Pakistan Akan Melarang Keberadaan Alkitab

Hukum penghujatan di Pakistan kini dapat digunakan untuk melarang Alkitab di negara itu.  Seperti dilangsir CBN dari SSP News, partai politik berpengaruh di Pakistan, Jamiat Ulema-e-Islam (Samiul Haq) atau the JUI-S party  telah meminta Mahkamah Agung Pakistan untuk menyatakan sebagian dari Alkitab terkandung unsur penghujatan.

Kesalahpahaman ini disinyalir berasal dari penafsiran sebagian ulama di pakistan tentang penggambaran tokoh-tokoh  seperti Abraham dan Ishak, yang tidak sesuai dengan penggambaran sebagai nabi umat Islam.

Menurut mereka, seperti dilangsir CBN, beberapa bagian telah ditambahkan ke dalam Alkitab yang dianggap merusak kesucian tokoh suci dengan membebankan mereka dengan berbagai kejahatan moral. Sisipan tersebut, menurut pemimpin partai Maulana Abdul Rauf Farooqi, menyinggung perasaan umat Islam yang sangat menghargai nabi-nabi dan kitab suci.

Kelompok ini memperingatkan bahwa jika Mahkamah Agung gagal untuk menyatakan beberapa bagian yang menghujat, pengacara mereka siap untuk mengajukan permohonan untuk sepenuhnya melarang Alkitab di Pakistan.

Hukum penghujatan di Pakistan sering disalahgunakan untuk menargetkan umat minoritas khususnya Kristen. Tak jarang umat minoritas ini harus menghadapi hukuman mati tanpa pengadilan agama hanya karena tuduhan yang tidak terbukti kebenarannya.

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (I Korintus 1:18)

Sumber : CBN

Baca juga berita kristen lainnya : Salwa Al Mutairi: Lelaki Boleh Memiliki Budak Seks dan Obama Dukung Hak-hak Kaum Gay