Penantian Panjang

Kim dan Krickitt Carpenter berkendaraan menuju Arizona untuk merayakan Thanksgiving. Malang tak dapat ditolak, mereka mengalami kecelakaan. Krickitt mengalami koma selama empat bulan. Ketika sadar kembali, ia kehilangan memorinya. Bahkan kenangan pernikahannya selama dua tahun dengan Kim pun terhapus sama sekali. Butuh waktu tiga tahun baginya untuk dapat memiliki hubungan emosional lagi dengan istrinya. Sebuah penantian yang panjang bagi Kim. Penantian untuk dirindukan, dicintai, dan diterima kembali oleh sang suami. Kisah nyata ini akhirnya diangkat menjadi film dengan judul The Vow.

Firman-Nya hari ini juga berbicara tentang penantian. Tuhan merindukan kita untuk menantikan Dia (ay. 18). Dia menantikan Anda berseru dan menunggu pertolongan-Nya (ay. 19). Dia menginginkan agar Anda mengenali-Nya setiap waktu (ay. 20), menunjukkan jalan yang lurus bagi Anda (ayat 21), dan menguduskan hidup Anda dari kecemaran (ayat 22). Dia siap sedia untuk mencukupi segala kebutuhan Anda (ay. 23-25) dan memulihkan Anda sepenuhnya (ay. 26).

Namun, kita perlu menantikan dengan setia hingga waktu-Nya tiba. Tuhan menghendaki, agar kita menantikan Dia bertindak menurut waktu-Nya. Kita mungkin tergoda untuk mendesak Tuhan, agar mempercepat agenda-Nya. Namun, Tuhan memiliki perhitungan yang melampaui pengertian kita. Ketidaksabaran kita hanya akan membuahkan kesia-siaan. Jadi, jika Anda sedang menantikan sesuatu dari Tuhan, bertekunlah. Dia tidak akan pernah mengecewakan dan mempermalukan kita.

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu… berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! (Yesaya 30:18)

Kesediaan kita untuk menanti menunjukkan penghargaan pada sang pemberi janji.

Baca juga berbagai artikel renungan hariannya untuk memberikan semangat tiap-tiap hari bagi anda dalam menjalani kehidupan dalam tulisan yang berjudul Langsung Marah dan Pengetahuan Akan Bertambah.

Sumber: Renungan Harian