Tidak Mau Melepaskan Imannya, Perawat Kristen Diperkosa

Tidak mau diajak menikah dan menjadi seorang muslim, seorang perawat Kristen diperkosa. Seorang perawat Kristen ini melaporkan tindakan tidak bertanggungjawab dan pelecehan yang diterimanya ke aparat keamanan di Lahore Pakistan.

Pada 3 september lalu itu Shaista Samuel, seorang perawat 27-tahun di Institut Pelayanan Ilmu Kesehatan (SIMS), melaporkan bahwa dirinya telah diperkosa.

Dalam laporannya, seperti dilansir Compass Direct News (baca berita: Christian Nurse in Pakistan Boldly Opts to Report Videotaped Rape), Shaista mengatakan bahwa Ali Shadman Adnan, asisten petugas di rumah sakit, dengan membawa senjata menculik dan mengancam dia pada 21 Agustus lalu. Adnan adalah teman sejawat Shaista, yang kebetulan juga menyukai dirinya. Namun karena Cinta tidak berbalas, Shaita yang juga tidak ingin menikah dan dipaksa masuk memeluk agama islam yang diyakini Adnan, Shaista pun dilecehkan.

Tidak hanya menculik, Shaista juga dibawa ke sebuah rumah di Lahore untuk diperkosa – parahnya adegan tidak manusiawi itu juga direkam oleh Adnan. “[Adnan] memegang lenganku erat-erat dan memaksa membawaku ke sebuah mobil putih di tempat parkir,” kata Shaista menangis. “Adnan mengatakan bahwa mereka akan menembak saya jika saya mengangkat suara saya. Aku sangat terkejut ,aku tidak bisa percaya ini terjadi padaku. Mereka membawa saya ke sebuah rumah di Kota WAPDA, tempat di mana Adnan memperkosa saya, sementara temannya memfilmkan seluruh peristiwa. Mereka menghancurkan hidupku sepenuhnya. ” keluh Shaista.

Meskipun Shaista dan keluarganya telah mengajukan ke polisi, namun sampai saat ini Dia belum mendapatkan keadilan. Sedangkan untuk meminta bantuan pemerintah yang lebih tinggi rasanya mustahil. Shaista menduga Polisi sengaja mengulur-ulur waktu dengan membiarkan kedua tersangka tetap bebas berkeliaran. “Ayahku dan saudara-saudara setiap hari pergi ke kantor polisi untuk meminta kejelasan kasusnya, tetapi petugas yang menyelidiki kasus ini selalu menunda-nunda”. kata Shaista. Namun demikian kepada Compass Shaista menyatakan jika dirinya tidak akan pernah berhenti dan tidak berkecil hati untuk tetap mencari keadilan”.

Lahore adalah kota di Pakistan dimana orang kristen kerap mendapat tindakan diskriminasi, khususnya dalam hak mendapat keadilan dimata hukum.

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku;
tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 10:22)

Sumber: Reformata / Compass Direct News