Bagaimana Mengenal Diri Kita ?

bagaimana mengenal diri kita?Oleh: Dr. Josh McDowell.

1. Siapakah Anda?

Ini bukan atribut fisik Anda, pendidikan Anda, sejarah karir Anda, prestasi Anda, atau talenta rohani Anda, bukan pula asal-muasal etnis Anda. Semua ini hanya bungkus luar dari identitas Anda.

a. Sesungguhnya, pengertian kita mengenai siapa sebenarnya diri kita jauh lebih penting dari kehidupan kita dari pada karir prestisius yang menguntungkan.

b. Identitas diri kita, dan terutama persepsi kita tentang identitas itu memainkan peran vital dalam menentukan bagaimana Anda menbawa diri Anda dalam kehidupan sehari-hari, seberapa besar kebahagiaan yang kita alami, bagainama kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita tanggap terhadap Tuhan.

c. Tanpa mengerti dengan benar siapa Anda sebenarnya di bawah begitu banyak lapisan luar, Anda kemungkinan mengalami ketidakpuasan, dan kehilangan arah dalam kehidupan.

d. Siapa yang menjadikan Anda seperti Anda sekarang ini? Ada banyak pengaruh yang berbeda telah membentuk bagaimana Anda melihat diri Anda. Ada banyak pengaruh negative yang membuat kita gagal melihat siapa diri kita yang sesungguhnya seperti yang Tuhan katakan, kita gagal mengidentifikasikan diri sebagai orang yang sangat bernilai, sangat berharga yang dicipta serupa dengan gambar Allah, dan dimahkotai dengan kemualiaan dan hormat (Mazmur 8:6, 139:14).

 2. Diidentifikasikan dengan sang Pencipta.

a. Tuhan mengenal diri kita jauh dibandingkan dengan kita mengenal diri kita.

b. Hanya Tuhan yang tahu nilai yang sebenarnya, yang jauh lebih berharga daripada penampilan kita, kinerja kita, dan status kita.

c. Hanya Tuhan yang bisa mengisi hidup kita dengan kasih, cinta dan arti.

d. Tuhan mengasihi kita secara penuh. Kasih-Nya tulus, murni, suci, tanpa memandang rupa kita.

e. Kita dindentifikasikan sebagai anak-anak Raja, Ahli waris kerajaan Allah (Roma 8:17), anak-anak Allah.

f. Siapakah yang lebih berbahagia dengan identitas seperti itu?

g. Begitu kita mengidentifikasikan diri kita dengan sang raja, maka kita akan menjalani kehidupan sebagai seorang pangeran dan putri raja yang adalah Anda sendiri.

h. Identitas Anda sebagai anak Allah akan membuat perbedaan besar dalam bagaimana Anda memandangi kehidupan Anda, pergumulan Anda, hubungan Anda dengan orang lain dan dengan Allah.

 3. Apa yang bukan diri Anda.

a. Penampilan fisik. Semakin  cantik, cakep, indah, saya akan dihargai. Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7)

b. Kinerja Kita. Kinerja kita menentukan nilai dan identitas kita. Semakin giat dan semakin baik anda bekerja, anda akan semakin dihargai.

c. Kedudukan/kekuasaan (seberapa pentingkah aku ini?). Identitas mereka terbungkus dalam jumlah status yang sudah mereka capai. Orang-orang semacam ini didorong untukmencari kedudukan yang tinggi dalam bisnis, politik, gereja dan persahabatan supaya bisa merasa bahwa kehidupan mereka itu berarti dan bermakna.

4. Akibat salah memandang diri.

a. Orang dengan pandangan yang suram mengenai identitas diri mereka sulit berkomunikasi dengan orang lain.

b. Orang dengan wawasan identitas yang buruk juga melihat ke orang lain untuk menentukan bagaimana mereka setiap kali memandang diri sendiri.

c. Orang dengan persepsi negatif mengenai identitas diri mereka juga berkutat dengan pengharapan negatif.

Persepsi yang jelas dari identitas yang benar adalah aset yang tak ternilai bagi kehidupan yang sehat, bahagia dan produktif. Apabila anda meluruskan potret diri Anda dengan pandangan Allah mengenai diri Anda, maka Anda akan menemukan jati diri yang sehat.

“Identitas diri yang sehat adalah melihat diri sendiri

sebagaimana Allah melihat Anda – tidak lebih dan tidak kurang”

5. Bagaimana Allah melihat Anda?

a. Allah melihat kita sebagai sosok yang selamanya patut dikasihi. Ia menciptakan kita menurut gambar diri-Nya (Kejadian 1:26-27). Kita adalah puncak dari kejeniusan kreatifitasnya.

b. Allah melihat Anda sebagai sosok yang tak terbatas harga dan nilainya. Seberapa berharga nilai anda bagi Allah? Kematian-Nya (1 Korintus 6:19-20, 1 Petrus 1:18-19).

c. Allah melihat Anda sebagai sosok yang kompeten dalam segala hal (Kisah 1:8). Allah memberi anda kuasa-Nya dalam bentuk Roh Kudus yang tinggal dalam diri anda dan menyatakan bahwa anda berkompeten menjadi duta/utusan-Nya. Tuhan sangat mempercayai anda sehingga Ia meninggalkan anda di bumi untuk menyelesaikan tugas pendamaian yang dimulai Yesus (2 Korintus 5:20).

6. Mengapa kita tidak mampu melihat diri kita sebagaimana Allah melihat diri kita?

a. Dosa telah menggelapkan mata dan pikiran kita (Efesus 2:1, 5:8). Cahaya Allah menerangi kita dan memperlihatkan kepada kita untuk apa Ia menciptakan kita. Namun dosa dan keadaan disekitar kita telah memblokir cahaya Tuhan dan visi kita mengenai siapa diri kita sesungguhnya telah dirintangi.

b. Anda membutuhkan terang/cahaya ilahi untuk menerangi hidup anda.

7. Bagaimana Allah membuat cahaya/terang itu masuk dalam hidup kita.

a. Serahkanlah hidup Anda sepenuhnya kepada Yesus kristus dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hidup Anda secara pribadi. Yesus adalah terang (Yohanes 1:4, 8:12). Terang Kristus akan bercahaya dalam hidup kita jika kita menjalin hubungan secara pribadi dengan-Nya.

Kita akan melihat Allah menghargai kita, mengasihi kita, jika kita hidup dalam persekutuan yang intim dengan Yesus Kristus.

b. Berjalanlah dalam terang Firman Allah (Alkitab). Mazmur 119:105, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Semakin kita membuka pikiran dan hati kita kepada Firman Allah, semakin banyak cahaya yang kita nikmati. Dalam cahaya firman Allah kita melihat bahwa Allah mengasihi kita, menghargai kita, dan menbuat kita kompeten.

c. Bersekutulah dengan sesama orang-orang percaya lainnya (Ibrani 10:25). Kita membutuhkan interaksi dengan umat percaya lainnya supaya kita membanjiri kehidupan kita dengan terang Allah, yang mengungkapkan identitas kita yang sesungguhnya.

Diadaptasi dari buku yang berjudul Bagaimana Mengenal Diri Kita karya Dr. Josh McDowell.

Dr. Josh McDowell adalah salah satu apologet terkemuka di dunia dan seorang penulis buku-buku terlaris di dunia. Beberapa bukunya yang memenangkan penghargaan di antaranya: Evidence That Demands a Verdict, The Resurrection Factor, dan He Walked Among Us.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order