Character Building

Christian CharacterSeberapa Pentingkah Karakter Itu?

  • Karakter memegang peranan penting dalam seluruh aspek hidup. Karakter sangat penting dan sangat menentukan. Saking pentingnya, Jhon Maxwell berkata, “jangan mempekerjakan siapapun yang tidak dapat membuktikan karakternya, dan jangan bekerja sama dengan siapapun yang tidak berkarakter” (John Maxwell, Life@Work). Begitu juga dalam kehidupan rohani. Karakter akan sangat membantu pelayanan.
  • Presiden USA yang ke 16, Abraham Lincoln mengatakan bahwa karakter sama seperti sebuah pohon, dan reputasi sama seperti bayang-bayang pohon tersebut” (Warren Wiersbe, Sepuluh Kekuatan Pelayanan).
  • Ahli keuangan, J.P. Morgan menyebut karakter sebagai “jaminan terbaik yang dapat diberikan oleh seseorang” (Wiersbe, Sepuluh Kekuatan Pelayanan). Perkataan seorang yang berkarakter bernilai sama dengan dirinya sendiri.
  • Penulis esei Inggris John Foster menulis, “Manusia tanpa keputusan karakter tidak pernah dapat dikatakan menjadi miliknya sendiri. Ia menjadi milik apapun yang dapat memikat dirinya” (John Maxwell, Leadership Gold). Artinya, orang yang tidak dipimpin oleh karakternya akan cenderung pragmatis dan tidak berpendirian.
  • Penulis terkenal J. R. Miller menulis, “Satu-satunya hal yang kembali pulang dari pemakaman bersama orang-orang yang berkabung dan menolak untuk dikubur adalah KARAKTER manusia. Karakter seorang manusia hidup lebih lama darinya. Karakter tidak pernah dapat dikubur” (John MacArthur, Twelve Ordinary Men).
  • Ada tiga kategori orang yang berkenaan dengan karakter. Pertama, ada orang yangberkarakter buruk/jelek/jahat. Kedua, ada yang berkarakter baik/indah (subjektif/objektif). Ketiga adalah orang yang belum berkarakter. Orang yang dalam kategori ketiga adalah seorang yang masih labil, polos, dan berubah-ubah.

Apa itu karakter?

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia mendeskripsikan karakter sebagai: sifat, watak, dan tabiat.
  • Kata karakter dalam Alkitab berasal dari kata Yunani yang berarti alat ukir atau alat pemahat. Dalam bahasa latin, karakter bermakna: ”tools for marking, to engrave.” Webster Dictionary memberi arti, “engrave, inscribe.”
  • Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa karakter adalah “proses memahat jiwa, menandai diri atau mengukir diri sedemikian rupa, sehingga berbentuk unik, menarik dan berbeda.
  • Karakter menurut Alkitab adalah menjalani hidup kita dihadapan Allah, takut hanya kepada Allah, dan berusaha hanya menyenangkan Tuhan, tidak perduli bagaimana perasaaan kita, atau apa yang mungkin akan dikatakan atau dilakukan orang lain.
  • Membangun karakter ialah “mengukir nilai/prinsip kebenaran Allah atau mengoreskan/menandai diri dengan praktik hidup benar berdasarkan Alkitab.
  • Secara sederhana karakter adalah: “melakukan apa yg benar karena hal itu benar. Orang yg berkarakter adalah orang yg melakukan apa yg benar karena alasan yang benar“. Karakter adalah tentang siapa kita, atau ada yang mengatakan tentang diri kita terbuat dari apa.
  • Karakter-Karakter terbaik yang harus kita miliki menurut Alkitab ialah: Kerendahan hati, kesabaran, pengendalian diri, murah hati, sederhana, tahan uji, sukacita, pendamai, dll (Matius 5:1-12; Galatia 5:22).

