Taman-Taman Kuno Ditemukan Di Petra

taman-kuno-kota-petra

Para arkeolog menyatakan bahwa mereka telah menemukan taman-taman kuno di kota Petra. Taman kuno ini memiliki sistem terowongan air.

“Penggalian baru-baru ini di Petra telah menyingkapkan suatu sistem irigasi dan penampungan air yang secara mengejutkan sangat canggih, yang memungkinkan penduduk kota padang pasir itu untuk bertahan hidup – dan bahkan memelihara sebuah taman yang indah dengan air mancur, kolam-kolam dan sebuah kolam renang yang besar. Keahlian teknis dan berbagai hal wewah yang ditemukan ini bersaksi tentang kekayaan dan kegemilangan ibukota kuno kaum Nabatean ini 2000 tahun yang lalu”. (Monumental forgotten Gardens of Petra, Haaretz, 28 Sept. 2016).

Sistem terowongan air digunakan untuk mengalirkan air yang bersumber dari sebuah mata air yang terletak di bukit-bukit luar kota Petra. Air inilah yang digunakan untuk mengirigasi sebuah taman besar dengan berbagai pohon, palem-palem korma, berbagai tumbuhan, air mancur dan mengisi sebuah kolam renang selebar 44 meter.

Petra berlokasi di tengah pegunungan Edom, dan orang-orang Edom yang membangun kota misterius ini sering disebut sebagai kaum Nabatean. Kota Petra akhirnya dikuasai oleh Roma, setelah Roma berhasil mengalahkan Negev dan sebagian daerah Arabia.

Petra merupakah sebuah kota kaya yang terletak di jalur perdagangan rempah-rempah dari Arab Selatan menuju Mesi dan Israel. Jarak dari Arab Selatan ke Israel adalah 2.400km. Diperkirakan, jarak inilah yang ditempuh oleh Ratu Syeba ketika mengunjungi Raja Salomo. Di sepanjang jalur ini ada 65 stasiun unta yang pada zaman itu dikuasai oleh kaum Nabatean. Kaum Nabatean tidak hanya terlibat dalam perdagangan, namun juga menarik pajak dari karavan-karavan unta yang berperjalanan melewati padang gurun. Petra memiliki kuil-kuil berhala untuk berbagai dewa-dewi palsu. Mereka menyembah seorang dewi yang bernama Allat, yang mirip dengan dewi immoral Roma, Aphrodite. Mereka juga menyembah matahari. Mezbah matahari terletak tinggi di Petra, yaitu di atas 600 anak tangga.

 

Referensi :

_http://www.wayoflife.org/friday_church_news/17_41.php

_http://www.haaretz.com/jewish/archaeology/1.744119

_http://science.nationalgeographic.com/science/archaeology/lost-city-petra/