Kontradiksi Tahun Kelahiran Yesus

Tahun kelahiran Yesus adalah salah satu polemik yang tidak ada habisnya, banyak kalangan non-kristen menyebutkan bukti-bukti tahun kelahiran Yesus di dalam Alkitab penuh kontradiksi (bertentangan satu sama lainnya).

Dalam tuduhan yang dituliskan oleh para pengkritik Alkitab, mereka menggunakan ayat Matius 2:1 dan Lukas 1:1-20 dimana informasi kelahiran Yesus dalam ke dua ayat tersebut berbeda.

Benarkah demikian, bahwa Alkitab salah dalam mencatat kelahiran Yesus ?

Injil Matius 2:1 menyebutkan bahwa sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada jaman Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem; sementara Injil Lukas 1:1-20 menyebutkan bahwa Yesus lahir ketika kaisar Agustus mengadakan sensus penduduk.

Menurut perhitungan sejarah, sensus itu dilaksanakan pada tahun 7 Masehi, ini berarti bahwa Yesus lahir pada tahun itu juga. Tetapi menurut Matius, Yesus lahir di jaman Herodes yang wafat pada tahun 4SM. Kemudian diganti anaknya yang bernama Herodes Arkelaus yang dipecat oleh pemerintah Romawi tahun 6 Masehi.

Lalu manakah yang benar ?

Sebagian umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun 1, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius memang dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun, Injil Lukas 2:1 menyatakan bahwa Yesus lahir pada masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 SM hingga tahun 14 Masehi. Lalu di Matius2:1 juga menyatakan bahwa Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung yang memerintah pada tahun 37 SM hingga tahun 4 Masehi.

Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ada ilmuwan yang menyatakan bahwa Yesus lahir tahun 8 SM, tahun 6 SM, bahkan tahun 4 M.

Sensus Kirenius

quirinus-coinKejanggalan catatan sejarah ini sempat menjadi masalah yang serius bagi peneliti Alkitab. Akan tetapi belum lama ini telah ditemukan tulisan kuno yang mengungkapkan bahwa terdapat dua nama Kirenius yang menduduki jabatan sebagai Prokonsul Siria. Jerry Vardaman, seorang arkeolog terkemuka telah menemukan sebuah koin dengan nama Kirenius di atasnya. Penemuan ini menunjuk bahwa Kirenius sebagai Prokonsul Siria dan Kilikia dari tahun 11 SM hingga pasca kematian Herodes.

Ada kemungkinan Kirenius adalah orang yang sama, tetapi juga ada kemungkinan adalah 2 orang yang berbeda dengan nama yang serupa. Adalah hal yang lumrah pada masa itu, banyak orang memiliki nama Roma yang sama.

Dengan demikian masa pemerinahan Kirenius adalah sebagai berikut: pertama, yang memerintah hingga 4 SM, dan kedua, memerintah setelah 6M.

Melihat periode masa jabatan Kirenius tersebut, bisa diyakini bahwa sensus yang dimaksudkan dalam Injil Lukas adalah yang terjadi pada masa pemerintahan Kirenius yang lebih awal. Sebab Lukas menjelaskan bahwa pendaftaran yang dimaksud adalah pendaftaran “pertama kali”.

Dengan demikian, yang dimaksudkan dalam Lukas 2 adalah Pendaftaran / Sensus pada tahun 4 SM yang umumnya dikenal sebagai tahun kelahiran Yesus, sehingga tidak ada konflik dengan kisah orang Majus dan Raja Herodes dalam Injil Matius.