5 Alasan Banyak OrangPercaya Meragukan Keselamatannya

images (8)Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. I Yohanes 5:13

Kalimat ini ditulis kepada orang-orang Kristen yang ragu untuk menyakinkan mereka bahwa mereka telah beriman kepada Tuhan Yesus tahu bahwa Allah benar dalam firmanNya bahwa, Allah mengasihi, Allah mengaruniakan, kita percaya, kita diselamatkan. Titik. Perhatikan kata “supaya kamu tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal” (I Yohanes 5:13). Ia tidak mengatakan, saya harap demikian atau semoga demikian, tetapi Alkitab mengatakan “tahu” dipastikan, diyakinkan, dijamin. Ketika Anda menjadi milik Allah, selamanya Anda tetap milik Allah. Kepastian ini didasarkan pada iman di dalam Yesus Kristus.

Di kayu salib, Yesus Kristus telah melakukan segalanya, membayar hutang dosa, menanggung hukuman dosa agar kita diselamatkan. KematianNya merupakan transaksi kekal, begitu juga dengan hasil-hasilnya. Dalam Yohanes 19:30 Yesus berseru, “Tetelestai.Tetelestai adalah perfect pasif indikatif dari kata teleō, yang berarti “sudah selesai, tuntas, sudah lengkap.” Dijamin selesai dan sempurna. Hutang dosa telah dibayar tuntas, hukuman dosa telah ditanggung penuh, dan semua dosa telah dipikulNya. Ia tidak menyisakan apa-apa untuk kita tanggung kecuali menerimaNya dengan iman.

Keselamatan jiwa adalah jaminan kekal yang Allah janjikan kepada mereka yang bertobat dan percaya pedaNya. Artinya, setiap orang yang telah berada di dalam Kristus (lahir baru), keselamatannya pasti terjamin secara kekal. Bahkan, meskipun Anda jatuh ke dalam dosa, dosa tersebut tidak membatalkan anugerah keselamatan yang telah Tuhan berikan dengan Cuma-Cuma.

Namun, doktin ini sering disalah-pahami orang. Seseorang yang telah diselamatkan tidak berarti bebas atau sesuka hati melakukan dosa. Jika ada orang percaya sengaja melakukan dosa karena merasa dirinya telah terjamin, sangat mungkin orang tersebut belum diselamatkan atau korban dari ajaran sesat. Pertobatan sejati membuat seseorang merasa jijik melakukan dosa. Bahkan ketika ia secara tidak sadar telah melakukan dosa, ia akan malu dan sedih karena telah berdosa. Keselamatan berhubungan dengan kekudusan Allah.

Mengapa keselamatan kita sedemikian terjamin?

Pertama,  Saya memiliki jamainan keselamatan karena Tuhan saya telah menyelesaikan karya penebusan. Ini adalah jaminan yang berasal dari luar diri saya. Ini adalah seseuatu yang tidak dapat saya kerjakan, tetapi ini adalah sesuatu yang telah  dikerjakan oleh Kristus bagi saya sebagai orang yang telah bertobat dan percaya.

Sudah selesai – seluruh anugerah penebusan Allah sudah lengkap pada saat kematian Tuhan saya. Darah Yesus Kristus, Anak Allah itu telah menyucikan seluruh dosa saya. Saya tidak dapat menambahkan itu dengan apapun. Saya juga tidak dapat menguranginya. Itu adalah murni sesuatu yang Tuhan sendiri telah kerjakan untuk saya.

Kedua, Ia telah melahirkan saya ke dalam keluarga Allah. Sesuatu yang Allah kerjakan di dalam diri saya, dalam natur saya, dan saya dilahirkan kembali. Saya adalah anggota keluarga Allah, anak-anak Allah. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12).

Mengapa orang percaya cenderung meragukan keselamatannya?

1. Dosa dalam hidup mereka.

Dosa membawa perasaan terasing dari Allah, perasaaan terisolasi. Dalam surat Yohanes yang pertama, Alkitab memperingatkan orang Kristen untuk memeriksa keselamatannya jika mereka terus saja sering berbuat dosa dengan untuk waktu yang lama (1 Yohanes 3:9). Dengan kata lain, jika dosa merupakan kecondongan yang tetap dalam hidup Anda, maka Anda sebaiknya memikirkan tentang keselamatan Anda, sudahkah Anda sungguh-sungguh bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus? Sebaiknya, jika Anda berbuat dosa dosa dan merasa sangat sedih, hal ini mengindikasikan sesungguhnya Anda adalah kepunyaan Yesus Kristus.

Orang-orang yang belum diselamatkan dapat berbuat dosa sepanjang hari dan tidak merasa menyesal. Hanya anak-anak-Nya yang merasakan adanya kekuarangan-harmonis dengan Bapanya jika ia berbuat dosa. Namun dosa perbuatan, perkataan dan pikiran dalam kehidupan orang percaya dapat merusak iman dan membuat seseorang meragukan keselamatannya, meskipun orang tersebut telah terjamin keselamatannya. Oleh sebab itu menjaulah dari dosa.

