Bagaimana Mempelajari Alkitab?

453033_w185By Dr. John MacArthur. Alkitab adalah buku yang sangat hebat. Di awal abad ke-20 penginjil Billy Sunday menggambarkan Alkitab seperti istana yang sangat megah. Dia menulis: Saya masuk melalui serambi bertiang-tiang kitab kejadian dan kemudian berjalan menelusuri gedung kesenian Perjanjian Lama di mana saya melihat lukisan Yusuf, Yakub, Daniel, Musa, Yesaya, Salomo dan Daud digantung di tembok; lalu saya masuk ke ruangan musik Mazmur dan Roh Tuhan yang sedang bermain keyboard masuk ke tubuh saya sampai saya merasakan setiap buluh dan suling dari alat musik natural dari Tuhan menanggapi kecapi Daud dan kehebatan Raja Salomo dengan syair-syairnya. Lalu saya masuk ke dalam rumah kerja Amsal. Lalu berjalan melalui observatorium para nabi dan saya melihat berbagai ukuran lukisan foto-foto, beberapa diantaranya menunjuk ke arah bintang yang sangat jauh atau sebuah kejadian. Semuanya berpusat pada Satu Bintang bercahaya yang akan terbit sebagai sumber pengampunan dosa.

Lalu saya pergi memasuki ruangan Raja-Raja dan mendapat penglihatan dari 4 penjuru: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Kemudian saya masuk ke ruangan surat-menyurat dan saya melihat Petrus, Jakobus, Paulus dan Yudas (bukan Yudas Iskariot) sedang menuliskan semua pelajaran-pelajaran penting untuk dunia ini. Lalu saya masuk ke pentas-pentas penting Kisah Para Rasul dan melihat Roh Kudus meneguhkan sebuah gereja Kudus. Lalu terus berjalan ke ruang tahta besar dan melihat sebuah pintu pada kaki dari sebuah menara dan saya melihat ke atas. Saya melihat seorang berdiri di situ, bersinar seperti cahaya pagi “Yesus Kristus”, Anak Tunggal Allah dan saya menemukan Dia sebagai sahabat yang paling sejati manusia yang mana tidak ada kesalahan pada diriNya.

Alkitab adalah sebuah buku yang sangat menginspirasikan. Akan tetapi, kita tidak cuma mengaguminya, kita harus juga mengerti isinya. Kenyataannya, mayoritas orang di dunia mempunyai berbagai pendapat mengenai Alkitab. Pengertian ayat-ayat Alkitab sangatlah penting karena Alkitab adalah Firman Tuhan. Semakin kita pelajarinya semakin kita mengerti mengapa Alkitab adalah Firman Tuhan.

Ada 4 cara yang harus kita perhatikan dalam mempelajari Alkitab: Membaca, Mengartikan, Merenungkan dan Mengajarkan.

1.     MEMBACA ALKITAB

Mempelajari Alkitab di mulai dari membacanya. Banyak orang yang mengaku dirinya Kristen tetapi belum pernah membaca Alkitab sekalipun. Mereka mungkin membaca buku tentang Alkitab atau tulisan-tulisan yang berbau Alkitab, tetapi mereka sendiri belum pernah membaca Alkitab. Buku dan majalah Kristen adalah bagus untuk melengkapi pengertian kita tentang Alkitab, akan tetapi semuanya itu tidak bisa menggantikan pentingnya membaca Alkitab.

            a. Membaca Kitab-kitab Perjanjian Lama (PL)

Saya sarankan seorang Kristen harus membaca PL paling sedikitnya sekali dalam setahun. Ada 39 buku dalam PL dan kalau anda membaca sekitar 20 menit perhari, Anda pasti bisa menyelesaikannya paling lama dalam waktu satu tahun.

Buku PL aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani, bahasa yang cukup mudah untuk dimengerti dibandingkan bahasa Inggris. Tidak memiliki berbagai macam pengertian kata benda seperti yang digunakan dalam bahasa Yunani. Tidak mengandung banyak teori atau pilosofi dengan berbagai macam arti yang abstrak. Bahasa Latin cukup mudah untuk dipelajari.

