Kristen Alkitabiah

Artikel Kristen, Berita Kristen dan Belajar Alkitab

Berita Kristen

Serangan Terhadap Orang Kristen di Nigeria Terus Berlanjut Meskipun Ada Kehadiran Militer Amerika Serikat

Seorang pemimpin Kristen di negara bagian Plateau, Nigeria, menyatakan bahwa upaya untuk mendapatkan perlindungan internasional bagi komunitas yang menghadapi serangan berulang di wilayah Middle Belt tidak menghasilkan bantuan bagi daerah yang paling terdampak, meskipun sebelumnya telah diajukan permohonan kepada Amerika Serikat.

Gembala Ezekiel Dachomo, Ketua Regional Barkin Ladi dari Church of Christ in Nations (COCIN), menyampaikan klaim tersebut dalam sebuah video yang tersedia di halaman Facebook resminya. Dalam video itu, ia menjelaskan permintaan sebelumnya untuk intervensi oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Dachomo, permohonan tersebut diajukan setelah serangkaian insiden kekerasan yang mempengaruhi komunitas pedesaan di negara bagian Plateau, yang banyak di antaranya ia identifikasi sebagai mayoritas Kristen.

Dachomo menyatakan bahwa meskipun Amerika Serikat kemudian melakukan operasi militer di beberapa bagian Nigeria utara, negara bagian Plateau bukanlah area yang menjadi fokus. Ia menuduh bahwa keputusan dari pimpinan keamanan Nigeria mempengaruhi pengalihan perhatian ke wilayah lain, termasuk negara bagian Sokoto dan daerah sekitarnya.

Pernyataan rohaniwan tersebut muncul di tengah laporan berkelanjutan tentang serangan yang disebut sebagai genosida di wilayah Middle Belt Nigeria, khususnya di negara bagian Plateau dan Benue, di mana komunitas petani Kristen telah mengalami serangan berulang selama beberapa tahun.

International Christian Concern (ICC) mendokumentasikan serangan-serangan tersebut. Saksi mata dari komunitas terdampak sering mengaitkan insiden ini dengan milisi Fulani bersenjata. Namun, otoritas Nigeria sering menggambarkan kekerasan tersebut sebagai konflik komunal atau konflik antara petani dan penggembala, sementara pihak lain menyebutnya sebagai akibat perubahan iklim.

Data dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan kelompok pemantau internasional menunjukkan bahwa ribuan orang Kristen telah terbunuh di wilayah Middle Belt Nigeria selama dekade terakhir. Di negara bagian Benue saja, laporan menyebutkan bahwa lebih dari 5.000 orang telah tewas sejak tahun 2011 dalam serangan terhadap komunitas pedesaan. Negara bagian Plateau juga mencatat korban besar, dengan ratusan kematian dilaporkan dalam siklus kekerasan berulang, termasuk serangan di desa-desa di wilayah pemerintahan lokal Barkin Ladi, Riyom, dan Bokkos.

Meskipun terdapat kehadiran pasukan militer Nigeria dan operasi keamanan secara berkala, serangan terus dilaporkan terjadi. Para penyintas dan pemimpin lokal sering menggambarkan insiden di mana kelompok bersenjata memasuki desa, menghancurkan rumah, dan menargetkan penduduk. Dalam beberapa kasus, saksi menyatakan bahwa serangan terjadi di dekat instalasi keamanan atau tidak lama setelah patroli keamanan berlalu.

Dachomo, yang secara konsisten berbicara mengenai situasi di negara bagian Plateau, menyatakan bahwa manfaat yang diharapkan dari dukungan luar negeri tidak menjangkau komunitas yang sejak awal meminta bantuan. Ia juga mempertanyakan fokus geografis kerja sama militer internasional di Nigeria, dengan menyatakan bahwa beberapa wilayah yang paling terdampak kekerasan tidak diprioritaskan.

Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung insiden yang terus berlangsung tidak hanya di Plateau tetapi juga di negara bagian lain, termasuk Benue, Kaduna, Borno, dan beberapa bagian Kwara, di mana komunitas lokal melaporkan pembunuhan, pengungsian, dan perusakan properti. Laporan independen dari kelompok hak asasi manusia juga mendokumentasikan pola serangan di wilayah-wilayah ini, yang sering kali menimpa komunitas petani pedesaan.

Pemerintah Nigeria menyatakan bahwa mereka sedang menangani masalah keamanan melalui operasi militer dan intervensi berbasis komunitas. Lembaga keamanan juga menekankan upaya untuk memerangi kelompok bersenjata di berbagai wilayah negara, termasuk kelompok pemberontak di timur laut dan aksi bandit di barat laut.

Namun, situasi di wilayah Middle Belt tetap kompleks, dengan berbagai faktor yang saling terkait seperti sengketa lahan, ketegangan etnis, dan identitas agama yang memicu kekerasan. Pengamat internasional mencatat bahwa meskipun faktor-faktor ini saling berhubungan, banyak korban di komunitas terdampak mengidentifikasi diri sebagai orang Kristen, khususnya di negara bagian Plateau dan Benue.

Organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa puluhan ribu orang telah mengungsi di wilayah Middle Belt akibat serangan berulang. Kamp pengungsi internal (IDP) di Plateau dan Benue masih menampung keluarga-keluarga yang melarikan diri dari rumah mereka, sebagian di antaranya selama beberapa tahun.

Kehadiran dukungan militer asing di Nigeria sejauh ini terutama berfokus pada operasi kontra-terorisme, khususnya melawan kelompok ekstremis di wilayah timur laut. Informasi publik mengenai adanya penempatan langsung pasukan darat Amerika Serikat di negara bagian Middle Belt seperti Plateau dan Benue masih sangat terbatas.

Seiring kekerasan yang terus berlanjut di beberapa bagian Nigeria tengah, para pemimpin lokal, organisasi keagamaan, dan kelompok masyarakat terus menyerukan peningkatan perlindungan, akuntabilitas, serta perhatian terhadap wilayah terdampak. Laporan tentang serangan, pengungsian, dan korban jiwa terus bermunculan dari komunitas pedesaan, menambah kekhawatiran yang berkelanjutan terkait kondisi keamanan dan kemanusiaan di kawasan tersebut.

Sumber:
International Christian Concern. (2026, March 17). Attacks against Christians in Nigeria continue despite U.S. military presence. https://persecution.org/2026/03/17/attacks-against-christians-in-nigeria-continue-despite-u-s-military-presence/

KristenAlkitabiah.com sudah berdiri sejak 2009, dengan dibiayai dari dana pribadi dan iklan.

Ijinkan iklan tampil di browser kamu untuk membantu pembiayaan situs ini.