Tahun 2030 Mayoritas Bangsa Israel Religius

Sebuah laporan penelitian yang berisi prediksi bahwa Israel akan dikuasai oleh mayoritas orang beragama pada sekitar 2030 dipublikasikan oleh Profesor Arnon Sofer, kepala Geo-strategy di Universitas Haifa, Israel yang menyebutnya sebagai fakta yang justru menunjukkan adanya pertumbuhan yang dapat memecah masyarakat Israel.

Dua kelompok besar di Israel yaitu masyarakat religius dan masyarakat sekuler menjadi bahan kajian studi yang dilakukan oleh Sofer. Penghitungan terhadap asumsi pertumbuhan penduduk di sektor kaum Yahudi Hareidi mengalami pertumbuhan 6-7%. Dengan asumsi ini, maka diperkirakan pada 2030, jumlah penduduk hareidi mencapai satu juta jiwa.

Namun tingkat pertumbuhan ini tidak dialami di sektor sekuler. Karena itu, Sofer menyerukan adanya “revolusi sekuler,” sebab, jika tidak begitu, maka kelak kaum sekuler akan dipaksa hidup di dunia yang mayoritas orang beragama. Bagi Sofer, gaya hidup yang ditawarkan kelompok beragama di Israel sangatlah berbeda jauh bagi kaum sekuler. Menurutnya kelompok beragama akan memaksakan suatu sistem sekolah yang mengajarkan Torah, sistim hukum berbasis hukum Yahudi (halakha) serta hilangnya bentuk-bentuk hiburan kontemporer. Hal ini tentu saja akan memaksa kaum sekuler untuk meninggalkan Israel.

Sofer menyerukan untuk mencegah skenario tersebut dengan mendesak agar sekolah-sekolah mengajarkan demokrasi dan nilai-nilai Barat. “Jika para pengambil keputusan tidak bangkit, maka visi Zionis akan berdampak pada kembalinya Israel ke pembuangan, dan akan kembali berhadapan dengan anti-Semitisme serta asimilasi,” kata Sofer.

Jauh dari kebenaran penelitian tersebut, Sofer dikenal dengan prediksi-prediksi melesetnya. Pada 1987, ia memprediksikan bahwa pada tahun 2000, Israel tidak akan lagi menjadi negara Yahudi. Namun, prediksinya itu meleset, karena faktanya, hingga tahun 2000, jumlah populasi Yahudi di negara itu mencapai 80%, hanya selisih sedikit dibanding jumlah populasi Yahudi pada 1987 ketika Sofer mengeluarkan prediksinya.

Benarlah apa yang tersampaikan di dalam Alkitab, semakin hari Israel akan semakin religius namun mereka tetap masih belum mau mengakui Yesus adalah Allah dan Juruselamat hingga masa tribulasi. Di masa tribulasi Israel akan benar – benar dalam kondisi yang terjepit diserang oleh berbagai bangsa yang iblis gunakan untuk membenci Israel dan saat itula masa yang membuat Israel beralih menjadi mengakui Yesus sebagai Allah dan Juruselamat hingga akhirnya Israel terus jaya selama – lamanya sesuai dengan janji Allah kepada Abraham.

Sumber : Jawaban