Buku PL secara umum adalah cerita sejarah yang diselingi oleh hukum-hukum, puisi-puisi dan nubuat-nubuat. Saya sarankan Anda membaca dari kitab Kejadian terus sampai ke kitab Maleakhi, tandakan dengan tanda pensil bagian ayat-ayat yang anda tidak mengerti. Kalau anda melakukan ini, hal yang menarik akan terjadi: Sejalan anda membaca, anda akan menghapus sendiri bagian ayat-ayat yang anda baca sebelumnya yang tidak anda mengerti, karena anda pasti akan menemukan jawabannya dibagian bacaan berikut anda. Semakin anda baca PL berulang-ulang, semakin anda menemukan pemahaman yang lebih luas dari pertanyaan-pertanyaan yang anda mungkin miliki dari ayat-ayat bacaan sebelumnya. Apa yang tetap tidak anda pahami, bisa anda bantu mencari jawabannya dengan membaca buku komentari atau buku pendukung Alkitab Perjanjian Lama.

Satu hal yang mungkin membingungkan anda adalah bahwa buku PL tidak selalu kronologis atau berurutan waktunya. Untuk mengetahui urut-urutan sejarah PL anda harus menggunakan buku tambahan yang menerangkan urutan tahun dan urutan kejadian buku PL. Ini sangat berguna terutama untuk yang pertama kali membaca buku PL.

Yang paling penting adalah anda harus membaca buku PL secara rutin. Anda akan terpesona akan apa yang anda pelajari. Di mana tertulis dalam Roma 15:4 = Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci (Alkitab).

           b. Membaca Kitab-Kitab Perjanjian Baru (PB)

Saya menyarankan cara yang berbeda membaca PB dari PL. Dan bagaimanapun juga, Saya rasa pedoman utama kita dalam membaca Alkitab adalah Perjanjian Baru (Ini bukan berarti PL tidak penting sama sekali). Dalam Kolose 1:25-26 Rasul Paulus berkata “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firmanNya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang

dinyatakan kepada orang-orang kudusNya. Rahasia itu adalah Kitab Wahyu dari PB. Dalam Efesus 3:3-5 Rasul Paulus menjelaskan dirinya sendirilah sebagai pembawa berita rahasia tersebut. PB adalah tulang utama dari pelayanan kerasulannya. Paulus memakai PL untuk menjelaskan, menguraikan, membentangkan dan mendukung PB.

PB menyelimuti dan meliputi semua tulisan PL. PB meringkaskan semua isi PL dan mengenalkan kita kepada pemenuhan rencana-rencana Tuhan untuk kebaikan manusia. Jadi anda harus meluangkan waktu lebih banyak dalam belajar PB karena PB juga menerangkan dan melengkapi PL. Juga PB ditulis dalam bahasa Yunani, sebuah bahasa yang sangat kompleks yang menekankan banyak poin-poin abstrak dan tingkat pengertian kata-kata yang berbeda-beda. Oleh karena itu, belajar PB akan menguras lebih banyak sel otak dan kepintaran anda.

Pada waktu saya di sekolah Alkitab atau Seminary, saya memutuskan untuk membaca 1 Yohanes setiap hari selama 30 hari berturut-turut. Ini permulaan membaca PB yang menyenangkan karena 1 Yohanes sangat pendek dan isinya cukup gampang dimengerti terutama bagi pembaca PB pertama kali. Di hari pertama saya membaca 5 pasal pertama buku 1 Yohanes. Saya memerlukan 20-30 menit. Saya melakukannya sama setiap hari untuk hari-hari berikutnya. Setelah 7 atau 8 hari anda akan berpendapat….wah ini sangat membosankan….saya rasa saya sudah benar-benar mengerti 1 Yohanes. Ini memang hal yang susah untuk dirasakan. Bacalah terus dan berulang-ulang secara konsisten setiap hari selama 30 hari. Di akhir hari ke-30 saya yakinkan anda akan merasa berbeda tentang pengertian anda akan isi buku 1 Yohanes. Cara ini sering saya pakai pada waktu saya mempersiapkan sebuah kotbah. Saya baca bagian dari Alkitab yang akan saya kotbahkan berulang-ulang secara konsisten sampai otak saya penuh. Lalu saya tulis setiap poin-poin penting dari setiap pasal yang saya baca di kertas-kertas bloknote kecil. Setelah saya lakukan berulang-ulang, akhirnya saya bisa menghafal apa saja poin-poin utama dari setiap pasal. Ini menolong saya mengerti garis-besar arti dari buku-buku PB.