Manfaat-manfaat memiliki karakter:

1. Karakter menjadikan kita pribadi yang berintegritas.

Karakter dan Integritas adalah dua hal yang berkaitan erat, yang tidak mungkin dapat dipisahkan. Integritas jauh lebih dari sekedar tidak mengatakan kebohongan, dan lebih dari mengatakan kebenaran. Integritas berarti jujur pada siapa saya sebenarnya.

  • Kata Integritas bersal dari bah Latin, integer, yang berarti “keutuhan, keseluruhan, kelengkapan,” (The Oxford English Dictionary). Orang yang berintegritas adalah orang yang utuh, jujur, dipercaya, dan dapat diandalkan. Perkataannya tidak bedanya dengan perbuatannya. Integritas adalah di mana kepercayaan, pemikiran, dan tindakan saya bersatu dalam hidup saya (Ronald J. Greer, Living with Integrity).

Seseorang bisa saja tampak baik di depan orang, tetapi lain halnya ketika ia berada  ditempat yang gelap. Nah, ditempat yang gelap itulah sesungguhnya karakter aslinya. Pengkhotbah KKR terbesar abad 19, D.L. Moody pernah berkata, “karakter adalah seseorang ditempat yang gelap” (Charles Stanley, Perjalanan Mulia).

a. Karakter adalah ketika Yusuf mengatakan tidak kepada isteri Fotifar, dan masuk ke dalam penjara karena bersikap jujur dan bersih.

b. Karakter adalah ketika Musa menyerahkan keistimewaannya sebagai pangeran Mesir untuk mengambil resiko dan masalah sebagai nabi orang yahudi.

c. Karakter adalah ketika Daniel menolak berkompromi meski hanya demi menu makan. Dan Sadrack, Mesakh, Abednego menyembah dewa Nebukadnezar.

d. Karena karakter Mathin Luther, John Hus, Pollycarpus memilih mati daripada meninggalkan kebenaran.

2. Karakter menimbulkan dampak/pengaruh besar (Matius 5:13-14).

Orang Kristen yang berkarakter akan memancarkan sinar/cahaya kebenaran yang dapat menuntun orang lain kepada pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus.

3. Karakter membuat kita menjadi seorang saksi Kristus yang efektif.

Orang Kristen yang berkarakter Kristus akan mudah didengar ketika ia berbicara. Banyaknya nada sumbang dan tuduhan palsu terhadap kekristenan dikarenakan banyaknya saksi-saksi Kristus yang berkarakter buruk. Kerap kali Injil menghadapi resistensi/penolakan disebabkan tingkah laku si pemberita Injil berlawanan dengan Injil itu sendiri.

Mengapa kita harus membangun Karakter?

1.  Membangun karakter adalah perintah Tuhan (Roma 12:2; Kol 3:12; Efs 4:17-32).

Tuhan tidak sekedar mengimbau atau memita anak-anakNya agar membangun karakter yang serupa dengan Dia, tetapi Tuhan memerintahkan agar setiap anak-anakNya menghasilkan buah, bertumbuh dewasa atau berkarakter Kristus (Yoh. 15).

2. Membangun karakter adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab Roh Kudus (Roma 12:2; Matius 3:8).

Karakter tidak otomatis ada dalam diri seseorang. Sesuai dengan definisinya, dan sesuai dengan keterangan Alkitab, karakter itu dibentuk. Setiap manusia terlahir tanpa karakter. Seperti sebatang kayu yang siap dipahat/diukir. Meskipun kita percaya semua manusia dilahirkan dengan kecenderungan pada tempramen tertentu, tetapi ia belum sepenuhnya menjadi karakter.

Membangun karakter bukan tanggung jawab Roh Kudus. Transformasi karakter bukanlah sesuatu yang didatangkan dari luar melainkan sesuatu yang dihasilkan dari dalam. Dimana peran Roh Kudus? Peran Roh Kudus menunjukkan kepada kita kehendak Allah; apa yang baik dan sempurna, yang berkenan kepada Allah (Rom. 12: 2). Dan peran Roh Kudus memberikan kita kekuatan untuk menaatinya.

