untuk menghentikan pekerjaan Muslim pada bebatuan fondasi yang terletak di mesjid Al-Aqsa, yang kemungkinan adalah situs ruang mahakudus Bait Salomo.

Orang-orang Muslim telah melakukan kerusakan besar kepada artefak-artefak arkeologis di bawah Mount itu, dan Israel tidak dapat melakukan apa-apa. Pada tahun 1986, organisasi Temple Institue didirikan dengan tujuan melihat “Israel membangun kembali Bait Suci di Bukit Moria di Yerusalem.” Mereka sedang membangun “bait persiapan” dengan cara mempersiapkan desain-desain arsitektural, dan membuat alat-alat yang akan dipakai dalam Bait yang baru. Mereka telah menghabiskan sedikitnya $20 juta dalam proyek ini, tanpa sadar bahwa Bait Ketiga akan dikuasai oleh Antikristus. “…bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tes. 2:4).

Sumber: Graphe Ministry / STT GITS / Way of Life / Smith Sonian Mag (gambar)