Setelah selesai membaca 1 Yohanes, teruslah membaca kitab-kitab yang lebih banyak isinya dalam PB. Mungkin kitab Injil Yohanes adalah pilihan yang bagus karena anda sudah mengetahui gaya penulisan yang sama dengan 1 Yohanes. Bagilah 21 pasal dari kitab Injil Yohanes ini menjadi 3 bagian, baca 7 pasal pertama untuk 30 hari pertama, 7 pasal berikutnya untuk 30 hari berikutnya dan 7 pasal terakhir untuk 30 hari berikutnya. Di akhir 90 hari saya yakin anda sudah menguasai isi buku Injil Yohanes. Sementara itu simpanlah catatan-catatan di bloknote kecil anda tentang semua poin-poin penting atau pertanyaan yang anda catat.

Setelah Injil Yohanes, anda bisa membaca buku yang lebih singkat yaitu Filipi, lalu Matius, lalu Kolose, kemudian Kisah Para Rasul. Secara sistematik, dengan menyelang-nyelingkan pembacaan Alkitab anda untuk setiap 30 hari tanpa berhenti, anda akan menyelesaikan seluruh buku PB dalam waktu dua setengah tahun lamanya. Jika anda memang berminat untuk membaca seluruh PB, mungkin sekaligus membaca sambil menghafalkan kunci- kunci atau poin-poin penting setiap bukunya. Anda tidak akan melupakan apa yang anda baca beberapa hari sebelumnya dan anda tidak perlu buku konkordansi atau buku-buku pembantu karena PB secara sistematik akan menjelaskan sendiri semua pertanyaan anda, baik dari bacaan anda sebelum ataupun sesudahnya. Firman Tuhan pasti akan masuk dan melekat ke dalam hidup untuk menjadi bagian dari karakter hidup anda selama anda rajin membacanya dan mengaplikasikannya dan membacanya kembali berulang-ulang. Ini bukan berarti Firman Tuhan bekerja seperti mantera-mantera para dukun dengan kesaktiannya. Firman Tuhan akan mengalir seperti air pembersih ke dalam tubuh anda yang membersihkan segala pikiran-pikiran dan penyakit keduniawian anda dan mengubahnya menjadi pikiran-pikiran rohani yang sehat dan alkitabiah.

Dengan menggunakan metode membaca berulang-ulang, saya sarankan anda membaca dengan tertib dan teratur, jangan melompat dari satu buku ke buku yang lain sebelum anda selesai membacanya berulang-ulang atau jangan hilangkan catatan-catatan kecil yang anda tuliskan. Dengan demikian anda bisa mem-visualisasi dengan tepat lokasi dan arti dari ayat-ayat yang anda anggap penting. Akan tetapi, sesekali anda boleh membaca versi-versi penerbit alkitab yang lain supaya anda yakin apa yang anda baca adalah kebenaran Firman Tuhan, bukan tulisan manusia.

Dengan metode mengulang ini saya juga yakin anda bisa menambah dengan drastis pengertian anda akan Firman Tuhan. Itu karena Alkitab adalah buku Firman Tuhan, jadi hanya Alkitab sendiri yang bisa menjelaskan Firman Tuhan. Tuhan tidak berfirman untuk membingungkan kita. Dia menginginkan kita dekat dan mengerti perkataanNya seperti kita sedang membaca surat cintaNya. Akan tetapi gangguan akan selalu ada, misalnya banyak orang berkata “Jangan baca buku Wahyu, itu susah dimengerti, atau Hati-hati kalau membaca buku ini atau itu, isinya agak membingungkan atau aneh”. Janganlah anda goyah dan menyerah dengan komentar-komentar sejenis.

Tuhan dengan jelas mau Kita membaca FirmanNya. Memang ada kitab tertentu membutuhkan referensi kitab lain dalam Alkitab untuk lebih menjelaskan makna dan artinya. Kitab Wahyu mengatakan” Diberkatilah mereka yang membaca dan mendengarkan perkataan-perkataan dari kitab ini”. Artinya anda harus jeli dan cermat pada waktu membaca kitab Wahyu karena kalau anda baca bersamaan dengan buku PL Daniel, Yesaya dan Yezekiel, maka kitab Wahyu akan lebih mudah dimengerti. Semuanya akan lebih bermakna untuk kehidupan anda pada waktu anda berkomitmen untuk meluangkan waktu dan kebiasaan rutin membaca Firman Tuhan baik dari PB maupun PL secara konsisten.

