Kerajaan 1000 Tahun dalam Wahyu 20

Pembahasan mengenai akhir zaman (eschatology / eskatologi) selalu menjadi topik yang hangat dan mengundang banyak pemerhati. Kotbah-kotbah atau seminar yang memfokuskan pada tema tentang akhir zaman biasanya selalu dipadati orang. Mereka penasaran ingin tahu apakah kedatangan Tuhan Yesus kedua kali (second coming) sudah dekat? Apakah tanda-tanda menjelang kedatangan Tuhan? Kapankah Kerajaan 1000 tahun berdiri? Seperti apakah Kerajaan 1000 tahun tersebut? Biasanya hal-hal itu selalu mengundang rasa ingin tahu setiap orang.

Berkaitan dengan akhir zaman, perlu dipahami bahwa ayat-ayat yang memuat tentang akhir zaman adalah ayat-ayat yang ditulis dalam gaya bahasa apokaliptik dan bersifat nubuatan. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian di dalam menafsirkannya. Dibutuhkan pengetahuan akan gaya sastra apokaliptik pada zaman abad pertama, latar belakang penulisan kitab tersebut, maksud penulisan dan sebagainya. Salah satu topik penting dalam akhir zaman adalah Kerajaan 1000 tahun (The Millenium Kingdom). Ada tiga penafsiran pokok yang menjadi prinsip dari gereja-gereja di dunia dalam memandang hal tersebut. Berikut ulasannya:

I. Pre-Millenium
Pandangan ini menyatakan bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Kerajaan seribu tahun. Mereka berpendapat bahwa parousia (kedatangan Kristus yang kedua) akan terjadi dua kali. Pertama, Kristus akan datang secara rahasia untuk orang percaya dan membawa semua orang percaya ke awan-awan/angkasa (rapture) selama kira-kira 7 tahun. Kedua, Kristus akan datang bersama orang-orang percaya ke bumi dan bersama mereka Kristus akan memerintah di bumi selama seribu tahun lamanya.

Pada masa ini Iblis diikat selama 1000 tahun. Setelah masa 1000 tahun ini selesai, Iblis akan dilepas untuk waktu yang singkat, tapi Kristus akan segera memusnahkannya. Lalu terbentuklah langit dan bumi baru. Selama masa pengangkatan tersebut di atas, akan terjadi penyiksaan yang hebat di bumi.

Pandangan Pre-Millenium sendiri terbagi dalam dua ajaran yang berbeda dalam memandang tentang kedatangan Tuhan Yesus, yaitu:

kerajaan 1000 tahun

1. Premillenium – Dispensasional

Pandangan ini menyatakan bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Kerajaan seribu tahun. Mereka berpendapat bahwa parousia (kedatangan Kristus yang kedua) akan terjadi dua kali. Pertama, Kristus akan datang secara rahasia untuk orang percaya dan membawa semua orang percaya ke awan-awan/angkasa (rapture) selama kira-kira 7 tahun. Kedua, Kristus akan datang bersama orang-orang percaya ke bumi dan bersama mereka Kristus akan memerintah di bumi selama seribu tahun lamanya.

Pada masa ini Iblis diikat selama 1000 tahun. Setelah masa 1000 tahun ini selesai, Iblis akan dilepas untuk waktu yang singkat, tapi Kristus akan segera memusnahkannya. Lalu terbentuklah langit dan bumi baru. Selama masa pengangkatan tersebut di atas, akan terjadi penyiksaan yang hebat di bumi. Kelompok dispensasional ekstrim malahan menafsirkan adanya dua macam Injil, yaitu Injil Anugerah dan Injil Kerajaan. Injil Anugerah adalah untuk orang-orang non Yahudi, sedangkan Injil Kerajaan adalah untuk orang-orang Yahudi. Injil Kerajaan ini akan memberikan pengaruh pada masa 1000 tahun tersebut, di mana orang -orang Yahudi yang belum bertobat akan mendapat kesempatan untuk percaya pada waktu tersebut.

2. Premillenium Historis

Pandangan ini mengatakan bahwa Kristus akan datang kembali untuk kedua kalinya dan bersama orang percaya akan memerintah selama 1000 tahun lamanya. Selain itu, kelompok ini juga percaya akan adanya dua kali kebangkitan orang mati. Pertama, pada permulaan parousia, yaitu pada awal millenium. Kebangkitan yang kedua adalah pada akhir millenium.

Pandangan ini didasarkan pada Wahyu 20, di mana mereka berpendapat bahwa 1000 tahun adalah harfiah dan kebangkitan yang pertama pada ayat 6 adalah kebangkitan tubuh. Kelompok ini juga berpendapat bahwa pada masa sebelum Millenium akan terjadi siksaan yang dahsyat, kekacauan dunia dan penderitaan yang hebat. Namun pada saat keadaan yang paling buruk ini, Kristus akan datang ke bumi dan mendirikan kerajaan seribu tahun. Menurut pandangan ini, masa tersebut adalah masa yang penuh damai dan kebenaran.

II. A-Millenium
Tidak ada Kerajaan 1000 tahun secara fisik (kingdom with A King). Masa sekarang ini adalah masa 1000 tahun. Kerajaan 1000 tahun (Wahyu 20) sudah dimulai sejak Kristus duduk di tahta Daud ketika Ia naik ke sorga, setelah Ia menghembuskan Roh Kudus-Nya yang digenapi pada hari pentakosta atau suatu periode waktu yang dimulai dari kedatangan Kristus yang pertama sampai kedatangan Kristus yang kedua.