Bagaimana karakter itu dibentuk?

1.  Pikiran yang benar/ hati yang benar= Pembaharuan budi (ay 2)

Transformasi karakter dimulai dari pikiran. Hal ini bisa berarti bertobat (Metanoia) atau membersihkan pikiran & hati dari segala kotoran, sampah, tahayul dan filsafat dunia, dan mengisi pikiran dan hati dengan firman Tuhan.

Karakter yang baik dibangun diatas hati dan pikiran yang baik. Itu sebabnya, kita harus melindungilah hati dan pikiran kita dari pengaruh, tontonan, dan bacaan yang merusak (Ams 4:23; 2 kor 10:5; 2 kor 4:4).

Pepatah China kuno:

Menabur pikiran, menuai tindakan,

menabur tindakan, menuai kebiasaan,

menabur kebiasaan, menuai karakter,

menabur karakter, menuai takdir/nasib.

Konon Frank Jackson Outlaw meneruskan dengan berkata:

Awasi pikiranmu; pikiranmu menjadi perkataan.

Awasi perkataanmu; perkataamu menjadi tindakan.

Awasi tindakanmu; tindakanmu menjadi kebiasaan.

Awasi kebiasaanmu; kebiasaanmu menjadi karakter.

Awasi karaktermu; karaktermu menjadi nasib!

(Zig Ziglar, Better Than Good).

2. Disiplin Rohani

Disiplin Rohani adalah suatu aktivitas/latihan rohani yang bisa membantu saya memperoleh kekuatan rohani untuk menjalani hidup seperti yang dikehendaki Tuhan (1kor. 9:24-27). Latihan–latihan rohani tersebut meliputi: Membaca dan mendalami Alkitab secara teratur, berdoa secara teratur, bersekutu/berjemaat secara teratur, melayani dengan penuh semangat, selalu bersukacita, ketaatan pada Firman Tuhan, dan bersaat teduh secara teratur. Manfaat disiplin rohani sangatlah besar. Kita akan menjadi orang Kristen yang kuat, terlatih, dan lincah/peka secara rohani.

3. Komitmen

Komitmen adalah janji serius untuk terus maju, untuk terus bangkit, meskipun berulang-ulang kali kalah dan terjatuh. Orang yang berkomitmen adalah orang yang siap membayar harga apa pun untuk mencapai tujuan. Kurang berkomitmen memperlama terbentuknya sebuah karakter, bahkan tidak sedikit yang menyerah dalam usaha ini.

4. Waktu

Membentuk karakter memerlukan waktu. Waktu bisa menjadi teman atau musuh, tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Karakter datang dalam bentuk potongan-potongan, bukan dalam bentuk paket lengkap.

5. Tekanan/kesulitan/penderitaan (Ayub 23:10).

Salah satu tempaan yang membentuk karakter adalah penderitaan atau pencobaan (Yakobus 1:2-4; Roma 5:3-4). Sikap dan respon yang tepat ketika berada dalam kesulitan mempercepat munculnya karakter. Sebaliknya, sikap/respon yang salah memperlambat terbentuknya sebuah karakter.

6. Keputusan.

Karakter dibangun di atas keputusan sehari-hari dalam kehidupan, baik kecil maupun besar, menyemen setiap batu menjadi bangunan yang megah dan indah. Setiap kali kita membuat keputusan, kita sedang menandai dan mengukir diri. Ketika kita menahan lidah, mengendalikan diri, kita sedang mengukir karakter.

7. Keberanian (2 kor 3:12; Fil 6:19-20).

Keberanian adalah kemampuan untuk melakukan apa yang benar pada waktu keadaan kacau dan sulit. Keberanian adalah kemampuan untuk mengatakan atau melakukan apa yang benar meskipun sedang menghadapi ancaman terhadap kehidupan kita. Keberanian juga adalah kemampuan untuk melangkah dengan Iman dalam situasi-situasi yang sulit.

Oleh: Ps. Alki F. Tombuku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order