2.     MENG-ARTIKAN ALKITAB

Setelah membaca alkitab dan mengetahui apa yang Firman Tuhan katakan, langkah berikutnya adalah belajar mengetahui apa arti perkataan Firman Tuhan ini. Anda baru akan bisa mengaplikasikan Firman Tuhan dalam hidup anda untuk memuliakan Tuhan jika anda bisa dengan benar mengerti perkataan Firman Tuhan. Nehemia menulis hukum yang diberikan Tuhan kepada Israel. Lalu hari pertama bulan yang ketujuh itu Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaat, baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat Israel mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Lalu Ezra memuji Tuhan, dan semua orang menyambut dengan: “Amin, amin! Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah. lalu orang-orang lewi mengajarkan Taurat itu kepada orang-orang itu, sementara orang-orang itu berdiri di tempatnya. Bagian-bagian dari pada kitab itu, yaitu Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan tersebut mudah dimengerti. Inilah proses yang benar untuk mengerti ayat-ayat Alkitab.

Dalam 1 Timotius 4:13 Rasul Paulus berkata: “… bertekunlah dalam membaca kitab-kitab suci, dalam membangun (mengaplikasikan kitab suci) dan dalam mengajar (meng-interpretasikan atau mengartikan kitab suci). 2 Timotius 2:15-16 berkata: “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.” Sebagai contoh: ada beberapa orang mengajarkan bahwa karena para nabi dan ahli taurat melakukan poligami maka kita juga boleh berpoligami. Pengajaran-pengajaran sesat seperti ini akan diterima kalau seseorang atau sekelompok orang tidak mengerti apa yang yang sebenarnya Alkitab katakan dan sering kali mereka tidak melihat situasi dan kondisi yang terjadi pada waktu itu.

Hal-hal yang harus dihindari:

 a. Jangan Berkomentar Tanpa Menelusuri Terlebih Dahulu Kebenarannya.

Janganlah kita sekali-kali mengartikan Alkitab hanya berdasarkan pada apa yang kita pikirkan atau dengarkan tanpa melihat latar belakang ayat-ayat tersebut. Jangan mencoba mencari-cari ayat Alkitab yang cocok untuk pengertian kita yang salah. Saya tau jika saya mencoba mempersiapkan sebuah khotbah dan cari ayat-ayat Alkitab untuk dicocok-cocokan dengan kotbah saya, maka biasanya saya memaksa Alkitab untuk mengikuti keinginan kotbah saya tanpa memperdulikan kebenarannya. Akan tetapi jika saya mencoba mengambil ayat-ayat Alkitab lalu menyesuaikannya dengan kotbah saya, maka pesan ayat-ayat tersebut yang sebenarnya (kebenaran Alkitab) akan menyertai pemikiran dan kotbah saya. Jadi jangan membuat Alkitab mengikuti arah khotbah anda, tetapi buatlah khotbah anda mengikuti arahan Alkitab.

Dalam 2 Korintus 2:17, Rasul Paulus berkata “Kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari Firman Tuhan…” Bahasa Inggrisnya ….we are not as so many, peddling the word of God. Kata “Peddling” dalam bahasa Yunani adalah “Kapeleuo” yang artinya menjual sesuatu dengan curang atau licik atau akal yang tidak sehat. Kita tidak boleh memakai Alkitab untuk membenarkan pemikiran-pemikiran kita yang keliru. Berhati-hatilah untuk tidak menafsirkan ayat-ayat Alkitab ke luar dari arti yang sebenarnya.

b. Hindari Pengajaran yang Tidak Mendalam, Yang hanya pada Permukaannya saja.

Secara tidak beruntung banyak sesi atau kelas pendalaman Alkitab berisi tidak lain dari pada “Kata-kata seseorang”. Mereka sebenarnya adalah kumpulan orang-orang yang tidak perduli Alkitab, banyak dari mereka hanya berkumpul memberi tahu satu sama lain bahwa betapa susahnya  mempelajari Alkitab. Untuk bisa berhasil dalam pendalaman Alkitab, peserta seharusnya mempelajari terlebih dulu ayat-ayat yang akan dibicarakan atau didiskusikan. Sesudah itu baru bersama-sama secara pintar dan cermat mendiskusikannya dan mengapplikasikannya. Meng-interpretasikan Alkitab memerlukan waktu yang cukup banyak. Jangan percaya akan cara yang gampang dan singkat atau cukup dengan mendengarkan orang lain saja. Bacalah Alkitab dengan cermat dan pahamilah baik-baik dengan tujuan mencari arti yang sebenarnya. Firman Tuhan itu sempurna dan jelas, tidak membingungkan atau samar-samar. Dan tentunya, Tuhan memberikan kepada setiap orang percaya kemampuan untuk mengartikan atau meng-interpretasikan ayat-ayat Alkitab, asalkan ia sungguh-sungguh mempelajarinya dengan metode yang benar.

c. Jangan Mengalegorikan/mengarti-rohanikan Ayat-Ayat Alkitab.

