AJARAN ALKITAB TENTANG MEMBERI

Ajaran alkitab Mengenai MemberiKita sering menghadapi satu waktu  dimana orang-orang meminta sumbangan kepada kita, terutama ketika ada acara-acara yang diselenggarakan oleh sebuah komunitas. Apalagi kalau menjelang akhir tahun. Biasanya permintaan ini membuat kita bingung untuk ikut ambil bagian dalam seluruh kegiatan ini. Biasanya pertanyaan yang muncul adalah “bagaimana caranya kita bisa memilih secara efektif acara atau kegiatan yang akan didukung?”

Berikut ini beberapa prinsip yang bisa kita pakai sebelum memutuskan pelayanan yang mana yang akan kita dukung.

1. Prioritaskan kepentingan umat Manusia

Dalam Perjanjian Lama bangsa Israel memang memberi untuk pembangunan kemah suci, perabotannya bahkan sampai pada saat pembangunan bait Allah. Namun, semuanya itu memiliki satu prioritas utama, yaitu untuk kepentingan bersama supaya “Allah dapat berdiam di tengah-tengah kehidupan umat-Nya”. Dalam Perjanjian Baru juga, kita menemukan bahwa uang diatur sedemikian rupa dipakai dengan tujuan melengkapi prasarana dan sarana dalam pelayanan. Menariknya, kita menemukan bahwa harta benda mereka dijual untuk memenuhi kebutuhan orang lain (KPR 4:32-37).

Dalam perjanjian Baru pemberian langsung ditujukan kepada orang yang bersangkutan. Dalam memberi yang diutamakan adalah kebutuhan orang. Jika hasil akhir dari membeli sarana prasarana dan membangun fasilitas untuk kepentingan dan berkat bagi banyak orang, bangunan tersebut mungkin bisa dibenarkan, tetapi pada hakekatnya oranglah yang menjadi prioritas utama. Banyak gereja yang saya ketahui senantiasa memprioritaskan orang dari pada fasilitas, sehingga mereka malah menyiapkan dana tersendiri untuk orang-orang yang membutuhkan dana tersebut. Kebutuhan manusialah yang harus menjadi prioritas pertama dalam pemberian kita.

2. Prioritaskan Orang yang berkekurangan (kpr 2:45; 4:32-37;6:1-6; Galatia 2:10).

Orang yang berkekurangan termasuk pribadi yang sangat membutuhkan dukungan kita, khususnya terhadap janda dan anak yatim (Yak 1:27)  Seringkali, dalam memberi sumbangan selalu disertai janji untuk menerima balasan. Memberi kepada orang miskin adalah memberi kepada mereka yang tidak ada sarana untuk membalas. Kita harus memberi bukan untuk mendapatkan balasan orang. Biarlah Tuhan yang membalasnya, mungkin belum di masa sekarang, tetapi pasti di masa yang akan datang (Amsal 22:16; Matius 6:1-4; Lukas 14:12-14).

3. Prioritaskan Kebutuhan yang mendesak (Titus 3:4)

Semua permintaan untuk memberi tergantung kondisi finansial yang kita miliki. Tidak semua kebutuhan adalah kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan, dan yang bukan benar-benar kebutuhan harus dikurangi. Kebutuhan yang lebih besar dan lebih penting haruslah menjadi prioritas yang utama. Alkitab menolong kita untuk mengutamakan hal-hal yang prioritas.

4. Kebutuhan Rohani prioritas utama dibandingkan dengan kebutuhan jasmani.

Dalam percobaan di padang Gurun, Setan mencoba Tuhan dengan menjadikan kebutuhan jasmani sebagai prioritas. Tetapi, Tuhan Yesus membuat ketaatan kepada perintah Allah sebagai Prioritas-Nya: “tetapi Yesus menjawab: “ada tertulis: manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4).

5. Prioritaskan Orang percaya dalam pemberian kita (Roma 12:13; 1 korintus 16:1-4; 2 korintus 8:4; Galatia 6:10).

Mungkin orang-orang percaya yang sudah kita kenal (KPR 2,4,6), tetapi seharusnya termasuk juga orang Kristen yang tidak kita kenal secara pribadi tetapi kita tahu bahwa mereka adalah pemberita-pemberita Firman yang benar dan setia (3 Yoh.; Roma 16:1-2).

6. Prioritaskan para Pemberita Firman dalam pemberian kita

Kita wajib memberi kepada yang memberitakan Firman Allah kepada kita. Hal ini tentu saja tidak hanya sekedar uang: bacalah Galatia 6:6  dan bandingkan dengan 1 Korintus 9:1-12.

7. Prioritaskan Pemberitaan Injil Keselamatan dan Pertumbuhan Rohani dalam pemberian kita.

Tuhan Yesus dengan jelas menyatakan bahwa kabar baik (injil) merupakan Prioritas-Nya (Markus 1:35-39). Begitu pula dengan Paulus ( 1 korintus 2:1-5; 9:12-23; 10:31-33) memberitakan Injil seharusnya menjadi prioritas utama dan harus menjadi yang

utama dalam pelayanan orang percaya sehingga pemberitaan Firman Tuhan sungguh-sungguh berkembang dengan sangat baik untuk semua orang.

