Pendeta Srilanka dan Istrinya Dipukuli

Seorang pendeta beserta istrinya secara kejam diserang oleh massa di Sri Lanka setelah dituduh menyebarkan Kekristenan. Menurut sebuah laporan, pastor yang berasal dari Gereja Assemblies of God yang juga merupakan presbiter daerah, dan istrinya pergi mengunjungi anggota gereja. Di dalam perjalanan pulang, mobil mereka tiba-tiba disalib oleh sebuah SUV, dan kerumunan massa sekitar 40 orang mengelilingi mereka. Mereka menarik pendeta itu turun dan memukulnya dengan tuduhan telah menyebarkan Kekristenan.

Pendeta dan istrinya tersebut diseret kembali ke dalam rumah yang baru saja mereka tinggalkan. Massa yang marah itu meminta anggota gereja dan putrinya itu menceritakan berapa bayaran sang pendeta untuk membuat mereka berpindah ke Kristen. Meskipun jemaat gereja tersebut mengatakan bahwa dia dengan sukarela memeluk Kristen beberapa waktu lalu, massa tetap memukul pendeta tersebut.

Meskipun akhirnya pendeta dan istrinya dapat melarikan diri dan melaporkan kepada pihak berwajib, namun kartu identitas dan telepon genggamnya, Alkitab, dan dokumen lainnya dicuri saat kejadian itu. Beberapa anggota gereja yang nomor telepon genggamnya tersimpan di memori telepon pendeta tersebut, menerima panggilan masuk dari seseorang yang berpura-pura sebagai pendeta, yang meminta mereka untuk menemuinya di tempat-tempat yang berbeda.

Ini bukanlah kejadian pertama dimana pendeta dan keluarganya diserang. 1 Agustus lalu, rumah seorang pendeta diserang dan semua jendelanya dipecahkan. Meski tidak ada korban, anak mereka mengalami trauma dan ketakutan. Bayi mereka yang baru berumur 10 minggu pun kejatuhan kaca saat dia tertidur.

Kejadian di Sri Lanka ini merupakan salah satu bentuk penganiayaan yang terjadi di mana-mana terhadap umat Kristen. Tidak hanya untuk pendeta dan keluarganya, kita juga harus berdoa untuk para jemaat agar dimanapun mereka berada, Tuhan melakukan mujizat dan menjadikan setiap kejadian buruk menjadi indah.

Sumber: Jawaban.com, 17 Agustus 2012. “Pendeta dan Istrinya Diseret dan Dipukuli di Sri Lanka”.