Kotbah saya yang pertama sangat jelek. Saya mengambil kata-kata dari Matius 28, “Malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya…” Lalu saya memberikan judul khotbah saya “Gulingkanlah batu-batu dalam kehidupanmu”. Saya berkotbah tentang batu keraguan, batu ketakutan dan batu kemarahan. Keraguan, ketakutan dan kemarahan memang merupakan topik yang resmi dan menarik pada saat itu, tetapi topik-topik ini tidak ada hubungannya dengan malaikat menggulingkan batu di Matius 28. Kalau saya berkhotbah seperti ini, saya pikir saya tidak perlu memakai ayat-ayat Alkitab, saya bisa memamakai kitab-kitab agama lain. Saya yakin merekapun memiliki ayat-ayat yang menceritakan keraguan, ketakutan dan kemarahan. Khotbah pertama saya ini boleh dikatakan khotbah dengan mata sebelah, asal menyenangkan hati orang tetapi tidak menyenangkan hati Tuhan.

Oleh karena itu, di gereja-gereja sekarang ini, banyak gembala-gembala (pengkhotbah) Tuhan yang kehilangan domba-dombanya. Orang semakin jauh dari kebenaran dan mungkin mereka sudah tidak bisa tertolong lagi. Banyak penginjil atau pengkotbah yang memakai ayat-ayat Perjanjian Lama untuk melakukan hal-hal demikian seperti kotbah saya yang pertama. Mereka seperti pembaca dongeng dengan pesan-pesan tersembunyi. Janganlah merohanikan ayat-ayat Alkitab, tetapi hormati dan pakailah Firman Tuhan untuk merohanikan anda.

Jurang-jurang dan celah-celah yang harus dijembatani:

a. BAHASA.

Anda berbahasa Indonesia, akan tetapi banyak konkordansi dari bahasa lain dan penulisan Alkitab aslinya dalam bahasa Yunani, Latin dan Aramaic. Banyak Terjemahan-terjemahan Alkitab yang sangat baik, akan tetapi tidak ada satu terjemahanpun yang bisa secara komplit membawa maksud yang sama dengan penulisan bahasa aslinya. Sebagai contoh, kita lihat 1 Korintus 4:1 berkata: “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus…” Kata hamba-hamba Kristus ini dalam bahasa Indonesia adalah sebagai hamba Tuhan atau para penginjil. Akan tetapi menurut bahasa aslinya “huperetes” artinya budak kotor katagori tingkat tiga (tingkat rendah). Jadi Paulus berkata bahwa dia bukan orang yang terhormat di mata Tuhan. Kita harus selalu berhati-hati tentang penulisan dan gaya bahasa ayat-ayat Alkitab. Kalau ada keraguan, haruslah kita melihat balik ke bahasa aslinya. Beberapa buku seperti: An Expository Dictionary of New Testament yang dikarang oleh W. E. Vine, sangat membantu bagi anda yang tidak bisa mengerti atau membaca bahasa Yunani, Latin atau Aramaic. Dengan menjembatani perbedaan arti dan penggunaan kata dalam bahasa akan membantu anda untuk lebih tepat mengerti arti perkataan Firman Tuhan dalam hidup anda.

b. TRADISI.

Beberapa bagian Alkitab telah ditulis kurang dari 4000 tahun yang lalu. Tentunya keadaan saat itu sangat berbeda dengan sekarang ini. Kalau anda tidak mengerti tradisi yang berlangsung pada saat itu, kemungkinan besar anda akan salah paham atau salah menafsirkn ayat-ayat tersebut.

