Salib yang Diselewengkan

salib yang diselewengkanBerikut ini adalah pengamatan A. W. Tozer tentang berita salib yang selewengkan oleh para pengkhotbah-pengkhotbah modern:

“Salib yang baru tidak membunuh pendosa; melainkan hanya mengubah arahnya. Ia membawa pendosa kepada cara hidup yang lebih bersih dan lebih menyenangkan dan mempertahankan harga dirinya. Pada orang yg percaya diri, salib baru mengatakan,”Marilah dan tonjolkan dirimu bagi Kristus.” Pada orang yang sombong ia berkata,” Marilah dan bermegahlah di dalam Tuhan.” Pada yang suka bertualang ia berkata,”Marilah dan nikmatilah petualangan hidup Kristen yang melimpah.” Pemikiran di balik Salib baru ini mungkin saja tulus, namun ketulusan saja tidak dapat membenarkan kesalahannya. Salib baru sama sekali gagal menyampaikan makna sepenuhnya dari salib. Salib adalah simbol dari kematian. Salib menandakan kesudahan yang mengerikan dan sekonyong-konyong pada seseorang. Allah menyelamatkan orang dengan meremukkan dia dan kemudian membangkitkannya dan membawanya kepada kehidupan yang baru. Biji gandum harus jatuh ke tanah dan mati. Allah kemudian menganugerahkan kehidupan, tetapi bukan hidup lama yang telah diperbaiki. Barangsiapa yang ingin memilikinya harus lewat di bawah tongkat gembala-Nya. Ia harus menyangkali dirinya sendiri dan menerima hukuman Allah yang adil terhadapnya. Bagaimana theologia ini bisa diterjemahkan ke dalam kehidupan? Sederhana saja, orang non-Kristen harus bertobat dan percaya. Ia harus meninggalkan dosa-dosanya dan bahkan menyangkali dirinya sendiri. Janganlah ia menutupi apa pun. Janganlah ia berusaha tawar-menawar dengan Allah, tetapi hendaklah ia menundukkan kepalanya dihadapan murka Allah dan mengakui dirinya layak mati.”

Diadaptasi dari buku Tell The Truth oleh Will Metzger (Momentum).

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order