3 Gereja Bekasi Dipindah Paksa Ke Pemakaman

Tiga buah gereja di Bekasi, yaitu HKBP, Pentakosta dan GKRI dan berada di kelurahan Perwira RT 003/24, Bekasi Utara, Kota Bekasi, dilaporkan telah direlokasi secara sepihak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ke sebuah areal di dalam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perwira, Kota Bekasi.

Sebelumnya ke tiga gereja tersebut sudah mengalami penyegelan dari pihak Pemkot Bekasi pada Februari 2012 dengan alasan perijinan yang tidak lengkap. Sejak saat itu kegiatan gereja harus dilakukan di tenda darurat di sekitar gereja.

Di areal pemakaman tersebut, ketiga gereja hanya boleh menempati lahan sebesar 6×8 meter secara bersamaan.

Meskipun musyawarah sempat digelar antara Pemkot Bekasi dengan perwakilan tiga gereja, yang juga dihadiri MUI, Kemenag Kota Bekasi, FKUB, Pol PP dan beberapa unsur terkait, pada 5 Februari 2015 di ruang rapat Asda II. Musyawarah menghadapi jalan buntu karena tidak ada kesepakatan yang terjadi. Seluruh perwakilan jemaat dari tiga gereja tersebut menentang keputusan pemerintah.

Editorial : Saat ini di banyak kota di Indonesia pendirian gereja adalah sesuatu yang sulit ketimbang pendirian gedung lainnya. Perijinan seringkali dipersulit dan dibuat berbelit-belit. Bahkan yang sudah memiliki ijin pendirian seperti GKI Yasmin di Bogor pun dapat dicabut ijinnya oleh Pemkot dengan alasan adanya warga yang tidak setuju. Menariknya saat ditelusuri, warga yang tidak setuju bukan berasal dari areal tersebut. Mendapati kenyataan tersebut, warga yang awalnya setuju dihasut agar menjadi tidak setuju dengan keberadaan gereja.

Baca juga : Gereja HKBP Setu Bekasi Dibongkar Pemkab

Sumber: Jawaban / Berita Bekasi