Yohanes 1:1 berkata: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Mengapa Yohanes tidak dengan simple berkata “Pada mulanya adalah Yesus?” Dengan mempelajari tradisi pada waktu itu, anda akan menemukan arti “Firman” yang bahasa Yunaninya “Ho logos”. Bagi bangsa Yunani kata ini memiliki sebuah filosofi yang melambangkan total tenaga kosmik yang memulai segala-galanya. Kata ini adalah expresi pribadinya Tuhan. Yohanes menerangkan tentang Yesus sebagai pribadi lain dari Ketuhanan Agama Kristen. Begitu juga dengan tradisi orang-orang Farisi, Saduki dan beberapa tradisi Yahudi. Kalau anda tidak memahami gaya hidup dan tradisi mereka, anda akan kesulitan mengerti injil Matius. Kalau anda tidak mengerti Gnosticism, anda akan tidak mengerti buku Kolose. (Buku The Life and Times of Jesus the Messiah yang dikarang oleh Alfred Edersheim, 1974 memuat banyak artikel tentang tradisi-tradisi dalam penulisan Alkitab).

c. GEOGRAFI.

Banyak macam geografi ditulis dalam Alkitab. Contohnya: “turun ke Yeriko dan naik ke Yerusalem”. Dalam 1 Tesalonika 1:8 kita baca: “Firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah …”. Dari bagian ayat ini, kita bisa mengetahui bahwa Rasul Paulus baru saja mengunjungi Tesalonika. Dengan mengetahui geografi dari daerah-daerah yang dikunjungi Rasul Paulus, kita bisa mengetahui bagaimana penyebaran Firman Tuhan terjadi dengan sangat cepat. Jalan Utama yang menghubungkan Barat dan Timur persis melewati tengah-tengah Tesalonika. Anda bisa melihat bahwa mengenal geografi di Alkitab dapat memperdalam pengertian kita tentang ayat-ayat Alkitab itu sendiri. Cobalah cari Atlas Alkitab yang di buat oleh Barry J. Beitzel, 1985 di cetak oleh Moody, Chicago.

d. SEJARAH.

Mengetahui latar belakang sejarah jelas akan menambah wawasan kita untuk menginterpretasikan Firman Tuhan. Dalam Injil Yohanes, kunci untuk mengerti komunikasi antara Pilatus dan Yesus adalah menyelidiki apa yang terjadi sebelumnya. Pada waktu Pilatus ditugaskan ke Yudea, Dia menekankan dan memaksa orang Yahudi untuk menerima penyembahan berhala dan meng-Tuhan-kan Kaisar. Ada beberapa kejadian menunjukkan bahwa Roma di bawah pimpinan Pilatus bukanlah suatu tempat yang damai dan tentram dan rakyat Roma tidak menyukai kepemimpinan Pilatus. Karena Pilatus takut akan pemberontakan orang Yahudi maka ia memilih untuk menyalibkan Yesus. Pilatus harus melakukan ini karena dia sendiri sedang terjepit dan di ambang ancaman pencopotan jabatan oleh Kaisar Romawi. Buku The Zondervan Pictorial Encyclopedia of the Bible yang dicetak oleh Zondervan, 1976 adalah sumber yang sangat berguna untuk mengenal latar belakang sejarah-sejarah dalam Alkitab.

Langkah-langkah yang harus diikuti:  

1. Artikan Alkitab Secara Literal / Harfiah

Artikanlah apa arti kata-kata Firman Tuhan secara harfiah atau arti sebenarnya sebagaimana bahasa sehari-hari tanpa menafsirkan secara kiasan. Walaupun simbol-simbol, kiasan-kiasan, cara-menulis dan logat bahasa terlihat dalam penulisan Alkitab, semuanya pasti ditulis dengan jelas terhadap makna isi-nya.

Pada waktu anda mempelajari peperangan akhir zaman di buku Zakaria, Daniel, Yezekiel, Yesaya dan Wahyu, anda akan menemukan adanya makhluk ganas, aneh dan semua penglihatan yang tidak pernah ada di dunia sekarang ini. Anggaplah hal seperti itu adalah simbol-simbol yang menegaskan dan mendukung arti dan keadaan ril atau yang sesungguhnya. Artikanlah Alkitab dengan normal dan logika umum, karena kalau tidak, anda akan menemukan banyak hal dan proses yang kelihatan tidak natural, tidak normal dan tidak masuk diakal.

Sebagai contoh, beberapa ahli taurat dan ahli agama menggunakan ilmu gematria yaitu ilmu yang menumerisasi segala sesuatu ke dalam huruf-huruf yunani untuk mengartikan Firman Tuhan. Mereka berkata bahwa huruf-huruf mati dalam nama Abraham—b, r, h, m—jika dijumlahkan menghasilkan jumlah angka 318. Oleh karena itu, pada waktu anda melihat kata Abraham itu berarti dia mempunyai 318 budak! TIDAK, TIDAK DEMIKIAN. Abraham artinya orang yang namanya Abraham, bukan orang yang mempunyai 318 budak.

