SBY Angkat Suara Atas Penindasan Umat Kristen Di Indonesia

Bersumber dari DetikNews (27 Desember 2010), pemerintah akan berkomitmen untuk menjaga keberagaman dan kebebasan beragama di Indonesia. Kebebasan beragama bukan hanya sekedar aturan di atas kertas dalam Undang-undang.

“Pemerintah terus berkomitmen menjaga kemajemukan dan sendi-sendi kebebasan beragama. Pemerintah juga terus menjaga agar tidak ada pihak lain yang menyakiti saudaranya karena berbeda agama, paham politik, dan identitas sosial lainnya,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikan SBY dalam Perayaan Natal Nasional 2010 di Plennary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (27/12/2010).

“Kebebasan dan kerukunan beragama bukanlah semata-mata tekstual konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Lebih dari itu semua, masyarakat harus menumbuhkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan saling menghormati satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah hakekat prinsip hidup berdampingan dalam perbedaan, dan prinsip kebebasan beragama dalam bingkai toleransi,” imbuh SBY.

Pemerintah, imbuh dia, terus mendorong terpeliharanya kehidupan antarumat beragama yang harmonis, tidak hanya melalui dialog dan tatap muka dalam berbagai aktivitas, namun juga mengembangkan demokrasi dan harmoni antarperadaban di dunia internasional.

“Di sinilah pentingnya  dialog antar peradaban, dialog antar umat beragama, dan dialog antara umat manusia sejagat. Kepercayaan internasional itu, merupakan bukti dan harapan nyata bahwa kita semua harus mengedepankan cinta kasih, serta berperan aktif dalam kerukunan hidup intra dan antar umat beragama di seluruh lapisan masyarakat,” kata SBY.

Di sisi lain, SBY mengajak rakyat Indonesia untuk bersyukur bahwa Perayaaan Natal tahun ini berlangsung dalam suasana tenang, aman, dan damai.

“Suasana seperti ini dapat kita bangun dan hadirkan, atas dasar saling percaya dan saling menghormati. Kita telah makin mampu menjalin solidaritas dan toleransi di antara sesama pemeluk agama dalam kehidupan yang makin harmonis,” jelasnya.

SBY juga mengajak segenap umat beragama untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama anak bangsa. “Melalui perayaan Natal, saya mengajak umat Kristiani untuk memperbaharui semangat pengharapan di hati masing–masing, mampu merefleksikan rasa kasih dalam kehidupan, serta mampu membangun semangat juang yang tinggi,” jelasnya.

Perayaan Natal Nasional tahun ini mengangkat ‘Terang Yang Sesungguhnya Sedang Datang ke Dunia’. Sejumlah acara digelar dalam Perayaan Natal Nasional, seperti acara musikal berjudul ‘Kampung Kasih Indonesia’. Beberapa artis juga diundang untuk menghibur mulai dari Funky Papua, Tika Panggabean, Bam ‘Samsons’, dan Agnes Monica. Lagu ciptaan SBY ‘Harmoni Yang Indah’ dinyanyikan oleh penyanyi Rafika Duri dan Harvey Malaiholo dengan syahdu.

 

Walau memang pemerintah menyuarakan berbagai hal terkait toleransi, kebebasan beragama dan saling menghargai namun kita mengetahui dengan pasti itu masih sebatas teori. Saat ini gereja sangat mudah dicabut ijinnya dengan alasan menimbulkan keresahan warga, pembuatan IMB gereja yang sulit, sikap tidak tegas pemerintah yang secara tidak langsung pemerintah tidak peduli terhadap umat kristen Indonesia dan lainnya.

Ketimbang berpidato dan menyuarakan berbagai hal toleransi bukankah lebih baik ditunjukkan dalam pelaksanaannya ? Sejauh ini gereja adalah tempat ibadah yang sangat mudah ditutup, dihancurkan dan dipersulit pembangunannya. Jika pemerintah benar – benar serius tentu angka penindasan terhadap kalangan kristen melalui pembangunan gereja semakin menurun.

Berbagai media berita tahun ini hanya mengupas beberapa gereja yang ijinnya dicabut dan dipindahkan, jika diselidik dengan seksama ada puluhan gereja di indonesia yang ditutup. Mari berdoa agar kehendak Allah yang jadi.

Artikel terkait penindasan terhadap umat kristen Indonesia :