2. Ajaran palsu/sesat.

Ajaran palsu dapat membawa kepada keraguan akan keselamatan. Ada pengajaran yang mengajarkan iman saja tidak cukup. Orang percaya harus berusaha hidup kudus, rajin melayani, rajin ke gereja, rajin berbuat baik, jika tidak maka kemungkinan tidak akan masuk surga. Pengajaran sesat ini telah menghancurkan iman beberapa orang Kristen dan telah melecehkan kematian Yesus yang menebus tuntas semua dosa kita.

Jika keselamatan tergantung kepada apa saja selain dari karya penebusan Kristus yang sempurna di kayu salib, maka kita dalam masalah besar. Jika Anda dan saya punya bagian tugas untuk mempertahankan keselamatan dengan usaha dan jasa, akan sangat sulit untuk hidup dengan penuh keyakinan. Pengharapan, ada; keyakinan, tidak. Sekali kita diangkat sebagai anak, selamanya akan tetap anak.

3. Penekanan berlebihan pada perasaan/emosi.

Ketika seluruh kehidupan orang Kristen didasarkan pada emosi/perasaan dan bukannya pada kebenaran/pengajaran, maka orang tersebut hidup dalam ketidakpastian akan keselamatan. Akan ada banyak yang patah hati, menderita dan sengsara. Akan ada kecenderungan keraguan akan berlipat ganda, ketika iman didasarkan pada perasaan. Iman didasarkan pada kebenaran Allah. Dan perasaan kita harus dikendalikan oleh kebenaran. Semangat dan kesetiaan seorang Kristen mengalir dari pengertiannya kepada kebenaran.

4. Tidak mempercayai firman Allah.

Keselamatan dan kehidupan kekal adalah janji Allah kepada mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Janji tersebut dituliskan dalam firman-Nya, yakni Alkitab. Yesus sendiri berkata dalam injil Yohanes 3:16, …”barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kisah Para Rasul 16:31 memberitahu kita bahwa barang siapa percaya kepada Tuhan Yesus akan diselamatkan. Yohanes 3:18, Barangsiapa percaya kepada-Nya (Yesus), ia tidak akan dihukum. Roma 10:9-10 juga berkata jika dengan hati kita percaya dan dengan mulut kita mengaku, kita pasti diselamatkan. Allah tidak akan dan tidak mungkin berubah. Dapatkah Tuhan berdusta? Tidak. Masalahnya ada pada manusia yang masih meragukan janji-Nya.

5. Serangan Iblis.

Iblis senang membisikkan, “lihatlah dirimu, lihatlah perbuatanmu.”   “Hei, orang Kristen tidak berbuat seperti itu.” Tidak hanya iblis membisikkan itu, namun ia juga sering menggunakan manusia sebagai pesuruh-pesuruhnya. Iblis adalah penuduh. Kita membutuhkan Firman Allah untuk menangkal tuduhan-tuduhannya. Namun, ada beberapa kebenaran yang Allah inginkan kita mengerti, untuk melawan musuh kepastian.

Bagaimana kita melawan musuh kepastian?

APertama, kita harus mengerti bahwa menyelamatkan kita adalah keinginan atau kehendak Allah.

I Timotius 2:4 menyatakan bahwa Tuhan yang menghendaki supaya setiap orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Petrus memberitahukan kita bahwa Tuhan menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (II Petrus 3:9). Ia berdiri dengan tangan terbuka, sama seperti ayah dari anak pemboros itu, untuk menyambut kita ke dalam keluargaNya. Sungguh bodoh jika ada yang mengembalikannya kepada Tuhan, “ ya terserah Tuhan saja.”

B. Kedua. Kita harus mengerti persiapan Allah untuk keselamatan kita. Ia telah melakukan segala yang mungkin agar kita diselamatkan.

Ia memberi nyawanya menjadi tebusan bagi semua orang. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib supaya kita, yang telah mati terhadap dosa kita hidup untuk kebenaran. Ia membayar harga untuk keselamatan, dan sangat tidak masuk akal untuk berpikir bahwa, setelah ia membayar begitu mahal dengan darah-Nya sendiri, keselamatan tetap tidak pasti. Sungguh suatu penghinaan terhadap salib Kristus. Yesus Kristus telah memberikan segala yang kita butuhkan untuk keselamataan kita.

C.  Ketiga, Kita mempunyai suatu tanggung jawab.

Yesus tidak mati, bangkit, naik ke sorga, dan dengan sendirinya (otomatis) kita diselamatkan. Alkitab tidak mengajarkan keselamatan universal yaitu bahwa semua orang otomatis diselamatkan. Yohanes mengatakan, tetapi semua orang yang menerimanya diberinya kuasa menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Lebih lanjut Yohanes 3:36 mengatakn “Barangsiapa percaya kepada Anak (Yesus), ia beroleh hidup yang kekal. Satu ayat dalam Yohanes 5:24 merangkum topik ini: “Aku berkata kepadamu. Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal. Harus ada suatu keputusan pasti.”

Sumber:

Anthony Hoekema, Save by grace (momentum)

Billy Graham, Damai dengan Allah (interaksara)

Charles Stanley, Perjalanan mulia (Interaksara)

Tonny Evans, Sungguh-sungguh diselamatkan (Interaksara)

Suhento Liauw, Kapan saja saya mati, saya pasti masuk sorga (Graphe)