Persatuan Gereja Seluruh Dunia Semakin Nyata

Tanda-tanda akan munculnya gereja esa sedunia dapat terlihat di mana-mana pada hari ini. Pada tanggal 7-28 Oktober, Sinode Uskup-Uksup Roma Katolik ke-13 dilaksanakan di Vatikan dan dihadiri oleh orang-orang Baptis, Protestan, dan delegasi-delegasi maupun pengamat-pengamat lainnya.¬†Pemimpin Baptis, Timothy George, adalah salah satu pembicara, dan dia memuji proses “dialog” yang terjadi dan menyerukan “kesatuan gereja.” George berdoa agar sinode Katolik dan program Penginjilan Katolik Baru akan “menjadi pembuka jalan pembaharuan Injil dan penyegaran gereja dan dunia dalam masa hidup kita” (“Baptist Addresses Vatican Crowd,” Associated Baptist Press, 23 Okt. 2012).

Olav Tveit, sekretaris jenderal dari World Council of Churches, mengirimkan sebuah salam hangat kepada sinode itu. Tveit menyatakan suatu kerinduan untuk “persatuan yang nyata dari Gereja dalam satu iman dan satu persatuan ekaristi” (“Greets of the WCC General Secretary,” 11 Okt. 2012, oikoumene.org).

World Council mewakili 340 denominasi, dan mereka berasosiasi karib dengan Roma. Kepada campuran Injili dan Katolik yang tidak kudus ini akan ditambahkan lagi gerakan kontemplatif mistikisme Roma Katolik, ekumenisme radikal dari musik penyembahan kontemporer, dan afiliasi dekat antara gerakan kharismatik dengan Roma, sehingga semakin jelas bahwa “persatuan yang nyata dari Gereja” sudah hampir tiba pada kita.

WCC bersifat liberal radikal dalam hal theologi, sebagaimana yang telah kami dokumentasikan dalam laporan “The World Council of Churches,” tetapi pesan Tveit sangat menarik karena bahasa “injili” yang ia gunakan. Dia berbicara mengenai “salib dan kebangkitan Yesus Kristus, yang adalah Kabar Baik.” Dia berbicara mengenai pembenaran dalam Kristus, pemberitaan Injil dan panggilan kepada kekudusan.” Dia berbicara mengenai “kuasa Roh Kudus,” tentang “merenungkan teks-teks Alkitab, dan bersaksi tentang Injil di rumah-rumah dan keluarga-keluarga [kita], di jalan-jalan atau di tempat-tempat kerja.”

Kalau saya tidak tahu belangnya, saya pasti menyimpulkan bahwa orang ini adalah seorang yang percaya Alkitab, tetapi dia memang bukan! Dia menggunakan kata-kata indah ini, tetapi dia menggunakan kamus yang berbeda untuk mendefinisikan kata-kata tersebut. Bagi WCC, injil adalah usaha untuk menegakkan “keadilan sosial-politik” di dunia sekarang ini, bukan keselamatan jiwa-jiwa. Kristus, Roh Kudus, kekudusan, pembenaran, merenungkan Alkitab, bersaksi tentang Injil, semua hal ini memiliki banyak definisi yang berbeda di dalam khalayak ramai World Council yang campur aduk.

Sejak Konsili Vatikan Kedua di Roma, suatu konferensi tiga tahun yang mulai persis 50 tahun yang lalu dan yang membuka pintu bagi ekumenisme paling lebar dalam sejarah gereja, Roma Katolikisme telah “diinjilikan,” dan orang-orang Injili telah “diromakan.” Kita sedang hidup di suatu zaman pencampuran dan merger besar-besaran. Hitam putihnya kebenaran doktrinal sedang dicampuradukkan menjadi abu-abu kompromi. Kata-kata theologis dibiarkan memiliki banyak definisi yang berbeda-beda, karena sikap terlalu dogmatis adalah tidak sopan dan divisif.

Tiga puluh tahun lalu, saya tidak berpikir bahwa akan menyaksikan gereja-gereja Baptis independen akan main mata dengan orang-orang yang berafiliasi dengan Roma, tetapi ini sedang terjadi di depan hidung kita, melalui diterima luasnya musik penyembahan kontemporer, yang bisa jadi adalah lem yang paling kuat dan efektif untuk penciptaan gereja esa sedunia.

Sumber: Way of Life / Graphe Ministry