8. Prioritaskan Motivasi yang murni (2 Petrus 2:1-3).

Tuhan tidak hanya peduli bahwa orang-orang harus memberi tetapi juga mengapa mereka memberi. Ada banyak motivasi yang tidak murni dalam memberi, seperti mencari keuntungan materi atau pujian manusia. Bahkan kadang kita memiliki rasa bersalah sebagai motivasi dalam memberi, sementara ada lagi yang lain karena keserakahan dan keinginan daging.

Memberi haruslah berupa tindakan sukarela (2 kor 8:3; 9:5-7) dan memiliki pandangan bahwa memberi karena hak istimewa yang kita miliki dan bukan semata-mata karena tugas keharusan untuk melakukannya (2 kor 8:3-50). Memberi harus dilakukan dengan sukacita yang mengekpresikan Iman kita ( 1 Tim 6:17-19) dan ketaatan kepada Firman Tuhan (2 kor 9:3-7).

9. Kita harus memberi kepada Tuhan, ada hadiah dari-Nya

Amsal 19:17 “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.”

Tuhan Yesus menjelaskan dengan sangat baik bahwa saat kita memberi kepada yang membutuhkan, pada hakekatnya, kita memberi kepada-Nya (Mat. 25:31-46). itulah sebabnya kita harus memperhatikan pemberian-pemberian kita kepada-Nya, bukan secara tiba-tiba, untuk menawan, mencari pujian orang, tetapi untuk kemuliaan Tuhan.

Kita seharusnya memberi bukan untuk mendapatkan hadiah dari manusia. Kita memberi untuk memberitakan Injil serta menyatakan janji dari Injil bahwa mereka akan menerima lebih dari apa yang mereka beri. Hal ini termasuk pujian dari manusia (Matius 6:1-4), atau beberapa bentuk balasan dari mereka (lukas 14:12-14). Kita seharusnya berharap kepada Allah untuk menerima hadiah kita.

10. Penanganan dan pembagian yang tepat adalah prioritas

Paulus memberi contoh tentang integritas dan kemurahan hati dalam hidupnya (1 tesalonika 1:8-10; 2 tesalonika 3:7-12) sehingga ia mempraktekan dalam hidupnya akan transparansi keuangan. Selain itu, Paulus sangat berhati-hati dalam menangani sumbangan  dari  orang  lain  untuk  menghindari  kecurigaan  atau  kritik (Roma 16:3-4; 2 Kor 8:18-23).

Penanganan yang tepat dalam mengelola dana merupakan faktor penting untuk menentukan tepat atau tidak dalam memberikan kepada seseorang atau organisasi. Hal ini harus transparan dan tidak bercacat.

11. Sumber dana harus dari orang-orang percaya

Dana yang diperlukan untuk membangun pelayanan terhadap orang percaya haruslah dari orang-orang percaya juga. Sebab sama prioritas untuk memberi untuk orang percaya seharusnya demikian juga sebaliknya sumber dana harus dari orang percaya juga. Banyak organisasi gagal melihat perbedaan ini dan menjalin mitra dengan orang duniawi untuk menyongkong dana mereka. Seharusnya, hal ini tidak boleh terjadi di dalam pekerjaan Allah (lih 2 kor 6:14-18; Filipi 1:3-7; 2 Yoh 1:7-11).

12. Doktrin yang Alkitabiah adalah prioritas

Saat kita memberi, kita akan menciptakan suatu hubungan yang erat kepada mereka yang kita beri (2 kor 6:14-15;9) oleh sebab itu, kita harus menjauhi orang–orang yang berusaha menyatukan antara ketidakbenaran dengan kebenaran (Roma 16:17-18; 2 Yoh 1:7-11). Kita harus mengetahui dan setuju dengan doktrin dari mereka yang akan kita berikan.

13. Hasil akhir dan tujuan dari memberi adalah untuk kemualiaan Allah.

Ada kisah dalam Alkitab tentang perempuan yang mengurapi kaki Yesus. Dalam pemikiran banyak orang (seperti Yudas Iskariot) hal tersebut seolah-olah pemborosan dan menyia-nyiakan sumber daya, karena parfum tersebut bisa dijual dan diberikan kepada orang miskin (Matius 26:6-13), namun Yesus menjelaskan bahwa dalam hal ini, tindakan perempuan ini adalah mengutamakan untuk memuliakan juruselamat daripada membagi-bagi kepada orang miskin. Dalam segala tindakan kita, Tujuan utama kita adalah memuliakan Tuhan, termasuk dalam hal memberi harus termotivasi untuk kemuliaan Tuhan. Demikian juga pelayanan kita, kita harus memberikan yang terbaik untuk Tuhan (1 kor 10:31; 2 korintus 9:11-15).

Judul Asli: Biblical Guidelines for Giving. Diterjemahkan oleh Eliyusu Zai.

Oleh: Bob Deffinbaugh M. Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order