Burung Hoopoe: Burung Nasional Israel yang Unik dan Menakjubkan
Burung hoopoe merupakan burung nasional Israel yang ditetapkan melalui jajak pendapat publik pada tahun 2008, melibatkan lebih dari 150 ribu warga. Nama “hoopoe” sendiri berasal dari bunyi khas yang dikeluarkannya, terutama saat musim kawin, yang terdengar seperti “oop-oop” atau variasi suara serupa.
Dalam bahasa Ibrani, burung ini dikenal sebagai duchifat, sedangkan dalam bahasa Prancis disebut huppe, yang berarti berjambul. Julukan tersebut sangat sesuai karena hoopoe memiliki mahkota bulu yang mencolok di kepalanya. Jambul ini biasanya terlipat, namun dapat ditegakkan sewaktu-waktu, terutama saat burung merasa waspada atau berinteraksi dengan lingkungannya.
Secara fisik, hoopoe memiliki penampilan yang sangat khas. Sayapnya dihiasi pola garis hitam-putih menyerupai loreng, ekornya panjang, dan bagian leher serta perut berwarna cokelat kemerahan hingga krem. Ketika terbang, gerakan sayapnya terlihat unik karena tidak menutup sepenuhnya, menciptakan gelombang seperti kepakan kupu-kupu. Saat memberi makan anaknya, hoopoe bahkan mampu melayang di udara, mirip dengan burung kolibri.
Burung ini memiliki kaki pendek dan paruh panjang yang melengkung dan runcing, sangat ideal untuk kebiasaannya mencari serangga di tanah. Hoopoe sering menusukkan paruhnya ke dalam tanah untuk menemukan larva dan serangga kecil. Struktur otot kepalanya yang kuat memungkinkan paruhnya tetap dapat dibuka saat menembus permukaan tanah.
Untuk berkembang biak, hoopoe memilih tempat bersarang yang tersembunyi, seperti lubang pohon, celah dinding, atap bangunan, lumbung, atau tumpukan kayu. Dalam proses bertelur, burung betina bertugas mengerami telur, sementara burung jantan bertanggung jawab menyediakan makanan.
Habitat hoopoe sangat luas, mencakup wilayah Afrika, Asia, dan Eropa. Secara ilmiah, burung ini dibagi ke dalam beberapa kelompok, termasuk Upupa epops dan Upupa africana. Meski demikian, perbedaan di antara kelompok-kelompok tersebut sangat kecil dan dalam waktu lama dianggap sebagai satu spesies yang sama. Hoopoe bahkan tercatat mampu terbang di ketinggian ekstrem, hingga lebih dari 6.000 meter di atas Pegunungan Himalaya.
Salah satu karakteristik paling tidak biasa dari hoopoe adalah mekanisme pertahanannya. Betina yang sedang bersarang menghasilkan cairan berbau menyengat dari kelenjar minyak khusus. Cairan ini dioleskan pada telur dan sarang, berfungsi untuk mengusir predator seperti burung pemangsa, kucing, dan ular, serta diduga membantu melindungi anak-anaknya dari bakteri.
Dalam hal kebutuhan air, hoopoe tidak terlalu bergantung pada sumber air langsung karena sebagian besar cairan tubuhnya diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Selain itu, burung ini juga tidak tergolong pemalu, sehingga cukup mudah diamati dan difoto di alam liar.
Dengan kombinasi penampilan yang mencolok, perilaku unik, dan adaptasi pertahanan yang tidak biasa, hoopoe menjadi salah satu burung paling menarik yang pernah diteliti dan diamati oleh para ahli burung di berbagai belahan dunia.
Sumber:
Cloud, D. (2026, January 13). The hoopoe. Way of Life Literature. https://www.wayoflife.org/reports/hoopoe.php
Image by linda1978 from Pixabay