2. Ketahuilah Konteksnya.

Alkitab harus dipelajari dengan mengenal kejadian sejarah pada waktu penulisannya. Apa maksud, arti dan kepada siapa kata-kata tersebut dikatakan atau ditujukan. Anda juga harus mempelajari bagaimana jika anda dalam keadaan pada zaman tersebut. Bagaimana pesan kata-katanya berhubungan dengan kata-kata lain dalam ayat atau bagian pesan yang sama.

3. Analisa Bentuk Atau Struktur Kalimat.

Di sekolah kita belajar bagaimana kita menggambarkan sebuah kalimat—dengan mengenal kata bendanya, kata kerjanya, kata depan atau perangkai dan beberapa analisa lain yang bisa membantu mengerti apa arti kalimat tersebut sebenarnya.

Coba kita applikasikan apa arti penulisan Matius 28:19-20: “Karna itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu…”. Kalimat: Pergi, Jadikan semua bangsa, Baptislah dan Ajarkanlah adalah kalimat bentuk Partisipel, yang mempengaruhi arti kata kerja utama. MENJADIKAN semua bangsa murid-murid Kristus adalah menyangkut tugas-tugas seperti: menghampiri, mengenal, membaptis dan mengajar. Anda harus menyelidiki tata-bahasa setiap kalimat untuk bisa dengan tepat mengartikan dan mengerti serangkaian kalimat-kalimat.

4. Bandingkan Tafsiran Anda Dengan Keseluruhan Alkitab.

Pelaksanaan prinsip interpretasi ini dinamakan “Analogia Scriptura” yang artinya Semua dan Setiap kata dalam Alkitab adalah saling mendukung. Satu bagian dari Alkitab tidak pernah mengajarkan sesuatu yang berbeda atau kontradiksi dengan bagian lainnya. Sebagai contoh: pada waktu anda membaca 1 Korintus 15:29, yang mana berbicara tentang pembaptisan orang yang sudah mati. Yang mana kita tahu bahwa sangatlah tidak mungkin untuk menarik balik orang yang sudah di neraka dan memindahkannya ke surga dengan membaptis orang tersebut. Ini sangat berlawanan dengan pengajaran yang jelas tentang keselamatan yang hanya oleh kasih karunia melalui iman kita kepada Yesus Kristus.

5. Carilah Prinsip-Prinsip Yang Bisa Diterapkan.

Bacalah setiap kalimat berulang-ulang dan temukanlah apa prinsip rohani yang sedang dibicarakan yang bisa digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Anda bisa mendapatkan prinsip-prinsip ini hanya jika anda secara literal atau secara harfiah menafsirkan pesan-pesan setiap ayat atau pasal atau buku dalam Alkitab dengan menganalisa penggunaan dan kata-katanya dan mereferensikannya dengan bagian lain dari Alkitab lalu membandingkannya dengan sifat-sifat penulisan Alkitab secara keseluruhan yang saling mendukung dan tidak saling bertentangan atau kontradiksi.

3.     MERENUNGKAN ALKITAB

Janganlah tergesa-gesa dalam mepelajari Firman Tuhan. Ini bukan berarti anda harus membaca sedikit demi sedikit. Anda bisa atau boleh membacanya dengan cepat, akan tetapi pada waktu anda mengartikannya untuk kehidupan rohani anda, anda harus sangat berhati-hati dan cermat dalam mengenal segala aspek penulisan dan penulisnya.

Ulangan 6 misalnya dalam versi bahasa Inggrisnya berkata “These words…shall be on your heart. You shall teach them diligently to your sons dan shall talk of them when you sit in your house and when you walk by the way and when you lie down and when you rise up” yang artinya adalah: perkataan-perkataan ini……seharusnya ada dalam hatimu. Haruslah engkau mengajarkannya secara cermat (pintar dan disiplin) kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Dengan kata lain, Perkataan atau Firman Tuhan harusnyalah memenuhi pikiranmu setiap waktu  jika anda secara konsisten membacanya dari Perjanjian Lama dan secara berulang-ulang membaca buku Perjanjian Baru. Lakukanlah ini dan Firman Tuhan akan melekat dalam pikiranmu setiap saat.

