Gereja Anglikan Bergabung Dengan Katolik Roma

Sebuah berita dari Vatikan mempertegas informasi yang sebelumnya beredar bahwa Vatikan secara resmi bergabung dengan Anglikan, berikut informasi yang Cakka.web.id kutip dari situs Jawaban yang berjudul “Tahun Baru, Gereja Anglikan Bergabung Dengan Katolik Roma”.

Memasuki tahun baru, setiap orang memulai lembaran baru kehidupannya. Namun di tahun yang baru ini, tepatnya 1 Januari 2012 merupakan sebuah tonggak bersejarah bagi Gereja Roma Katolik dan Gereja Anglikan. Pasalnya pada tahun 2012 ini, Gereja Anglikan secara resmi kembali bergabung dengan Gereja Katolik Roma.

Gereja Anglikan adalah gereja yang berada di bawah Kerajaan Inggris. Pada abad ke 16 Raja Henry VIII memutuskan untuk gereja Inggris memisahkan diri dari Vatikan. Awalnya kedua gereja itu memiliki dokrin dan liturgy yang identik, namun lambat laun Gereja Anglikan melakukan beberapa perubahan.

Setelah melakukan pemungutan suara, Gereja anglikan yang berada di Amerika memutuskan untuk keluar dari denominasinya dan mempertimbangkan kembali ke Katolik. Mereka sebelumnya juga menyebut diri mereka sebagai jemaat Anglo-Katolik.

Tidak banyak perubahan. Sebagai paroki Anglo-Katolik kita menerima dengan beberapa pengecualian, atas semua pengajaran Katolik, demikian jelas Bapa Mark Lewis dari Paroki St. Luke, Bladensburg, Maryland.

Gereja Anglikan mengalami goncangan dan banyak gereja-gereja dibawahnya yang memutuskan keluar atau bergabung dengan gereja lain setelah gereja tersebut membuat keputusan-keputusan yang mengagetkan seperti mentasbihkan perempuan sebagai pendeta dan memberikan toleransi terhadap homoseksualitas.

Banyaknya berbagai denominasi gereja sebenarnya adalah sebuah bentuk filterisasi akan kebenaran Firman Tuhan. Ini menyebabkan gereja yang memiliki perbedaan pandangan akan membentuk dominasi berbeda. Dalam hal ini tentu ada yang memiliki pandangan benar dan ada yang salah. Dengan adanya denominasi, ini memudahkan setiap orang untuk menguji berbagai ajaran dan memegang yang baik yang seturut Firman Tuhan (I Tes 5:21).

Namun, beberapa kalangan berpikir asalkan sama-sama mempercayai Allah, yaitu Yesus maka semua adalah baik. Ini sebenarnya adalah sebuah pandangan sesat yang iblis tanamkan di dalam dunia agar orang tidak menyadari bahwa pola kerja iblis adalah dengan membuat yang benar menjadi salah. Tentu untuk melakukan hal ini tidak bisa dilakukan langsung secara frontal karena akan dengan mudah disadari setiap umat Tuhan. Strategi “Perang Gerilya” perlu iblis gunakan agar usahanya berhasil. Sayangnya banyak umat Tuhan yang malas mengikuti seluruh kebenaran Firman Tuhan dan tidak mau menguji setiap ajaran, mereka lebih memiliki melakukan apa yang disukai nya dengan mencari dukungan mengambil sebagian ayat-ayat tertentu agar terlihat seakan benar di hadapan orang lain (II Tim 4:3-4).

Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
(Amsal 14:12)