Pada masa ini, setan diikat dalam arti tidak dapat menghambat dan menyetop penyebaran Injil dan tidak dapat menipu bangsa-bangsa. Menurut pandangan ini, selama masa 1000 tahun ini jiwa orang percaya yang telah meninggal sekarang berada di Sorga. Mereka sekarang hidup dan memerintah bersama Kristus, sementara mereka menantikan kebangkitan tubuh mereka. Dengan demikian, masa millenium pada Wahyu bukanlah harfiah, tetapi mengatakan suatu periode yang cukup lama. Seribu tahun dianggap kelipatan 10, yang berarti menyatakan angka sempurna, jadi lama sekali.

Bahkan ada yang berpandangan bahwa Iblis diikat selama 1000 tahun sebenarnya menyatakan kemenangan Kristus yang sempurna. Jadi, orang-orang mati (martyr) yang hidup kembali (Wahyu 20: 4) dimengerti secara rohani (bukan kebangkitan tubuh). Mereka ini, yang secara rohani hidup, memerintah bersama dengan Kristus di Sorga untuk masa 1000 tahun.

George E. Ladd mengatakan: “Adalah sulit untuk memahami 1000 tahun di mana ia (setan) diikat secara harfiah, mengingat angka-angka dalam Wahyu yang jelas simbolis. 1000 = 3 pangkat 10 – suatu waktu yang ideal.” Jadi, dalam konsep A-Millenium masa 1000 tahun dipahami sebagai angka figurative yang menunjukkan kegenapan waktu TUHAN yang tidak diketahui.

C. J. Haak, dalam Dogmatika Reformasi, hlm. 353, menjelaskan: Istilah Kerajaan 1000 thn (dlm pengertian nyata) tidak tertulis di Wahyu 20. Yang memerintah ialah jiwa-jiwa di sorga, orang-orang Kristen yang telah meninggal, jadi bukan di bumi. Pemerintahan ini sudah berlaku sejak hari Pentakosta.

setan-diikat

III. Post-Millenium
Menurut pandangan ini, akan terjadi penginjilan yang hebat di bumi. Hal ini merupakan penggenapan dari Mat.24: 14, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahan-nya”. Mereka ini percaya bahwa akan tiba masa emas Gereja. Doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, “Datanglah kerajaanMu di bumi seperti di Sorga”, akan sungguh-sungguh terjadi. Pemerintahan Kristus, di mana Dia memerintah dalam hati manusia, akan terjadi secara sempurna dan bersifat universal.

Menurut pandangan kelompok ini, dunia yang akan datang tidak memiliki perbedaan esensi dengan dunia sekarang ini. Dunia yang sekarang ini akan semakin berubah seiring dengan semakin menyebarnya Injil dan semakin banyak penduduk dunia menjadi Kristen. Kejahatan memang tidak hilang sama sekali, tetapi semakin berkurang hingga mencapai titik minimum. Keadaan ini adalah sebagai akibat semakin berubahnya hati manusia di bumi. Segalanya semakin baik, segala permasalahan yang terjadi akan diselesaikan. Dunia menjadi dunia Kristiani yang penuh dengan kedamaian. Masa ini disebut sebagai millenium. Kedatangan Kristus kedua kali akan menutup masa millenium itu. Barulah setelah itu ada kebangkitan orang mati dan penghakiman terakhir.Dua tokoh terkenal dari Postmillennialisme konservatif ini adalah Jonathan Edward (1703-1758), seorang pemimpin pembaharu di Amerika pada abad ke-18, dan Charles Hodge (1797-1878), theolog termasyur di Princeton, USA sekitar abad ke-19.

Loraine Boettner- yang mewakili kelompok ini- dalam artikelnya menulis, “Kerajaan Allah sekarang ini sedang diperpanjang di dunia ini melalui adanya pemberitaan Injil dan karya keselamatan Roh Kudus di hati setiap orang. Dunia ini akhirnya akan dikristenkan, dan parousia (Kedatangan Tuhan Yesus kedua) akan terjadi pada akhir dari satu periode yang panjang yang penuh damai dan kebenaran, yang umumnya disebut millennium.

 

Kesimpulan :

Konsep tentang Kerajaan 1000 tahun masih dipahami secara berbeda. Ada yang memandangnya sebagai Kerajaan yang sudah hadir sejak Kenaikan Kristus ke Surga, dan telah beroperasi secara rohani (A-Millenium), ada juga yang berpendapat bahwa Kerajaan 1000 tahun akan hadir nanti secara fisik di Bumi setelah kedatangan Yesus kedua kali (Pre-Millenium), dan yang ketiga memandang bahwa dunia akan semakin baik karena semua orang akan percaya kepada Yesus, masa inilah yang disebut masa 1000 tahun (Post-Millenium).

Namun selain hal eskatologi yang harus dipahami, yang terpenting dan tidak boleh dilupakan adalah “Sudah siapkah kita apabila Tuhan Yesus datang?” Maranatha!

 

Referensi:

Alkitab

C.J Haak, Dogmatika Reformasi

Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 3. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1992.

George E Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid 2. Malang : Yayasan Kalam Hidup, 1999.

Lorraine Boettner, The Millenium. USA : The Presbyterian and Reformed Publishing, 1984.

Merril C Tenney, Survei Perjanjian Baru. Malang : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 1997.

Millard J Ericson, Pandangan Kontemporer dalam Eskhatologi, Sebuah Studi tentang Milenium.

Malang : Seminary Alkitab Asia Tenggara, 2000.

Peter Wongso, Hermeneutika Eskhatologi.Malang : Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1992.

Welly P, Eskatologi Biblika

 

Sumber : Ps. Bobby MTh