Meditasi atau perenungan adalah proses yang membentuk bagian-bagian dari ayat-ayat Alkitab menjadi sebuah konsep besar dan menyeluruh tentang kebenaran Firman Tuhan. Ini adalah salah satu cara untuk memikirkan dalam-dalam dan membayangkan posisi kehidupan anda dalam penerapan Firman Tuhan. Meditasi—dalam dunia kerohanian—adalah sebuah perenungan, sebuah pikiran yang cerdas yang bisa memperjelas proses pemikiran kita pada suatu subjek.

Mazmur 1:1-2 berkata “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang keksukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

4.    MENGAJARKAN ALKITAB

Saya menemukan bahwa cara yang paling baik untuk mengingat akan sesuatu adalah dengan memberikan sesuatu tersebut dengan cuma-cuma kepada orang

lain. Alasannya adalah karena satu-satunya jalan yang paling efektif untuk menerangkan sebuah subjek adalah jika anda sendiri telah mengetahui subjek tersebut secara menyeluruh. Sebagai seorang guru, anda dituntut untuk memahami subjek anda 100%.

Carilah seorang yang anda kenal dengan keinginan untuk mempelajari Firman Tuhan. Akan tetapi orang tersebut mengetahui Firman Tuhan lebih sedikit dari pada anda. Ajarkanlah dia apa yang anda tahu tentang Firman Tuhan. Dengan cara ini anda telah mengisi hatinya dengan Firman Tuhan, dan dengan otomatis bagian Firman Tuhan tersebut juga akan mengisi hati dan pertumbuhan rohani anda.

Saya percaya bahwa motivasi terbesar dalam mempelajari Alkitab adalah mengajarkannya kepada orang lain, karena disitulah kita akan menemukan kekurangan-kekurangan, dan kesalahpahaman-kesalahpahaman. Oleh karena hal tersebut maka kita akan tumbuh dan berbuah. Kalau saya tidak mengajarkannya kepada orang lain, maka iman saya tidak pernah akan menghasilkan buah yang menyenangkan hati Tuhan.

Kesimpulan

Secara singkat dan praktis, kita telah melihat bagaimana cara belajar Alkitab secara bertahap, yaitu: membacanya, meng-arti-kannya, merenungkan dan mengajarkannya.

Tantangan saya untuk anda adalah: buatlah komitment menggunakan cara ini untuk seumur hidup anda. Dengan begitu apakah anda akan bisa mengetahui semua isi Alkitab dengan sempurna? Tentu saja tidak. Paling tidak apa yang Tuhan kehendaki untuk kita ketahui, dapat kita ketahui dengan benar.

Ingatlah Ul. 29:29 yang berkata “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita…..”. Kita hanya bisa mengupas pemikiran Tuhan di mana yang Tuhan kehendaki dari kita adalah mengenalnya lewat FirmanNya. Tujuan kita mempelajari FirmanNya tidaklah untuk mendapatkan sesuatu kekuatan jasmani atau kesombongan seperti yang ditulis Rasul Paulus dalam 1 Kor. 8:1 “Pengetahuan….membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun”. Tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk mengenal Tuhan dan untuk mengenal Tuhan memerlukan kerendahan hati.

 

By Dr. John MacArthur.

Dr. John MacArthur adalah salah satu teolog yang paling disegani di dunia karena ketegasannya dalam mengungkapkan kebenaran dan kedalamannya dalam memahami kebenaran Alkitab. Ia adalah seorang gembala jemaat di Grace Community Church,  Sun Valley, California, Amerika Serikat. Presiden dari The Master’s College and Seminary, dan pembicara terkemuka dalam konfrensi besar dan seminar yang dihadiri puluhan ribu pemimpin-pemimpin gereja. Ia juga adalah seorang penulis buku-buku rohani yang memenangkan banyak penghargaan dan best-seller, antara lain: The Gospel According to Jesus in 1988, John has written nearly 400 books and study guides, including Our Sufficiency in Christ, Strange Fire, Ashamed of the Gospel, The Murder of Jesus, A Tale of Two Sons, Twelve Ordinary Men, The Truth War, The Jesus You Can’t Ignore, Slave, One Perfect Life, and The MacArthur New Testament Commentary series. John’s titles have been translated into more than two dozen languages. The MacArthur Study Bible, the cornerstone resource of his ministry, is available in English (NKJ, NAS, and ESV), Spanish, Russian, German, French, Portuguese, Italian, and Arabic with a Chinese translation underway.

Diterjemahkan oleh Bp. Hendra Wijaya, M.B.A