Kapal yang Terkurung Es dan Teori Al Gore

Sebuah kapal peneliti di Antartika belakangan ini masuk berita internasional karena ia terkurung sejak tanggal 24 Desember, terjebak di tengah-tengah bermil-mil es.

Kapal MV Akademik Shokalskiy sedang membawa para ilmuwan Australia yang sedang menelusuri kembali jejak ekspedisi Douglas Mawson, 1911-14, dan mencari bukti-bukti pemanasan global. Salah satu ilmuwan yang ikut adalah Chris Tuney, Profesor Perubahan Iklim di Universitas New South Wales, yang telah menubuatkan bahwa es di kutub akan mencair dan menyebabkan peningkatan drastis permukaan laut.

Salah satu tujuan ekspedisi tersebut adalah untuk memastikan sejauh mana aktivitas manusia dan polusi berdampak langsung kepada daerah terpencil di Antartika ini. Realitanya adalah bahwa es laut secara global justru berada di atas normal dan baik Kutub Utara maupun Selatan saat ini memiliki gunung es yang besar sekali (“Nature Proves Al Gore Wrong Again,” Watts Up With That, 16 Des. 2013).

Pada tanggal 22 September, tingkat es di Antartika mencapai rekor tertinggi (“Media Flustered at News of Antarctica Not Melting,” NewsBusters.org, 7 Nov. 2013). Sebuah kapal pemecah es Cina dan satu lagi dari Australia, yang dikirim untuk menolong kapal peneliti itu, tidak dapat mencapai target mereka sampai dengan tanggal 31 Desember. Dan kita harus ingat, bahwa saat ini sedang musim panas di Antartika!

Skenario yang sangat menarik ini mengingatkan kita bahwa lima tahun yang lalu, “Mr. Global Warming,” yaitu Al Gore sendiri, memberitahu audiens televisi Jerman bahwa “seluruh es di kutub Utara akan menghilang dalam waktu lima tahun” (“Al Gore, Soothsayer,” Washington Times, 16 Des. 2013).

Penulis menyaksikan Al Gore pada tahun 2008 di konferensi New Baptist Covenant di Atlanta, yang penulis hadiri sebagai media. Al ada bersama dengan beberapa tokoh Baptis terkenal lainnya, seperti Jimmy Carter dan Bill Clinton, sebagai pembicara. Pada pertemuan itu, Gerald Durley mengatakan bahwa kaum Baptis perlu melepaskan keinginan mereka untuk menobatkan semua orang kepada iman dalam Kristus, dan mengklaim bahwa Yohanes 14:6 tidak berarti Yesus satu-satunya jalan keselamatan, dan membandingkan berbagai agama yang ada seperti sup sayur yang justru enak karena adanya keragaman.

Jimmy Carter telah mengatakan bahwa orang Mormon adalah Kristen. Bill Clinton percaya bahwa Allah bekerja dengan cara-cara yang misterius bahkan dalam agama voodoo sekalipun (My Life oleh Bill Clinton). Pada pertemuan itu juga disebarkan salinan sebuah artikel oleh istri Tony Campolo, Peggy, yang mempromosikan penerimaan homoseksualitas sebagai sesuatu yang alami dan baik. Semua ini adalah saudara rohaninya Al Gore. Tidak heran dia kebingungan tentang iklim.

Sumber : Way of Life